نظر أعرابي إلى خالد بن صفوان وهو يتكلم، فقال: كيف لم يسد هذا مع بيانه! فقال خالد: منعتهم مالي، وكرهت السيف!.
البصائر والذخائر - أبو حيان التوحيدي، 8/753.
Seorang Arab Badui melihat Khalid bin Shafwan sedang berbicara. Ia kagum melihat kefasihan dan kepiawaiannya dalam menyampaikan kata-kata, lalu berkata: "Bagaimana mungkin orang ini belum menjadi seorang pemimpin, padahal tutur katanya begitu jelas dan fasih?" Khalid bin Shafwan kemudian menjawab: "Hartaku menghalangi mereka untuk mengangkatku sebagai pemimpin, dan aku sendiri tidak menyukai pedang."
Jawaban Khalid bin Shafwan mengandung sindiran yang cerdas. Secara harfiah ia memiliki harta yang cukup sehingga ia tidak membutuhkan dukungan atau pengaruh politik yang biasanya diperlukan untuk memperoleh kepemimpinan. Sedangkan ungkapan beliau, "aku tidak menyukai pedang" merupakan isyarat bahwa ia tidak memilih jalan kekuasaan melalui kekerasan dan pertumpahan darah. Jadi, meskipun ia memiliki kemampuan berbicara, kecerdasan, dan kefasihan, ia tidak mengejar kepemimpinan dengan segala cara. Ada pelajaran yang menarik di sini:
ليس كل من يصلح للقيادة يطلبها، وليس كل من يطلبها يصلح لها.
"Tidak setiap orang yang layak menjadi pemimpin akan mengejar kepemimpinan; dan tidak setiap orang yang mengejar kepemimpinan layak menjadi pemimpin."
Kefasihan adalah kelebihan, tetapi kepemimpinan membutuhkan lebih daripada kefasihan: kebijaksanaan, keberanian, kemampuan menanggung amanah, dan -yang tidak kalah penting- kemampuan mengendalikan ambisi diri. Kadang-kadang, orang yang paling pantas memimpin justru adalah orang yang tidak menjadikan kepemimpinan sebagai tujuan hidupnya.
Catatan Al-Hikam
Tiada ulasan:
Catat Ulasan