DOA -doa Ku... Ya Allah....

... اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله .....YA ALLAH...AMPUNKAN AKU ....Bimbinglah Aku di jalan -MU.. TETAPKAN AKU DALAM KASIH SAYANGMU, ......AMPUNKAN SEGALA KESALAHAN dan DOSA-DOSAKU..DOSA DAN KESALAHAN KEDUA IBU BAPAKU..DAN SEMUA MUSLIMIN MUSLIMAT....KUMPULKAN AKU BERSAMA PARA NABI DAN RASUL...YA ALLAH ...KEKALKAN AKU DAN KETURUNANKU DALAM ISLAM DAN BERIMAN KEPADAMU....YA ALLAH.YA ALLAH, HIDUPKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI, MATIKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI DAN BANGKITKAN AKU (PADA HARI QIAMAT) DI DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG MERENDAH DIRI.. استغفر الله العظيم ASTAGFIRULLAHALAZZIM....سبحان الله...SUBHANALLAH ...الحمد لله..ALHAMDULILLAH...الله أكبر..ALLAHUAKHBAR.....ALLAHUMA SOLLIALA SAYIDINA MUHAMMAD....WAALA ALIMUHAMMAD..........

Khamis, 28 Julai 2011

RABIATUL ADAWIYAH

.........pernah meraung memohon belas ihsan Allah SWT:
“Tuhanku! Engkau akan mendekatkan orang yang dekat di dalam kesunyian kepada keagungan-Mu. Semua ikan di laut bertasbih di dalam lautan yang dalam dan kerana kebesaran kesucian-Mu, ombak di laut bertepukan. Engkaulah Tuhan yang sujud kepada-Nya malam yang gelap, siang yang terang, falak yang bulat, bulan yang menerangi, bintang yang berkerdipan dan setiap sesuatu di sisi-Mu dengan takdir sebab Engkaulah Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Perkasa.”

Isnin, 18 Julai 2011

NABI MUHAMMAD S.A.W KEKASIH ALLAH



Suatu ketika beberapa orang sahabat menunggu Rasulullah SAW di masjid Madinah. Mereka berbincang mengenai soal agama. Perbincangan mereka itu sampailah pada suatu topic iaitu tentang topik kelebihan para rasul dan nabi.

Ibnu Abbas RA menuturkan, sebagaimana dicatat Ad-Darami dan At-Tirmidzi dalam kumpulan hadist mereka, ada seorang sahabat berkata, “Sungguh menakjubkan! Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kawan dekat-Nya.”

Yang lain menyahut, “Lebih hebat lagi ALLAH telah bercakap-cakap secara langsung dengan Musa!”

Sebahagian lagi mengutarakan, “Isa sebagai kalimat ALLAH dan Ruh-Nya.”
Ada lagi yang mengatakan. “ALLAH telah memilih Adam.”

Pernyataan-pernyataan para sahabat itu telah menimbulkan perbedaan pendapat. Dan mereka belum menemukan kata sepakat tentang, siapakah yang lebih mulia daripada yang lain. Sementara dalam ayat disebutkan, “Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebahagian nabi itu atas sebahagian yang lain.” – QS Al-Isra’ (17):55.

Tanpa disedari oleh mereka, Rasulullah SAW, sudah berdiri di belakang mereka. Dan bagindapun sudah mendengar segala apa yang mereka bicarakan.



Dengan wajah penuh tanda tanya, para sahabat menunggu Nabi bersabda. Bukan Kesombongan

Tidak lama kemudian Rasulullah pun bersabda:

“Aku telah mendengar apa yang kalian percakapkan dan memaklumi kehairanan kalian terhadap keberadaan Ibrahim sebagai kawan dekat ALLAH  memang begitulah adanya. Terhadap keberadaan Musa sebagai orang yang diajak bercakap-cakap langsung, memang begitulah adanya. Terhadap keberadaan Isa sebagai kalimat dan Ruh-Nya, juga memang begitulah adanya. Sedang aku adalah kekasih ALLAH ( Habib ALLAH ), dan ini bukan kesombongan.”

Beberapa sahabat yang mendengar keterangan, sedikit lega hatinya. Bererti mereka sudah menemukan jawapan tentang perkara yang mereka perdebatkan.

Nabi SAW seterusnya bersabda, “Aku menjadi pembawa bendera kemulian pada hari kebangkitan, Aku adalah pembela pertama dan orang pertama yang dikabulkan syafa’atnya, dan ini bukan sebuah kesombongan. Aku adalah orang pertama yang mengetuk pintu surga, dan ALLAH akan membuka pertama kalinya untukku dan mempersilakan aku memasukinya dengan orang-orang miskin di antara kalian. Aku adalah orang yang paling dimuliakan di zaman awal dan di zaman akhir, dan sungguh ini bukan sebuah kesombongan.”

Istilah Habib ALLAH inilah yang sering disebut-sebut dalam syair dan qashidah maulid. Kebanyakan  ulama berpendapat, kekasih ALLAH lebih tinggi daripada kawan dekat ALLAH     ( Khalilullah ). Salah satunya pendapat Imam Abu Bakar bin Furak, berdasarkan sebuah pendapat ahli kalam, “Khalil mencapai ALLAH melalui sebuah perantaraan sebagai yang diisyaratkan dalam firman_Nya, “Demikianlah langit dan perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda kekuasaan Kami di langit dan di bumi.” – QS Al-An’am (6):75.

Sementara bagaimana “ Seorang yang cinta” mencapai ALLAH  diisyaratkan dalam firman-Nya, “…Dia sangat dekat dua ujung busur mata panah atau lebih dekat lagi.”


- QS An-Najm (53):9.

Khalil berkata, “Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian.” – QS As-Syu’ara (26):84. Sedang kepada orang yang dicintai dikatakan, “Dan Kami tinggikan bagimu sebutan namamu.” – QS Alam Nasyrah (Al Insyirah):4.

Nabi Muhammad SAW dianugerahi sejumlah kemuliaan tersebut tanpa baginda memintanya.

Masih banyak lagi perbandingan yang menguatkan bahawa istilah Habib lebih tinggi dari Khalil. Dalam kehidupan sehari-hari, umumnya, kitapun lebih mengutamakan kekasih kita daripada kawan kita.

Sejumlah keterangan yang telah disampaikan, menurut Qadhi Iyadh bin Musa Al Yahsubi, dalam bukunya yang berjudul “Keagungan kekasih ALLAH  Muhammad SAW” menunjukkan ketinggian darjat Nabi Muhammad SAW.

Sumber : Majalah Alkisah No.06/Tahun VI/10

Ahad, 17 Julai 2011

AIRMATA RASULULLAH S.A.W.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
'Bolehkah saya masuk?' tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,
'Maafkanlah, ayahku sedang demam', kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, 'Siapakah itu wahai anakku?'

'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,' tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.

Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.

Dialah malaikatul maut,' kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

'Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?', tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.

'Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,' kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. 'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?', tanya Jibril lagi.

'Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?'
'Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. 'Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.'

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?'

Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

'Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

'Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.'
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. 'Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku'

'peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.'

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

'Ummatii,ummatii,ummatiii?' - 'Umatku, umatku, umatku'

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita
.

Jumaat, 15 Julai 2011

Pesanan Nabi Muhammmad S.A.W

Hadith Nabi Saw: "Tidak berkurang harta kerana sedekah, dan tiada seorang yang memaafkan suatu kezaliman melainkan Allah swt menambah kemuliaan, dan tiada seorang yang tawadhuk (merendah) kerana Allah swt, melainkan Allah swt menaikkan darjatnya." (Abu Hurairah r.anhu)

Hadith Nabi Saw: "Dermawan itu merupakan suatu pohon yang akarnya di syurga dan dahan-dahannya menurun ke dunia. Maka barangsiapa yang berpegang kepadanya akan ditarik ke syurga. Kedekut (kikir) itu pohon yang asalnya di dalam neraka sedang dahan-dahannya menurun ke dunia. Maka barangsiapa yang berpegang kepadanya akan ditarik ke neraka."
(Aishah r.anha)

Sedekah mengandungi 10 kebaikan:

Kebaikan di dunia

1) Membersihkan harta kekayaan
2) Membersihkan badan daripada dosa-dosa
3) Menolak bala dan penyakit
4) Menyenangkan hati orang miskin
5) Menjadikan berkat dalam harta dan meluaskan rezeki

Kebaikan di Akhirat

1) Sedekah itu menjadi naungan baginya
2) Sedekah meringankan hisab amalnya
3) Memberatkan timbangan amal kebaikannya
4) Memudahkan melintasi sirat
5) Bertambah darjat di syurga

Barangsiapa yang menolak lima pekara, maka Allah akan menolak lima pekara daripadanya iaitu:

1) Barangsiapa menolak zakat, Allah swt akan menolak keselamatan hartanya
2) Barangsiapa tolak sedekah, Allah swt akan mengurangi kesihatannya
3) Barangsiapa menolak zakat tanamannya, Allah swt akan menolak berkat tanahnya
4) Barangsiapa tidak suka berdoa, Allah tidak suka untuk menerimanya
5) Barangsiapa yang meringan-ringankan solatnya, Allah swt akan menolak
dari kalimah syahadah ketika matinya



Khamis, 14 Julai 2011

KEAJAIBAN PERANG DI GAZA, PALESTIN

GAZA, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestin Selatan, “tersepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediteranean, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.
Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk masuk ke dalamnya pun pihak Israel menempuhi pelbagai kesulitan.
Kehancuran kemusnahan angkara kezaliman Zionis Israel

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Sekatan-selatan yang amat ketat, membuatkan rakyat Gaza menghadapi kesulitan untuk mendapatkan bahan makanan, ubat-ubatan, dan bahan bakar, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan tentangan daripada penduduk Gaza ke atas penjajahan Zionis semakin membuak-buak.
Keganasan Zionis
Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Disember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”menggugurkan” ratusan tan bom dan mengerahkan semua kekuatan yang ada.
Namun sekali lagi, negara yang tergolong memiliki tentera terkuat di dunia ini terpaksa berundur dari  Gaza.
Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan tempatan yang biasa dipakai para mujahidin Palestin, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang dibantu tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apa tahlagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, helikopter tempur Apache, serta ribuan tan “bom canggih” buatan Amerika Syarikat.
Akan tetapi di sebalik itu, di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu menterbeliakkan mata “kaum penjajah” itu berundur dari Gaza dengan muka tertunduk, walau tentangan yang diberikan hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.
Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah tersebar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para wartawan , bahkan disiarkan para khatib Palestin di khutbah-khutbah Jumaat mereka, hinggakan berita-berita ini tersebar di seluruh dunia.
Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan.

“ Berpakaian seragam PUTIH di Ghaza”
Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestin. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berpakaian seragam putih itu.
Suatu hari di penghujung bulan Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel. Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sudut ruang rumah. Salah seorang anak laki-laki di rumah itu disyaki memiliki ciri-ciri para pejuang  al-Qassam.
Pada saat itu, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahawa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentera Zionis terus memukulnya sehingga laki-laki malang itu pingsan.
Selama tiga hari berturut-turut, setiap kali ditanya, laki-laki itu menjawab bahawa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentera itu dengan amat marah  mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih.”
Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestin di Gaza, itu ( pasukan berseragam putih ) adalah milik Brigade Izzuddin al-Qassam. Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenali. Pada awalnya, sebuah ambulans dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel, lalu ditanya adakah mereka berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Orang yang malang itu menjawab, “Saya bukan daripada mana-mana kelompok. Saya cuma ahli ambulans.”
Akan tetapi tentera Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih di belakangmu tadi, masuk kelompok mana?”  Petugas ambulans itu pun kebingungan, kerana dia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,”  satu-satunya jawapan yang pasti.
Suara Tak Bersumber
Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr. Aburrahman Al Jamal di Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).
Khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebutir bom yang telah dipasang untuk menyambut pasukan Zionis yang akan melalui jalan tersebut.
“Saya telah menanam sebuah bom. Kemudian saya melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan tentera Zionis. Pasukan tersebut turut disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam bom tersebut” kata pejuang tadi.
Akhirnya, pejuang tersebut mengambil keputusan untuk kembali ke markas kerana dia menjangkakan bahawa ranjau itu (bom yang ditanam) tidak akan berfungsi secara sepenuhnya (maksimum ) disebabkan jumlah musuh yang besar.
Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suatu suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya lebih kurang, “tetaplah di tempatmu, kerana Allah menguatkanmu.” Ucapan itu didengarinya sebanyak tiga kali.
“Saya memerhati di sekeliling saya untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kepada saya. Akan tetapi saya amat terkejut, kerana tidak ada seorang pun bersama saya,” jelas mujahidin itu, sebagaimana ditirukan oleh Khatib.
Akhirnya pejuang itu (mujahid) memutuskan untuk tetap berada di lokasi tersebut. Ketika sebuah tank melewati kawasan bom yang tertanam, sesuatu yang “ajaib” telah terjadi. Bom itu dengan pantas meledak dengan amat dahsyat. Tank yang berada berhampiran turut hancur-lebur. Sejumlah besar tentera Israel turut terkorban serta-merta. Sebahagian daripada mereka diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.
Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam kolum alraesryoon.com, turut menguatkan kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (kawalan) mengatakan.  
“ Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun bersama saya, saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Berkali-kali saya  mencuba untuk memastikan asal punca suara itu, akhirnya saya memastikan bahawa suara itu keluar tidak lain melainkan daripada batuan dan pasir.
Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang daripada seorang penduduk rumah tersusun wilayah Tal Islam yang hendak berangkat bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.
Di tangga rumah da melihat beberapa pejuang sedang menangis. “Kenapa kamu menangis?” tanyanya.
“ Kami menangis bukan kerana khuatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis kerana bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-perandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.

Saksi Tentera Israel
Cerita tentang “tentera berseragam putih” bukan hanya diungkap oleh mujahidin Palestin atau warga Gaza. Beberapa pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.
Sayap al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.
“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentera berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan pasukan ini.
Di tempat lain ada tentera Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, bila munculnya, dan ke mana menghilangnya.
Masih dari Channel 10, seorang tentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan janggut panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”
Cerita ini memeningkan banyak pihak. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?
Sudah Meledak, Bom Masih Seperti Biasa
Di saat para mujahidin tersepit, haiwan-haiwan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang  menakutkan.
Satu kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tempatnya di daerah AI Maghraqah. Pada ketika itu para Mujahidin sedang memasang bom. Ketika menghulurkan kabel, tiba-tiba sebuah pesawat pengintip Israel mengekori mereka. Pesawat tersebut menguggurkan bom  ke lokasi tempat mereka berada.
Para Mujahidin selamat. Namun, kabel penghubung bom dan pemicu yang tadi hendak disambung telah terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, kerana pesawat masih berputar-putar di atas kawasan mereka berada.
Tidak lama lama kemudian, beberapa buah tank tentera Israel mendekati lokasi di mana bom-bom tersebut ditanam. Bukan sekadar melintasi kawasan itu, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tidak berfungsi itu.
Peluru yang tidak meletup
Apakan daya, kaum Mujahidin tak mampu berbuat apa-apa. Kabel bom jelas tidak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul tepat di atas kawasan bom yang ditanam itu.
Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebahagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya ALLAH, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan    serupa.
Tiba-tiba ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman bom yang tadinya tidak berfungsi.
Setelah itu tentera Israel berundur pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan tersebut, para mujahidin segera melihat lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh bom yang telah mereka tanam itu masih kukuh. Dari mana datangnva ledakan tersebut?    Wallahua’lam.
Masih dari wilayah Al Maghraqah. Ketika pasukan Israel menembakkan artileri ke salah sebuah rumah, hingga rumah itu terbakar dan api merebak ke rumah sebelahnya, para mujahidin diselimuti rasa khuatir jika api itu semakin merebak dan tidak dapat dipadamkan.
Seorang pejuang mujahidin berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”
Seusai berdoa, tidak lebih dari tiga minit, api pun padam. Para Mujahidin menangis terharu kerana mereka merasa ALLAH Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.

Merpati dan Anjing

Seorang Mujahid Palestin menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Semasa bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, seorang Mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara nyaring, yang melintas sebelum bom-bom Israel berjatuhan di wilayah itu.
Para Mujahidin yang juga melihat merpati itu menyedari bahawa itu adalah isyarat yang ingin disampaikan oleh ALLAH melalui burung merpati.
Seketika merpati itu melintas, para Mujahidin terus berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujani kawasan tersebut. Para mujahidin itu pun terselamat.
Zionis Israel itu..manusiakah mereka!


Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Pada suatu hari, tatkala sekumpulan Mujahidin Al Qassam melakukan ribath (rondaan kawalan) di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing tentera Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.


Anjing besar ini mendekati dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang Mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para Mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Kerana itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah kepada kami.”
Setelah itu anjing itu pun duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang Mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa biji kurma. Dengan tenang anjing itu memakan kurma itu, lalu beranjak pergi.
Kabus pun Turut Membantu
Sebuah lagi kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam terjadi di kem pengasingan di Nashirat, setelah selesai solat zuhur di masjid Al Qassam pada (17/1/2009).
Pada ketika itu sekumpulan pejuang Mujahidin sedang melakukan ribath (rondaan kawalan)  di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank tentera Israel dan pasukan tentera elit mereka. Dari atas, pesawat pengintip terus  mengawasi keadaan di daratan (bawah).
Ketika itu keadaan para pejuang Mujahidin tersepit dan sangat kritikal. Tiba-tiba kabus tebal turun pada malam itu. Kabut itu telah menutupi pandangan mata tentera Israel dan membantu pasukan Mujahidin keluar dari  kepungan.
Kisah serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis dalam almesryoon.com (sudah tidak boleh diakses lagi). la bercerita bagaimana kabus tebal tiba-tiba turun dan membantu para Mujahidin untuk melakukan serangan.
Pada awalnya, pasukan Mujahiddin sedang menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentera Israel untuk meletupkannya. “Kami tidak lupa berdoa kepada ALLAH agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.
Letupan di sana sini
Tiba-tiba turunlah kabus tebal di tempat tersebut. Pasukan Mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank tentera Israel, menanam bom-bom di sekitarnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat pengintip yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kenderaan tentera itu. Lima orang tentera Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya mengalami kecederaan setelah bom-bom itu meletup.
Selamat Dengan AL-QURAN
Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang doktor yang memeriksanya tergamam ketika mengetahui ada sepotong besi peluru bersarang di saku pejuang tersebut.
Yang membuat dia merasa sangat kehairanan ialah kerana timah panas itu tidak menembusi jantung pejuang Mujahidin tersebut kerana terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku pejuang tersebut.
Buku kumpulan doa itu berlubang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rosak. sedangkan sarung peluru telah hancur keadaannya.
Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr. Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya ketika Festival Ikatan Doktor Jordan sebagaimana ditulis dalam parti Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009). 

Dr. Hisam juga menunjukan bukti berupa sebuah sarung peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.
Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga ada kisah menarik. Sebelum itu tentera Israel telah melontarkan 3 biji bom ke masjid itu hingga menyebabkan bangunan itu hancur tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan sahaja yang tinggal. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tempatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya sambil tidak henti bertasbih.
Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengkhabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman ALLAH  ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan,dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, iaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik ALLAH dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009)
Jasad Para Syuhada Berbau Harum
Abdullah Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran peluru pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.
Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena bom. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dikebumikan.
Sebelum dikebumikan, sebagaimana dinyatakan situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.
Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal pejuang tersebut yang diberi panggilan kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.
Lalu orang ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah karung plastik.
Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya lelaki pejuang (syahid) yang tidak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi ruangan yang sama.
Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid kerana serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, turut mencium bau harum daripada sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walaupun kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.
Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaimana dilaporkan oleh situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), ketika masih berada di Gaza, dia menyatakan, “Saya telah mengunjungi sebahagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur kerana serangan Israel. Percayalah, bahawa saya mencium bau harumnya para  syuhada”.
Dua Minggu Terkorban, Darah Masih Mengalir
Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Beliau  meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan  lalu. 
Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para Mujahidin untuk mengikuti latihan ketenteraan. Sebelum memasuki Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, dia meminta didoakan agar memperolehi kesyahidan.
Untung tidak boleh ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, dia telah memperoleh apa yang dicita-citakan. Yasir telah syahid dalam satu pertempuran dengan pasukan tentera Israel di kamp penempatan Jabaliya.
Keadaan medan pertempuran yang tidak membolehkan jasadnya dibawa keluar dengan segera. Jasadnya hanya boleh diuruskan setelah dua minggu kematiahnya (syahid) dalam pertempuran tersebut. Walaupun sudah dua minggu meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan pengurusan jenazah tersebut menyaksikan bahawa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan keadaan fizikalnya elok sahaja. Keadannya mirip seperti orang yang sedang tertidur.
Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah seorang gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air kerana hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.
Khabar tentang keadaan jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah tersebar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumaat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/2009).
Terbunuh 1,000 ,Lahir 3,000
Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini sesuai dan tepat ditujukan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1,412 putra puterinya, terubat dengan lahirnya 3,700 orang bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.
Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesihatan pemerintahan Gaza menyatakan bahawa dalam 22 hari 3,700 orang bayi telah lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Disember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1,412 orang rakyat Gaza, yang majoritinya wanita dan kanak-kanak,” katanya.
Bulan Januari mencatatkan angka kelahiran tertinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3,000 hingga 4,000 kelahiran. Akan tetapi  pada masa serangan Israel selama 22 hari, kami mencatatkan 3,700 kelahiran dan pada penghujung bulan Januari mencatatkan lagi 1,300 kelahiran. Ini berarti dalam bulan Januari sahaja peningkatan kelahiran mencapai hingga 1,000 orang bayi..
Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu orang setiap tahun, manakala kematian 5,000 ribu orang.
“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 orang kanak-kanak dan 110 orang wanita telah dibunuh manakala 2,000 orang kanak-kanak serta 1,000 orang wanita tercedera.
Saudara-saudaraku..Renung dan fikir-fikirkanlah
Wallahua’lam.


10 Aksara Muslim / Muslimah Sejati

Karakter ini merupakan tiang pertama terbentuknya masyarakat Islam mahupun tertegaknya sistem Islam di muka bumi serta menjadi tiang penyangga peradaban dunia.
1.       Salimul Aqidah, Kebersihan Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.

2.       Shahihul I badah, Benar Ibadahnya menurut Al-Quran dan Assunnah serta jauh dari segala Bid'ah yang dapat menyesatkannya.


3.       Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah keperibadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahawa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin).

4.       Qowiyul Jismi, Kuat Fizikalnya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah / titipan dari Allah SWT.

5.       Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang berlaku di sekitarnya.

6.       Qodirun 'alal Kasbi, Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mahu bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala keperluan hidupnya.

7.       Mujahidun linafsihi, Bersungguh -sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimumkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang lain.

8.       Haritsun 'ala waqtihi, Efisyen dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyia-yiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. kerana masa yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT.

9.       Munazhom Fii Su'unihi, tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.

10.   Naafi'un Li Ghairihi, Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan diperlukan. Kehadirannya akan menjadikan orang bahagia dan kehilangannya akan menjadikan kerinduan.                                                                                               Mudah-mudahan dengan kesepuluh karakter yang dikemukakan di atas menjadikan kita termotivasi untuk dapat merealisasikannya dalam diri kita. AMIN...
Nota: 10 aksara Muslim / Muslimah sejati ini dirumuskan oleh Hasan Albana.

Follow by Email