Ilmu memiliki banyak keutamaan, di antaranya
:
1. Menuntut ilmu adalah jalan menuju Syurga.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Syurga. (HR Muslim 4/2074 no. 2699 dan yang lainnya dari shahabat Abu Hurairah r.a.).
2. Warisan para Nabi, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam :
Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan tidak pula dirham, namun hanya mewariskan ilmu. Sehingga siapa yang mengambil ilmu tersebut maka telah mengambil bahagian sempurna darinya (dari warisan tersebut). (HR At Tirmidzi )
3. Allah Ta’ala mengangkat darjat ahli ilmu di dunia dan akhirat, sebagaimana firmanNya:
Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu:”Berlapang-lapanglah dalam majlis”, lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.Dan apabila dikatakan:”Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa darjat.Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Mujadilah : 11)
4. Ilmu itu, Pintu kebaikan dunia dan akhirat, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam :
Barang siapa yang Allah inginkan padanya kebaikan maka Allah fahamkan agamanya.
Isnin, 23 Mei 2011
25 NABI DAN RASUL
ADAM
Manusia pertama yang dijadikan oleh Allah SWT secara langsung dan menyuruh
agar para malaikat tunduk kepadanya. Allah mengajarinya nama-nama berbagai
benda, menciptakan isterinya dan menempatkannya di dalam surga serta memperingatkan kepada mereka berdua agar tidak mendekati sebuah pohon tertentu. Akan tetapi syaitan telah menggoda mereka hingga mereka memakan buah pohon itu. Allah SWT menurunkan mereka ke bumi dan membekali mereka dengan pengetahuan mengenai keperluan kehidupan. Mereka berdua diminta untuk beribadah hanya kepada Allah dan mengajak orang lain berbuat demikian pula. Mereka dijadikan khalifah Allah di muka bumi dan juga sebagai rasul kepada keturunan manusia. Adam a.s. adalah nabi pertama di atas bumi.
AYUB
Termasuk keturunan Nabi Ibrahim,baginda termasuk nabi yang banyak mendapat
wahyu. Ayub adalah seorang kaya yang mempunyai banyak anak. Akan tetapi Allah SWT mengujinya dengan menghilangkan semua kekayaan tersebut. Baginda turut diuji dengan berbagai macam penyakit selama 18 tahun, selama itu baginda dipencilkan oleh umatnya kecuali isterinya yang dengan penuh kesabaran berbakti menyediakan keperluan makan minumnya, sehingga Nabi Ayub disembuhkan kembali oleh Allah dan menggantikan semua kekayaan yang telah hilang itu. Oleh karena itu, orang sering membuat Nabi Ayub sebagai
tauladan dalam menghadapi ujian kesabaran dan keteguhan hati menerima cobaan. Dalam saturiwayat disebutkan bahwa dalam surga kelak, Allah SWT akan menjadikan Ayub sebagai (bukti) orang-orang yang pernah menerima ujian.
DAUD
Nabi Daud telah dikurniakan oleh Allah SWT dengan hikmah dan ilmu pengetahuan sehingga boleh menundukkan gunung dan burung untuk bertasbih bersamanya (diperlakukan sesuka hatinya dengan izin Allah), serta berupaya melembutkan besi . Baginda adalah seorang hamba yang sangat tulus dan pandai bersyukur. Nabi Daud selalu berpuasa sehari dan tidak berpuasa hari berikutnya. Baginda selalu bangun di tengah malam, tidur sepertiga malam dan berjaga seperenamnya. Allah SWT menurunkan Kitab Zabur dan mengurniakan kerajaan yang besar kepada baginda dan Allah memerintahkannya untuk melaksanakan pemerintahan dengan adil.
HARUN
Nabi Harun adalah saudara Nabi Musa dan pasangan dakwah dalam mengajak Firaun agar beriman kepada Allah SWT karena kefasihan dan kepandaiannya berbicara. Musa mewakilkan urusan kaumnya kepada Harun ketika dia pergi menemui Allah SWT di bukit Thur. Namun Samiri menyebarkan fitnah mengajak Bani Israel menyembah patung anak sapi yang terbuat dari emas. Nabi
Harun mengajak mereka kembali menyembah Allah, tetapi mereka semakin menunjukkan kesombongan. Ketika Nabi Musa kembali dan menyaksikan apa yang
dilakukan kaumnya, dia memarahi saudaranya, Harun.
HUD
Nabi Hud diutus kepada kaum Ad yang beriman kepada Nuh. Mereka terkenal dengan kau yang berbadan besar dan kuat serta dikaruniai banyak rezeki oleh Allah SWT. Akan tetapi mereka tidak mahu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang banyak itu, malah mereka menyembah berhala. Untuk itu Allah mengutus Nabi Hud sebagai pemberi kabar gembira. Nabi Hud sebenarnya sangat bijaksana, namun demikian kaumnya tetap mendustakan dan menyakitinya.
Oleh karena itu Allah mengirimkan ribut yang berpanjangan selama lapan hari tujuh malam untuk menghancurkan mereka.
IBRAHIM
Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah (khalilullah). Baginda merupakan nabi yang dipilih oleh Allah untuk mengembangkan risalah-Nya dan diberikan kepadanya berbagai keistimewaan berbanding manusia lain. Nabi Ibrahim hidup di lingkungan penyembah bintang. Baginda tidak suka dengan hal itu. Dengan fitrahnya dia merasakan bahwa pasti ada tuhan yang lebih besar dari bintang-bintang itu. Akhirnya baginda diberi petunjuk oleh Allah dan dipilih menjadi utusan-Nya. Nabi Ibrahim pun mulai mengajak kaumnya mengEsakan dan menyembah Allah, tetapi sebaliknya kaumnya mendustakannya pula. Baginda ditangkap dan cuba membakarnya. Baginda telah diselamatkan oleh Allah.Dari keturunan Ibrahim, Allah telah mengutus banyak nabi melalui dua orang anaknya,iaitu Ismail dan Ishak. Nabi Ibrahim mendirikan
Kaabah bersama anaknya, Ismail.
IDRIS
Adalah ayah dari datuk Nabi Nuh, nabi pertama setelah Adam. Baginda adalah nabi yang terkenal dengan kejujuran dan kesabaran. Kepadanyaditurunkan tiga puluh sahifah. Baginda dianggap sebagai orang pertama yang pandai menulis dengan pena dan orang pertama yang pandai menjahit dan memakai pakaian berjahit, juga orang pertama berfikir mengenai astrologi.
ILYAS
Nabi Ilyas diutus kepada penduduk Baalbek, sebelah barat Kota Damaskus (Labanon Timur sekarang). Baginda mengajak kaumnya beribadah hanya kepada Allah dan meninggalkan penyembahan terhadap patung yang mereka namakan Ba`la. Hal inilah yang mengakibatkan mereka menganiayanya. Ibnu Abbas mengatakan bahwa Ilyas adalah paman Nabi Ilyasak.
ILYASAK
Nabi Ilyasak termasuk hamba Allah yang terbaik. Dipercayai bahawa nama baginda ada disebut dalam kitab Taurat. Di antara mukjizat yang dikurniakan kepada baginda adalah menghidupkan kembali orang yang telah mati.
ISA
Nabi Isa, sama seperti Nabi Adam diciptakan dari tanah (tanpa ayah dan ibu) kemudian Allah mengatakan “kun” lalu Nabi Adam pun lahir. Isa putra Maryam, adalah rasul yang lahir dengan kalimat-Nya (kun) yang diberikan kepada Maryam.
Bagindalah nabi yang memberi khabar kedatangan Muhammad SAW. Allah memberikan kepada baginda Nabi Isa berbagai tanda dan menguatkannya dengan roh kudus. Baginda adalah orang yang terkemuka, baik di dunia mahupun di akhirat dan termasuk orang-orang yang dekat kepada Allah.
Nabi Isa sudah pandai bercakap ketika masih kecil iaitu ketika di dalam buaian lagi.
Baginda pernah membuat burung daripada tanah lalu meniupnya dan tanah itupun menjadi burung.
Baginda pernah menyembuhkan orang buta dan penderita penyakit kusta serta menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Allah.
Nabi Isa mengajak kaumnya menyembah Allah Yang Maha Esa tetapi mereka enggan dan merasa sombong, bahkan menentangnya. Kaumnya yang beriman dengan baginda hanyalah sebahagian kecil, iaitu mereka yang mempunyai taraf hidup sederhana.
Allah SWT mengangkat Nabi Isa ke langit dan akan menurunkannya kembali ke bumi pada waktu yang dikehendaki-Nya untuk menjadi saksi kepada umat manusia akan kebenaran Allah.
ISHAK
Nabi Ishak adalah anak Nabi Ibrahim dari isterinya yang bernama Sarah. Berita kelahirannya dibawa oleh malaikat kepada Nabi Ibrahim dan Sarah, ketika dia melewati mereka dalam perjalanan ke kota peninggalan kaum Luth untuk menghancurkannya akibat kekufuran dan keonaran mereka. Dalam
Al Quran, Allah memanggil Nabi Ishak sebagai “seorang anak yang arif dan bijak.” Nabi Ishak diutus Allah sebagai nabi untuk mengajak manusia agar berbuat kebaikan. Dari keturunannyalah datangnya Nabi Yaakub.
ISMAIL
Nabi Ismail adalah anak pertama Nabi Ibrahim dari isteri keduanya,Siti Hajar.Nabi Ibrahim membawa Siti Hajar pergi dan menempatkannya bersama anaknya di suatu tempat yang kini disebut Mekah, dengan dibekali sedikit air dan makanan.
Ketika bekalan sudah habis, Hajar berlari ke sana ke mari mencari makanan. Akhirnya Allah SWT menunjukkan kepada Siti Hajar sumber air. Sumber air tersebut kini dikenali sebagai telaga air Zamzam.Sejak itu ramai orang datang ke tempat itu. Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim agar membangunkan Kaabah dan meninggikan tapak Baitullah. Nabi Ismail mengangkat batu-batu, sementara Nabi Ibrahim membangunnya sampai selesai.
Setelah itu Allah menurunkan wahyu meminta Nabi Ibrahim mengorbankan Ismail, yang diterimanya melalui mimpi. Dalam mimpi tersebut beliau melihat dia menyembelih anaknya Ismail. Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya itu kepada anaknya ( Ismail ).
Setelah mendengar penjelasan ayahandanya, Ismail berkata, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepada ayahanda itu. Ayahanda akan dapati aku termasuk orang-orang yang sabar , insya Allah.” Kemudian Allah menggantikan Ismail dengan seekor sembelihan yang besar.
Ismail adalah seorang satria dan orang pertama yang dapat menjinakkan kuda. Ismail juga terkenal sebagai orang yang sangat penyabar dan penyayang. Ada pendapat mengatakan bahwa Nabi Ismail adalah penutur pertama bahasa Arab. Dia juga terkenal sebagai orang yang menepati janji dan selalu mengajak keluarganya mendirikan solat, mengeluarkan zakat serta beribadah hanya kepada Allah.
LUTH
Allah SWT mengutus Nabi Luth untuk memberi petunjuk kepada kaumnya dan mengajaknya menyembah Allah. Kaum Luth adalah kaum yang zalim; sering berbuat perbuatan keji dan memusuhi pendatang asing di egerinya. Dalam hubungan seksual, mereka tertarik kepada sesama lelaki, tidak menyukai wanita.Nabi Luth mengajak mereka meninggalkan perbuatan jijik serta kemungkaran kaumnya itu. Sebaliknya kaumnya pula ingin mengusir Nabi Luth serta pengikut-pengikut baginda. Ajakan Nabi Luth itu hanya diikuti oleh sebahagian keluarga dekatnya saja, sedangkan isterinya sendiri tidak mengikutinya.
Ketika Nabi Luth hampir merasa putus asa, dia berdoa kepada Allah agar diselamatkan bersama pengikutnya serta membinasakan orang-orang yang berbuat kemungkaran. Kemudian datanglah malaikat menyelamatkan Nabi Luth beserta pengikutnya dan menghancurkan yang lainnya dengan batu-batuan.
MUHAMMAD
Nabi Muhammad , berasal dari warga Arab yang menyeru orang kepada agama Islam. Baginda berasal dari keturunan Hasyim yang dilahirkan di Mekah beberapa bulan setelah ayahnya, Abdullah, meninggal dunia. Aminah, ibunya, meninggal dunia ketika baginda masih kanak-kanak. Setelah itu pemeliharaan baginda secara bergilirian ditangani oleh datoknya Abdul Mutalib dan pakciknya Abu Thalib.
Selama beberapa waktu baginda bekerja sebagai penggembala kambing, kemudian menikah dengan Sayidah Khadijah binti Khuwailid pada usia baginda25 tahun.
Baginda mengajak kaumnya memeluk Islam, dengan beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan kepada rasul-Nya. Dakwahnya dimulai dari sejak baginda tinggal di Mekah. Kerana tekanan dari penduduk Mekah, pada tahun 622, bersama beberapa orang pengikutnya baginda berhijrah ke Madinah, di mana mereka mendapatkan sejumlah pendukung yang disebut Ansar. Tahun hijrah ini kemudian diabadikan sebagai permulaan tarikh dalam sejarah Islam. Baginda wafat setelah melaksanakan haji wada.
MUSA
Nabi Musa diutus untuk mengajak Firaun dan pengikutnya agar beriman kepada Allah. Untuk itu baginda diberikan dua mukjizat; tongkat yang dapat berubah menjadi naga, memakan ular-ular lain dan tangannya yang bila dimasukkan ke dalam saku akan mengeluarkan cahaya putih bersih tanpa cela.
BAGINDA mengajak mereka mengesakan Allah, tetapi Firaun memeranginya dan mengumpulkan beberapa pawang sihir untuk berlawan dengan baginda.
Dengan izin Allah, Musa dapat mengalahkan mereka, kemudian Allah memerintahkan kepada Musa dan pengikutnya untuk keluar dari Mesir.
Firaun mengejarnya dengan pasukan tentera yang cukup banyak. Ketika tentera Firaun sudah hampir mendekati pengikut Musa, Allah memerintahkan kepada baginda supaya memukul laut dengan tongkatnya. Setelah itu, laut terbelah dua dan menenggelamkan tentera Firaun, sedang Musa dan pengikut-pengikutnya selamat.
NUH
Nabi Nuh adalah orang yang bertakwa dan jujur. BAGINDA diutus Allah untuk memberikan bimbingan kepada kaumnya dan memberikan peringatan kepada mereka tentang adanya siksa hari akhirat. Namun kaum Nuh tidak mentaati ajakannya, malah mendustakannya. Walaupun demikian, Nabi Nuh tetap mengajak mereka kepada ajaran agama yang lurus.Dakwah dan ajakannya itu hanya diikuti oleh sejumlah kecil kaumnya, sementara warga kafir terus menunjukkan sikap permusuhan mereka terhadap Nabi Nuh.
Sebagai siksaan terhadap mereka, Allah tidak menurunkan hujan. Nabi Nuh mengajak mereka beriman, agar Allah mengampuni dan menamatkan siksaan berupa kesukaran tersebut. Setelah mereka beriman, siksaan pun dihentikan. Namun mereka kafir kembali, maka Nabi Nuh pun kembali mengajak mereka. Demikianlah keadaannya berkelanjutan selama 950 tahun.
Setelah itu, Allah memerintahkannya untuk membuat kapal dan mengangkut setiap jenis makhluk secara berpasangan( berpasang-pasang). Setelah itu, Allah mendatangkan angin taufan yang menenggelamkan mereka semua, kecuali Nabi Nuh dan isi kapal itu.
SALEH
Nabi Saleh diutus Allah kepada warga Tsamud, suatu warga yang sangat ingkar dan keras kepala. Allah telah memberikan kepada mereka rezeki yang melimpah-ruah, akan tetapi mereka tidak mentaati perintah Allah, bahkan menyembah berhala. Mereka mempunyai perasaan superior dengan kekuatan mereka.
Dari itu, maka Allah mengutus Nabi Saleh untuk memberi kabar gembira dan peringatan kepada mereka, namun mereka mendustakan, menentang dan menuntutnya untuk mendatangkan seekor unta betina sebagai bukti yang dapat mereka percayai. Allah memberikan seekor unta untuk mereka dan menyuruh mereka agar tidak mengganggunya. Akan tetapi mereka tetap mempertahankan kesombongan, malah membunuh unta itu. Oleh karena itu Allah menurunkan badai kencang sebagai siksaan bagi mereka dan menyelamatkan Nabi Saleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya.
SULAIMAN
Allah memberikan kepada Nabi Sulaiman banyak hikmah dan ilmu pengetahuan, mengajarinya bahasa burung dan binatang-binatang serta menundukkan angin dan jin sesuai perintahnya. Nabi Sulaiman mempunyai kisah dengan seekor burung hudhud (belatuk) yang memberitahukan kepada baginda tentang adanya sebuah kerajaan di Yaman yang warganya menyembah matahari.
Nabi Sulaiman-pun mengirim utusan kepada penguasa Saba untuk mengajaknya beriman kepada Allah. Akan tetapi penguasa Saba, (Ratu Balqis), hanya mengirimkan semacam hadiah kepadanya, sehingga Nabi Sulaiman meminta kepada jin untuk membawa singgasana Ratu Balqis kepadanya. Di saat Ratu Balqis melihat singgasananya berada di tempat itu, ia pun beriman kepada Allah.
SYUAIB
Nabi Syuaib diutus kepada warga Madyan yang menyembah Aykah (kayu).Dalam urusan jual beli sehari-hari, mereka selalu curang menimbang dan menyukat barang serta tidak memberikan hak-hak orang lain sepenuhnya. Nabi Syuaib mengajak mereka menyembah Allah dan berlaku adil dalam semua tindakan, tetapi mereka enggan dan berlaku sombong, malah kekerasan kepala mereka semakin menjadi-jadi sampai mengancam untuk merejam dan mengusir Nabi Syuaib. Mereka menuntut kepadanya untuk mendatangkan gumpalan dari langit, maka Allah menurunkan balasan berupa tiupan badai yang sangat keras dan mematikan mereka semua.
This entry was posted in 25 Nabi, Ensiklopedia Islam. Bookmark the permalink.
Manusia pertama yang dijadikan oleh Allah SWT secara langsung dan menyuruh
agar para malaikat tunduk kepadanya. Allah mengajarinya nama-nama berbagai
benda, menciptakan isterinya dan menempatkannya di dalam surga serta memperingatkan kepada mereka berdua agar tidak mendekati sebuah pohon tertentu. Akan tetapi syaitan telah menggoda mereka hingga mereka memakan buah pohon itu. Allah SWT menurunkan mereka ke bumi dan membekali mereka dengan pengetahuan mengenai keperluan kehidupan. Mereka berdua diminta untuk beribadah hanya kepada Allah dan mengajak orang lain berbuat demikian pula. Mereka dijadikan khalifah Allah di muka bumi dan juga sebagai rasul kepada keturunan manusia. Adam a.s. adalah nabi pertama di atas bumi.
AYUB
Termasuk keturunan Nabi Ibrahim,baginda termasuk nabi yang banyak mendapat
wahyu. Ayub adalah seorang kaya yang mempunyai banyak anak. Akan tetapi Allah SWT mengujinya dengan menghilangkan semua kekayaan tersebut. Baginda turut diuji dengan berbagai macam penyakit selama 18 tahun, selama itu baginda dipencilkan oleh umatnya kecuali isterinya yang dengan penuh kesabaran berbakti menyediakan keperluan makan minumnya, sehingga Nabi Ayub disembuhkan kembali oleh Allah dan menggantikan semua kekayaan yang telah hilang itu. Oleh karena itu, orang sering membuat Nabi Ayub sebagai
tauladan dalam menghadapi ujian kesabaran dan keteguhan hati menerima cobaan. Dalam saturiwayat disebutkan bahwa dalam surga kelak, Allah SWT akan menjadikan Ayub sebagai (bukti) orang-orang yang pernah menerima ujian.
DAUD
Nabi Daud telah dikurniakan oleh Allah SWT dengan hikmah dan ilmu pengetahuan sehingga boleh menundukkan gunung dan burung untuk bertasbih bersamanya (diperlakukan sesuka hatinya dengan izin Allah), serta berupaya melembutkan besi . Baginda adalah seorang hamba yang sangat tulus dan pandai bersyukur. Nabi Daud selalu berpuasa sehari dan tidak berpuasa hari berikutnya. Baginda selalu bangun di tengah malam, tidur sepertiga malam dan berjaga seperenamnya. Allah SWT menurunkan Kitab Zabur dan mengurniakan kerajaan yang besar kepada baginda dan Allah memerintahkannya untuk melaksanakan pemerintahan dengan adil.
HARUN
Nabi Harun adalah saudara Nabi Musa dan pasangan dakwah dalam mengajak Firaun agar beriman kepada Allah SWT karena kefasihan dan kepandaiannya berbicara. Musa mewakilkan urusan kaumnya kepada Harun ketika dia pergi menemui Allah SWT di bukit Thur. Namun Samiri menyebarkan fitnah mengajak Bani Israel menyembah patung anak sapi yang terbuat dari emas. Nabi
Harun mengajak mereka kembali menyembah Allah, tetapi mereka semakin menunjukkan kesombongan. Ketika Nabi Musa kembali dan menyaksikan apa yang
dilakukan kaumnya, dia memarahi saudaranya, Harun.
HUD
Nabi Hud diutus kepada kaum Ad yang beriman kepada Nuh. Mereka terkenal dengan kau yang berbadan besar dan kuat serta dikaruniai banyak rezeki oleh Allah SWT. Akan tetapi mereka tidak mahu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang banyak itu, malah mereka menyembah berhala. Untuk itu Allah mengutus Nabi Hud sebagai pemberi kabar gembira. Nabi Hud sebenarnya sangat bijaksana, namun demikian kaumnya tetap mendustakan dan menyakitinya.
Oleh karena itu Allah mengirimkan ribut yang berpanjangan selama lapan hari tujuh malam untuk menghancurkan mereka.
IBRAHIM
Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah (khalilullah). Baginda merupakan nabi yang dipilih oleh Allah untuk mengembangkan risalah-Nya dan diberikan kepadanya berbagai keistimewaan berbanding manusia lain. Nabi Ibrahim hidup di lingkungan penyembah bintang. Baginda tidak suka dengan hal itu. Dengan fitrahnya dia merasakan bahwa pasti ada tuhan yang lebih besar dari bintang-bintang itu. Akhirnya baginda diberi petunjuk oleh Allah dan dipilih menjadi utusan-Nya. Nabi Ibrahim pun mulai mengajak kaumnya mengEsakan dan menyembah Allah, tetapi sebaliknya kaumnya mendustakannya pula. Baginda ditangkap dan cuba membakarnya. Baginda telah diselamatkan oleh Allah.Dari keturunan Ibrahim, Allah telah mengutus banyak nabi melalui dua orang anaknya,iaitu Ismail dan Ishak. Nabi Ibrahim mendirikan
Kaabah bersama anaknya, Ismail.
IDRIS
Adalah ayah dari datuk Nabi Nuh, nabi pertama setelah Adam. Baginda adalah nabi yang terkenal dengan kejujuran dan kesabaran. Kepadanyaditurunkan tiga puluh sahifah. Baginda dianggap sebagai orang pertama yang pandai menulis dengan pena dan orang pertama yang pandai menjahit dan memakai pakaian berjahit, juga orang pertama berfikir mengenai astrologi.
ILYAS
Nabi Ilyas diutus kepada penduduk Baalbek, sebelah barat Kota Damaskus (Labanon Timur sekarang). Baginda mengajak kaumnya beribadah hanya kepada Allah dan meninggalkan penyembahan terhadap patung yang mereka namakan Ba`la. Hal inilah yang mengakibatkan mereka menganiayanya. Ibnu Abbas mengatakan bahwa Ilyas adalah paman Nabi Ilyasak.
ILYASAK
Nabi Ilyasak termasuk hamba Allah yang terbaik. Dipercayai bahawa nama baginda ada disebut dalam kitab Taurat. Di antara mukjizat yang dikurniakan kepada baginda adalah menghidupkan kembali orang yang telah mati.
ISA
Nabi Isa, sama seperti Nabi Adam diciptakan dari tanah (tanpa ayah dan ibu) kemudian Allah mengatakan “kun” lalu Nabi Adam pun lahir. Isa putra Maryam, adalah rasul yang lahir dengan kalimat-Nya (kun) yang diberikan kepada Maryam.
Bagindalah nabi yang memberi khabar kedatangan Muhammad SAW. Allah memberikan kepada baginda Nabi Isa berbagai tanda dan menguatkannya dengan roh kudus. Baginda adalah orang yang terkemuka, baik di dunia mahupun di akhirat dan termasuk orang-orang yang dekat kepada Allah.
Nabi Isa sudah pandai bercakap ketika masih kecil iaitu ketika di dalam buaian lagi.
Baginda pernah membuat burung daripada tanah lalu meniupnya dan tanah itupun menjadi burung.
Baginda pernah menyembuhkan orang buta dan penderita penyakit kusta serta menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Allah.
Nabi Isa mengajak kaumnya menyembah Allah Yang Maha Esa tetapi mereka enggan dan merasa sombong, bahkan menentangnya. Kaumnya yang beriman dengan baginda hanyalah sebahagian kecil, iaitu mereka yang mempunyai taraf hidup sederhana.
Allah SWT mengangkat Nabi Isa ke langit dan akan menurunkannya kembali ke bumi pada waktu yang dikehendaki-Nya untuk menjadi saksi kepada umat manusia akan kebenaran Allah.
ISHAK
Nabi Ishak adalah anak Nabi Ibrahim dari isterinya yang bernama Sarah. Berita kelahirannya dibawa oleh malaikat kepada Nabi Ibrahim dan Sarah, ketika dia melewati mereka dalam perjalanan ke kota peninggalan kaum Luth untuk menghancurkannya akibat kekufuran dan keonaran mereka. Dalam
Al Quran, Allah memanggil Nabi Ishak sebagai “seorang anak yang arif dan bijak.” Nabi Ishak diutus Allah sebagai nabi untuk mengajak manusia agar berbuat kebaikan. Dari keturunannyalah datangnya Nabi Yaakub.
ISMAIL
Nabi Ismail adalah anak pertama Nabi Ibrahim dari isteri keduanya,Siti Hajar.Nabi Ibrahim membawa Siti Hajar pergi dan menempatkannya bersama anaknya di suatu tempat yang kini disebut Mekah, dengan dibekali sedikit air dan makanan.
Ketika bekalan sudah habis, Hajar berlari ke sana ke mari mencari makanan. Akhirnya Allah SWT menunjukkan kepada Siti Hajar sumber air. Sumber air tersebut kini dikenali sebagai telaga air Zamzam.Sejak itu ramai orang datang ke tempat itu. Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim agar membangunkan Kaabah dan meninggikan tapak Baitullah. Nabi Ismail mengangkat batu-batu, sementara Nabi Ibrahim membangunnya sampai selesai.
Setelah itu Allah menurunkan wahyu meminta Nabi Ibrahim mengorbankan Ismail, yang diterimanya melalui mimpi. Dalam mimpi tersebut beliau melihat dia menyembelih anaknya Ismail. Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya itu kepada anaknya ( Ismail ).
Setelah mendengar penjelasan ayahandanya, Ismail berkata, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepada ayahanda itu. Ayahanda akan dapati aku termasuk orang-orang yang sabar , insya Allah.” Kemudian Allah menggantikan Ismail dengan seekor sembelihan yang besar.
Ismail adalah seorang satria dan orang pertama yang dapat menjinakkan kuda. Ismail juga terkenal sebagai orang yang sangat penyabar dan penyayang. Ada pendapat mengatakan bahwa Nabi Ismail adalah penutur pertama bahasa Arab. Dia juga terkenal sebagai orang yang menepati janji dan selalu mengajak keluarganya mendirikan solat, mengeluarkan zakat serta beribadah hanya kepada Allah.
LUTH
Allah SWT mengutus Nabi Luth untuk memberi petunjuk kepada kaumnya dan mengajaknya menyembah Allah. Kaum Luth adalah kaum yang zalim; sering berbuat perbuatan keji dan memusuhi pendatang asing di egerinya. Dalam hubungan seksual, mereka tertarik kepada sesama lelaki, tidak menyukai wanita.Nabi Luth mengajak mereka meninggalkan perbuatan jijik serta kemungkaran kaumnya itu. Sebaliknya kaumnya pula ingin mengusir Nabi Luth serta pengikut-pengikut baginda. Ajakan Nabi Luth itu hanya diikuti oleh sebahagian keluarga dekatnya saja, sedangkan isterinya sendiri tidak mengikutinya.
Ketika Nabi Luth hampir merasa putus asa, dia berdoa kepada Allah agar diselamatkan bersama pengikutnya serta membinasakan orang-orang yang berbuat kemungkaran. Kemudian datanglah malaikat menyelamatkan Nabi Luth beserta pengikutnya dan menghancurkan yang lainnya dengan batu-batuan.
MUHAMMAD
Nabi Muhammad , berasal dari warga Arab yang menyeru orang kepada agama Islam. Baginda berasal dari keturunan Hasyim yang dilahirkan di Mekah beberapa bulan setelah ayahnya, Abdullah, meninggal dunia. Aminah, ibunya, meninggal dunia ketika baginda masih kanak-kanak. Setelah itu pemeliharaan baginda secara bergilirian ditangani oleh datoknya Abdul Mutalib dan pakciknya Abu Thalib.
Selama beberapa waktu baginda bekerja sebagai penggembala kambing, kemudian menikah dengan Sayidah Khadijah binti Khuwailid pada usia baginda25 tahun.
Baginda mengajak kaumnya memeluk Islam, dengan beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan kepada rasul-Nya. Dakwahnya dimulai dari sejak baginda tinggal di Mekah. Kerana tekanan dari penduduk Mekah, pada tahun 622, bersama beberapa orang pengikutnya baginda berhijrah ke Madinah, di mana mereka mendapatkan sejumlah pendukung yang disebut Ansar. Tahun hijrah ini kemudian diabadikan sebagai permulaan tarikh dalam sejarah Islam. Baginda wafat setelah melaksanakan haji wada.
MUSA
Nabi Musa diutus untuk mengajak Firaun dan pengikutnya agar beriman kepada Allah. Untuk itu baginda diberikan dua mukjizat; tongkat yang dapat berubah menjadi naga, memakan ular-ular lain dan tangannya yang bila dimasukkan ke dalam saku akan mengeluarkan cahaya putih bersih tanpa cela.
BAGINDA mengajak mereka mengesakan Allah, tetapi Firaun memeranginya dan mengumpulkan beberapa pawang sihir untuk berlawan dengan baginda.
Dengan izin Allah, Musa dapat mengalahkan mereka, kemudian Allah memerintahkan kepada Musa dan pengikutnya untuk keluar dari Mesir.
Firaun mengejarnya dengan pasukan tentera yang cukup banyak. Ketika tentera Firaun sudah hampir mendekati pengikut Musa, Allah memerintahkan kepada baginda supaya memukul laut dengan tongkatnya. Setelah itu, laut terbelah dua dan menenggelamkan tentera Firaun, sedang Musa dan pengikut-pengikutnya selamat.
NUH
Nabi Nuh adalah orang yang bertakwa dan jujur. BAGINDA diutus Allah untuk memberikan bimbingan kepada kaumnya dan memberikan peringatan kepada mereka tentang adanya siksa hari akhirat. Namun kaum Nuh tidak mentaati ajakannya, malah mendustakannya. Walaupun demikian, Nabi Nuh tetap mengajak mereka kepada ajaran agama yang lurus.Dakwah dan ajakannya itu hanya diikuti oleh sejumlah kecil kaumnya, sementara warga kafir terus menunjukkan sikap permusuhan mereka terhadap Nabi Nuh.
Sebagai siksaan terhadap mereka, Allah tidak menurunkan hujan. Nabi Nuh mengajak mereka beriman, agar Allah mengampuni dan menamatkan siksaan berupa kesukaran tersebut. Setelah mereka beriman, siksaan pun dihentikan. Namun mereka kafir kembali, maka Nabi Nuh pun kembali mengajak mereka. Demikianlah keadaannya berkelanjutan selama 950 tahun.
Setelah itu, Allah memerintahkannya untuk membuat kapal dan mengangkut setiap jenis makhluk secara berpasangan( berpasang-pasang). Setelah itu, Allah mendatangkan angin taufan yang menenggelamkan mereka semua, kecuali Nabi Nuh dan isi kapal itu.
SALEH
Nabi Saleh diutus Allah kepada warga Tsamud, suatu warga yang sangat ingkar dan keras kepala. Allah telah memberikan kepada mereka rezeki yang melimpah-ruah, akan tetapi mereka tidak mentaati perintah Allah, bahkan menyembah berhala. Mereka mempunyai perasaan superior dengan kekuatan mereka.
Dari itu, maka Allah mengutus Nabi Saleh untuk memberi kabar gembira dan peringatan kepada mereka, namun mereka mendustakan, menentang dan menuntutnya untuk mendatangkan seekor unta betina sebagai bukti yang dapat mereka percayai. Allah memberikan seekor unta untuk mereka dan menyuruh mereka agar tidak mengganggunya. Akan tetapi mereka tetap mempertahankan kesombongan, malah membunuh unta itu. Oleh karena itu Allah menurunkan badai kencang sebagai siksaan bagi mereka dan menyelamatkan Nabi Saleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya.
SULAIMAN
Allah memberikan kepada Nabi Sulaiman banyak hikmah dan ilmu pengetahuan, mengajarinya bahasa burung dan binatang-binatang serta menundukkan angin dan jin sesuai perintahnya. Nabi Sulaiman mempunyai kisah dengan seekor burung hudhud (belatuk) yang memberitahukan kepada baginda tentang adanya sebuah kerajaan di Yaman yang warganya menyembah matahari.
Nabi Sulaiman-pun mengirim utusan kepada penguasa Saba untuk mengajaknya beriman kepada Allah. Akan tetapi penguasa Saba, (Ratu Balqis), hanya mengirimkan semacam hadiah kepadanya, sehingga Nabi Sulaiman meminta kepada jin untuk membawa singgasana Ratu Balqis kepadanya. Di saat Ratu Balqis melihat singgasananya berada di tempat itu, ia pun beriman kepada Allah.
SYUAIB
Nabi Syuaib diutus kepada warga Madyan yang menyembah Aykah (kayu).Dalam urusan jual beli sehari-hari, mereka selalu curang menimbang dan menyukat barang serta tidak memberikan hak-hak orang lain sepenuhnya. Nabi Syuaib mengajak mereka menyembah Allah dan berlaku adil dalam semua tindakan, tetapi mereka enggan dan berlaku sombong, malah kekerasan kepala mereka semakin menjadi-jadi sampai mengancam untuk merejam dan mengusir Nabi Syuaib. Mereka menuntut kepadanya untuk mendatangkan gumpalan dari langit, maka Allah menurunkan balasan berupa tiupan badai yang sangat keras dan mematikan mereka semua.
This entry was posted in 25 Nabi, Ensiklopedia Islam. Bookmark the permalink.
JENIS JENIS TANGISAN DALAM ISLAM
Petikan dari blog...
Tangisan menurut perspektif Islam, boleh dibahagikan kepada dua jenis iaitu tangisan yang berbentuk negatif dan tangisan yang berbentuk positif. Tangisan yang dilarang ialah seperti meraung dan melolong dengan sekuat hati apabila menerima atau meratapi kematian. Tangisan seperti ini bukan sahaja dipandang negatif kepada orang yang melakukannya tetapi juga mayat yang diratapinya itu turut terseksa kerana perbuatannya. Ini berbeza dengan tangisan positif iaitu tangisan yang terjadi kerana cinta dan takut kepada Allah. Malah Nabi Muhammad pun menangis bila mengenangkan kesengsaraan dan penderitaan yang dihadapi oleh umatnya serta tatkala baginda memohon ampun dari Allah.
Antara jenis-jenis tangisan yang dibenarkan malah digalakkan dalam Islam ialah:
1. Ketika melahirkan rasa kesyukuran kepada Allah.
Orang-orang yang beriman dan bertaqwa akan sentiasa bersyukur dengan apa yang dikurniakan oleh Allah kepadanya. Golongan ini sama sekali tidak pernah mengeluh malah sentiasa reda dengan apa yang mereka terima.
Maka dengan sebab itu, orang-orang sebegini adakalanya menitiskan air mata apabila menerima rahmat dan nikmat-nikmat tersebut.
Sebagai contoh, dalam satu riwayat oleh Anas bahawa Rasulullah berkata kepada Ubay bin Ka’ab : “Allah menyuruh membacakan kepadamu Surah Al-Bayyinah ayat 1, “Orang-orang kafir iaitu ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahawa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,”
Ubay bertanya : “Apakah Allah menyebut namaku?” “Nabi menjawab ya, lalu menangislah Ubay (kerana mendengar berita gembira itu).
Ayat tersebut menyatakan tentang pendirian kaum Yahudi dan Nasrani terhadap seruan Nabi Muhammad sebagai Rasul yang telah menerangkan kepada mereka agama yang telah dibawa olehnya iaitu agama Islam. Mereka (Yahudi dan Nasrani) kenal Nabi Muhammad yang diutus sebagai rasul kepada umat akhir zaman, tetapi setelah baginda dibangkitkan mereka tidak percaya malah tidak mahu beriman kepada apa yang dibawa oleh baginda.
2. Kerana menyesali perbuatan dan dosa yang dilakukan.
Tangisan penyesalan biasanya terjadi apabila seseorang yang telah melakukan dosa, menyedari dan menyesali perbuatannya dengan bersungguh-sungguh.
Ekoran daripada penyesalan itu maka timbul rasa sedih yang mendalam yang akhirnya akan menitiskan air mata. Tangisan yang sedemikian itu timbul akibat wujudnya rasa kesedaran yang mendalam dan rasa takut yang amat sangat kepada Allah. Keadaan sebegini akhirnya akan mendorong seseorang itu bertaubat dan seterusnya kembali ke jalan yang benar.
Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam ayat 82 Surah al-Taubah, “Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyak menangis sebagai pembalasan dari apa yang mereka telah kerjakan.”
3. Apabila bertambah keimanan kepada Allah.
Iman yang tertanam dalam hati akan terus subur dan mekar apabila disirami dengan ayat-ayat suci al-Quran yang dibaca dengan penuh penghayatan sehingga boleh menyebabkan seseorang itu menitiskan air mata.
Tangisan sebegini merupakan tangisan yang tinggi nilainya kerana ia merupakan campuran antara rasa kesedaran dan keimanan yang tidak berbelah bagi. Justeru tanpa disedari akan bercucuran tangisan akibat rasa keimanan yang begitu mendalam sebagaimana firman Allah dalam ayat 58, Surah Maryam; “Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Tuhan Yang Pemurah, mereka segera sujud serta dan menangis.”
4. Timbul dari rasa khusyuk dan tawaduk.
Tangisan seperti ini boleh terjadi apabila seseorang itu khusyuk dalam beribadat. Air mata yang menitis itu bukan kerana perasaan sedih tetapi kerana menyedari betapa diri yang begitu kerdil ketika berhadapan dengan pencipta-Nya.
Bahkan, orang yang mencapai tahap kekhusyukan itu termasuk salah satu dari tujuh golongan yang memperoleh keistimewaan pada hari kiamat seperti sabda Rasulullah:
“Tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naunganNya (iaitu) :
Imam (pemimpin) yang adil, pemuda yang dibesarkan dalam beribadat kepada Allah, orang yang hatinya selalu rindu pada masjid, dua orang yang berkasih sayang semata-mata kerana Allah iaitu bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah, seorang lelaki yang diajak berzina oleh wanita bangsawan dan rupawan lalu ditolaknya dengan berkata, “Aku takut kepada Allah”, seorang yang bersedekah dalam keadaan rahsia sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh tangan kanannya dan seseorang yang berzikir kepada Allah dalam keadaan menyendiri lalu menitis air matanya.”
(Riwayat Bukhari dan Muslim)
5. Bimbang terputusnya rahmat Allah.
Suatu hal yang menyedihkan hati dan amat dibimbangi oleh orang-orang yang beriman ialah terputusnya kebajikan dan rahmat Allah. Apabila keadaan ini berlaku, ia boleh mengubah suasana hati dan perasaan sehingga menjadi sedih dan terharu.
Sebagai contoh, pada suatu hari sesudah Rasulullah wafat, Saidina Abu Bakar mengajak Saidina Umar ke rumah Ummu Aiman seperti mana Rasulullah semasa hayatnya sering menziarahinya.
Sebaik sampai di rumah Ummu Aiman, tiba-tiba Ummu Aiman menangis. Kedua-dua tetamunya itu lantas bertanya, “Apakah yang menyebabkan kamu menangis? Tidakkah engkau tahu bahawa yang tersedia di sisi Allah untuk Rasulullah jauh lebih baik?” Ummu Aiman menjawab, “Aku tidak menangis kerana itu melainkan kerana wahyu dari langit telah terputus (terhenti).” Kata-kata Ummu Aiman itu ternyata mengharukan Abu Bakar dan Umar, lalu kedua-duanya turut menangis.
6. Apabila terselamat dari kesesatan dan menemui kebenaran.
Adakalanya air mata seseorang itu akan menitis apabila ditunjukkan oleh Allah jalan yang benar setelah sekian lama hanyut dalam kelalaian atau kesesatan. Bagi yang berada dalam situasi sedemikian, akan terus menangis dan tangisannya bukan kerana merasa sedih tetapi kerana terlalu gembira dengan hidayah yang diterima itu.
Hal ini pernah terjadi kepada segolongan pendeta apabila mengetahui al-Quran yang diturunkan kepada Rasulullah merupakan kebenaran dari Allah seperti firman-Nya: “Dan apabila mereka itu (segolongan pendeta) mendengar apa-apa yang diturunkan kepada Rasul, engkau akan melihat mereka akan menitiskan air matanya, lantaran mengetahui kebenaran (seraya) mereka berkata; “Hai Tuhan kami! Kami telah beriman. Oleh kerana itu, catatlah kami dalam golongan orang-orang yang menyaksikan. Dan tidak patut kami tidak beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, pada hal kami ingin supaya Tuhan memasukkan kami bersama kaum yang soleh.”
(Surah al-Maidah:83-84)
Daripada maksud firman Allah tersebut, jelaslah bahawa tangisan yang positif mempunyai keutamaan di sisi Islam sehingga tangisan seumpama itu boleh mendatangkan manfaat yang besar.
Ini kerana, orang yang menitiskan air mata kerana Allah sebenarnya merupakan orang yang cukup tinggi rasa keimanan dan taqwanya seperti yang ditunjukkan oleh Rasulullah dalam satu riwayat dari Abu Daud dan Tirmizi bermaksud: “Kami datang kepada Rasulullah sedang baginda menunaikan solat. Maka terdengar nafas tangisnya bagaikan suara air mendidih dalam bejana.”
Tangisan menurut perspektif Islam, boleh dibahagikan kepada dua jenis iaitu tangisan yang berbentuk negatif dan tangisan yang berbentuk positif. Tangisan yang dilarang ialah seperti meraung dan melolong dengan sekuat hati apabila menerima atau meratapi kematian. Tangisan seperti ini bukan sahaja dipandang negatif kepada orang yang melakukannya tetapi juga mayat yang diratapinya itu turut terseksa kerana perbuatannya. Ini berbeza dengan tangisan positif iaitu tangisan yang terjadi kerana cinta dan takut kepada Allah. Malah Nabi Muhammad pun menangis bila mengenangkan kesengsaraan dan penderitaan yang dihadapi oleh umatnya serta tatkala baginda memohon ampun dari Allah.
Antara jenis-jenis tangisan yang dibenarkan malah digalakkan dalam Islam ialah:
1. Ketika melahirkan rasa kesyukuran kepada Allah.
Orang-orang yang beriman dan bertaqwa akan sentiasa bersyukur dengan apa yang dikurniakan oleh Allah kepadanya. Golongan ini sama sekali tidak pernah mengeluh malah sentiasa reda dengan apa yang mereka terima.
Maka dengan sebab itu, orang-orang sebegini adakalanya menitiskan air mata apabila menerima rahmat dan nikmat-nikmat tersebut.
Sebagai contoh, dalam satu riwayat oleh Anas bahawa Rasulullah berkata kepada Ubay bin Ka’ab : “Allah menyuruh membacakan kepadamu Surah Al-Bayyinah ayat 1, “Orang-orang kafir iaitu ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahawa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,”
Ubay bertanya : “Apakah Allah menyebut namaku?” “Nabi menjawab ya, lalu menangislah Ubay (kerana mendengar berita gembira itu).
Ayat tersebut menyatakan tentang pendirian kaum Yahudi dan Nasrani terhadap seruan Nabi Muhammad sebagai Rasul yang telah menerangkan kepada mereka agama yang telah dibawa olehnya iaitu agama Islam. Mereka (Yahudi dan Nasrani) kenal Nabi Muhammad yang diutus sebagai rasul kepada umat akhir zaman, tetapi setelah baginda dibangkitkan mereka tidak percaya malah tidak mahu beriman kepada apa yang dibawa oleh baginda.
2. Kerana menyesali perbuatan dan dosa yang dilakukan.
Tangisan penyesalan biasanya terjadi apabila seseorang yang telah melakukan dosa, menyedari dan menyesali perbuatannya dengan bersungguh-sungguh.
Ekoran daripada penyesalan itu maka timbul rasa sedih yang mendalam yang akhirnya akan menitiskan air mata. Tangisan yang sedemikian itu timbul akibat wujudnya rasa kesedaran yang mendalam dan rasa takut yang amat sangat kepada Allah. Keadaan sebegini akhirnya akan mendorong seseorang itu bertaubat dan seterusnya kembali ke jalan yang benar.
Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam ayat 82 Surah al-Taubah, “Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyak menangis sebagai pembalasan dari apa yang mereka telah kerjakan.”
3. Apabila bertambah keimanan kepada Allah.
Iman yang tertanam dalam hati akan terus subur dan mekar apabila disirami dengan ayat-ayat suci al-Quran yang dibaca dengan penuh penghayatan sehingga boleh menyebabkan seseorang itu menitiskan air mata.
Tangisan sebegini merupakan tangisan yang tinggi nilainya kerana ia merupakan campuran antara rasa kesedaran dan keimanan yang tidak berbelah bagi. Justeru tanpa disedari akan bercucuran tangisan akibat rasa keimanan yang begitu mendalam sebagaimana firman Allah dalam ayat 58, Surah Maryam; “Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Tuhan Yang Pemurah, mereka segera sujud serta dan menangis.”
4. Timbul dari rasa khusyuk dan tawaduk.
Tangisan seperti ini boleh terjadi apabila seseorang itu khusyuk dalam beribadat. Air mata yang menitis itu bukan kerana perasaan sedih tetapi kerana menyedari betapa diri yang begitu kerdil ketika berhadapan dengan pencipta-Nya.
Bahkan, orang yang mencapai tahap kekhusyukan itu termasuk salah satu dari tujuh golongan yang memperoleh keistimewaan pada hari kiamat seperti sabda Rasulullah:
“Tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naunganNya (iaitu) :
Imam (pemimpin) yang adil, pemuda yang dibesarkan dalam beribadat kepada Allah, orang yang hatinya selalu rindu pada masjid, dua orang yang berkasih sayang semata-mata kerana Allah iaitu bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah, seorang lelaki yang diajak berzina oleh wanita bangsawan dan rupawan lalu ditolaknya dengan berkata, “Aku takut kepada Allah”, seorang yang bersedekah dalam keadaan rahsia sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh tangan kanannya dan seseorang yang berzikir kepada Allah dalam keadaan menyendiri lalu menitis air matanya.”
(Riwayat Bukhari dan Muslim)
5. Bimbang terputusnya rahmat Allah.
Suatu hal yang menyedihkan hati dan amat dibimbangi oleh orang-orang yang beriman ialah terputusnya kebajikan dan rahmat Allah. Apabila keadaan ini berlaku, ia boleh mengubah suasana hati dan perasaan sehingga menjadi sedih dan terharu.
Sebagai contoh, pada suatu hari sesudah Rasulullah wafat, Saidina Abu Bakar mengajak Saidina Umar ke rumah Ummu Aiman seperti mana Rasulullah semasa hayatnya sering menziarahinya.
Sebaik sampai di rumah Ummu Aiman, tiba-tiba Ummu Aiman menangis. Kedua-dua tetamunya itu lantas bertanya, “Apakah yang menyebabkan kamu menangis? Tidakkah engkau tahu bahawa yang tersedia di sisi Allah untuk Rasulullah jauh lebih baik?” Ummu Aiman menjawab, “Aku tidak menangis kerana itu melainkan kerana wahyu dari langit telah terputus (terhenti).” Kata-kata Ummu Aiman itu ternyata mengharukan Abu Bakar dan Umar, lalu kedua-duanya turut menangis.
6. Apabila terselamat dari kesesatan dan menemui kebenaran.
Adakalanya air mata seseorang itu akan menitis apabila ditunjukkan oleh Allah jalan yang benar setelah sekian lama hanyut dalam kelalaian atau kesesatan. Bagi yang berada dalam situasi sedemikian, akan terus menangis dan tangisannya bukan kerana merasa sedih tetapi kerana terlalu gembira dengan hidayah yang diterima itu.
Hal ini pernah terjadi kepada segolongan pendeta apabila mengetahui al-Quran yang diturunkan kepada Rasulullah merupakan kebenaran dari Allah seperti firman-Nya: “Dan apabila mereka itu (segolongan pendeta) mendengar apa-apa yang diturunkan kepada Rasul, engkau akan melihat mereka akan menitiskan air matanya, lantaran mengetahui kebenaran (seraya) mereka berkata; “Hai Tuhan kami! Kami telah beriman. Oleh kerana itu, catatlah kami dalam golongan orang-orang yang menyaksikan. Dan tidak patut kami tidak beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, pada hal kami ingin supaya Tuhan memasukkan kami bersama kaum yang soleh.”
(Surah al-Maidah:83-84)
Daripada maksud firman Allah tersebut, jelaslah bahawa tangisan yang positif mempunyai keutamaan di sisi Islam sehingga tangisan seumpama itu boleh mendatangkan manfaat yang besar.
Ini kerana, orang yang menitiskan air mata kerana Allah sebenarnya merupakan orang yang cukup tinggi rasa keimanan dan taqwanya seperti yang ditunjukkan oleh Rasulullah dalam satu riwayat dari Abu Daud dan Tirmizi bermaksud: “Kami datang kepada Rasulullah sedang baginda menunaikan solat. Maka terdengar nafas tangisnya bagaikan suara air mendidih dalam bejana.”
KUASA CINTA
Petikan: http://sinar.cikedis.com/kuasa-cinta
RASULULLAH SAW bersabda : “Cintailah siapa yang ada di bumi supaya kamu akan dicintai oleh makhluk yang berada di langit”.
(Riwayat Tabrani).
“Kamu tidak akan beriman sehingga kamu berkasih sayang. Mereka berkata : “Kami semua pengasih”. Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya bukanlah mengasihi seorang sahabatnya sahaja, akan tetapi membawa rahmat kepada manusia, mengasihi semua manusia”.
(Riwayat Tabrani).
“Kata pujangga, cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya nampak sekali. Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus memberi kesan kepada tindakan. Sungguh, cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cinta mampu melembutkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat hamba menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta!”
(Jalaluddin Rumi).
Alangkah indahnya Islam! Di dalamnya ada syariat yang mengatur bagaimana seharusnya manusia mengelola perasaan cintanya, sehingga menghasilkan cinta yang lebih dalam, lebih murni dan lebih abadi.
Islam mengajarkan bahawa seluruh kuasa cinta manusia harus dipupuk menuju pada Allah Yang Maha Pencipta, sehingga cinta kepada-Nya jauh melebihi cinta pada sesama makhluk. Justeru, cinta pada sesama makhluk dicurahkan semata-mata kerana mencintai-Nya. Asasnya adalah firman Allah SWT, “Dan di antara manusia ada orang-orang yang mengambil selain Allah untuk dicintainya; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Sedangkan orang-orang yang beriman amat dalam (taat) cintanya kepada Allah”.
(Surah al-Baqarah : Ayat 165).
Islam mengajar manusia tentang pengurusan cinta, iaitu bagaimana manusia seharusnya menyusun skala prioriti cintanya. Urutan tertinggi perasaan cinta adalah kepada Allah SWT, kemudian kepada Rasul-Nya . Cinta pada sesama makhluk diuruskan sesuai dengan firman-Nya iaitu kedua orang ibu-bapa, kaum kerabat , anak-anak yatim, orang-orang miskin, jiran tetangga yang dekat dan jiran tetangga yang jauh, rakan sekerja, ibnu sabil (musafir di jalan Allah) dan hamba sahaya. Sedangkan harta, tempat tinggal, dan kekuasaan mendapat posisi untuk dicintai pada tempat yang lebih rendah. Maha Suci Allah, Allah Maha Hebat!
Perasaan cinta adalah abstrak. Namun perasaan cinta mampu diwujudkan dengan tindakan yang nampak oleh mata. Di antara tanda-tanda cinta seseorang kepada Allah SWT adalah memperbanyakkan bermunajat, mendirikan solat sunat, membaca al-Quran dan berzikir kerana dia ingin selalu bersama dan mencurahkan semua perasaan hanya kepada-Nya. Apabila suara azan dilaungkan maka dia bersegera menuju ke tempat solat untuk berjumpa dengan-Nya. Bahkan bila malam tiba, dia ikhlas bangun tidur untuk berduaan dengan Tuhan kekasihnya melalui Solat Tahajjud. Betapa indahnya jalinan cinta itu!
Ini dapat dilihat daripada kata-kata di bawah:
“Seseorang tidak akan memiliki kebaikan, meraih kemenangan, merasakan kenikmatan dan kesenangan hakiki kecuali mengesakan cintanya kepada Allah SWT semata, dan Allah lebih dicintainya daripada yang lainnya”
(Ibnu Qayyim al-Jauziah).
Namun hati-hati juga dengan cinta, kerana cinta juga dapat membuat orang sihat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, jika cintanya itu disambut oleh para pencinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah para pencinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni.
Ramai yang mengaku mencintai Allah dan sering mengatakan mencintai Rasulullah, namun mustahil semua itu diterima Allah tanpa ada bukti yang diberikan. Contohnya, ketika Allah menguji cintanya, dengan memisahkannya daripada apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah, selalunya manusia sukar menerimanya. Ketika Allah memisahkan seorang gadis daripada kekasih hatinya, selalunya si gadis itu akan lemah, lesu, sedíh, kecewa dan terbaring sakit. Pada ketika seorang isteri dipanggil menghadap Ilahi, si suami pun tidak mempunyai semangat untuk meneruskan kehidupan.
Ketika harta yang dimiliki hangus terbakar, ramai yang masuk ke hospital sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian daripada Allah, kerana Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya pada-Nya. Allah menginginkan bukti, namun manusia kadangkala tidak berdaya membuktikannya, justeru cintanya pada Allah selalu kecundang ketika Allah menarik sedikit nikmat yang telah diberikan-Nya. Itu semua adalah bentuk cinta palsu. Sedangkan semuanya sudah diatur oleh Allah, rezeki, maut, jodoh, dan setiap tarikan nafas kita, itu semuanya sudah ada suratannya pada Allah, kita hanya harus berusaha untuk merealisasikannya.
Sungguh merugikan apabila manusia hanya diletihkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta dengan segala cara, dan tidak mahu membantu orang yang memerlukan pertolongan. Sedangkan nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh amalannya ketika hidup di dunia. Bersungguh-sungguh mencintai Allah, atau terlena oleh dunia yang fana ini. Hanya orang yang bertakwa sahaja yang mampu membuktikan cintanya yang sejati kepada Allah SWT.
Kata-kata yang tepat untuk itu seperti di bawah :
“Aku mencintaimu kerana agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu”.
( Imam Nawawi ).
Yakinlah wahai saudaraku, kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta Allah kepada hambanya yang beriman. Kesusahan yang diberi Allah adalah tarbiyah terhadap ruhiyah kita daripada Allah SWT, agar kita sedar bahawa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak mampu berbuat apa-apa kecuali atas izin-Nya. Akhirnya tinggal bagi kita membuktikan dan berjuang bersungguh-sungguh untuk memperlihatkan cinta kita pada Allah, agar kita terhindar daripada cinta palsu.
Dan Allah tidak akan mengsia-siakan hambanya yang betul-betul berkorban untuk-Nya. Untuk membuktikan cinta kita pada Allah, ada beberapa perkara yang perlu kita persiapkan iaitu iman yang kuat, ikhlas dalam beramal, berusaha bersungguh-sungguh untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah seperti qiyamullail, puasa sunat, membaca al-Quran dan menuntut ilmu. Buah daripada ibadah yang kita lakukan pada Allah, dengan keistiqamahan mengamalkannya dalam setiap hembusan nafas dan langkah hidup ini, InsyaAllah kita akan dapat menggapai cinta dan keredhaan-Nya.
Cinta dan kasih sayang membawa kepada kebahagiaan. Isteri menyayangi suami, ibu bapa menyayangi anak-anak, anak-anak menyayangi ibu bapa, jiran-jiran menyayangi jirannya, maka hasilnya masyarakat akan hidup dengan berkasih sayang dan dunia pun akan aman dan damai.
Kasih sayang penuh dengan rasa ikhlas kerana mencari redha Allah. Kasih kepada seorang saudara mencegahnya daripada menderhakai Allah, sayang dalam persahabatan dalam memburu kejayaan yang diredhai Allah Maha Pencipta, kasih kepada masyarakat dengan seruan ke arah kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat. Itulah kasih sayang yang sejati.
Islam menggalakkan umatnya hidup berkasih sayang. Haram hukumnya membenci serta memutuskan kasih sayang sesama manusia kerana ia mengundang azab Allah.
Antara kekuatan kasih sayang adalah :
1. Hidup dalam berkasih sayang membawa kepada keamanan masyarakat.
2. Cinta dan kasih sayang merupakan motivasi paling hebat dalam diri manusia.
3. Tanpa kasih dan sayang hidup tidak bermakna dan bahagia.
4. Suburkan kasih sayang sesama manusia dengan mengamalkan segala yang diredhai Allah.
RASULULLAH SAW bersabda : “Cintailah siapa yang ada di bumi supaya kamu akan dicintai oleh makhluk yang berada di langit”.
(Riwayat Tabrani).
“Kamu tidak akan beriman sehingga kamu berkasih sayang. Mereka berkata : “Kami semua pengasih”. Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya bukanlah mengasihi seorang sahabatnya sahaja, akan tetapi membawa rahmat kepada manusia, mengasihi semua manusia”.
(Riwayat Tabrani).
“Kata pujangga, cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya nampak sekali. Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus memberi kesan kepada tindakan. Sungguh, cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cinta mampu melembutkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat hamba menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta!”
(Jalaluddin Rumi).
Alangkah indahnya Islam! Di dalamnya ada syariat yang mengatur bagaimana seharusnya manusia mengelola perasaan cintanya, sehingga menghasilkan cinta yang lebih dalam, lebih murni dan lebih abadi.
Islam mengajarkan bahawa seluruh kuasa cinta manusia harus dipupuk menuju pada Allah Yang Maha Pencipta, sehingga cinta kepada-Nya jauh melebihi cinta pada sesama makhluk. Justeru, cinta pada sesama makhluk dicurahkan semata-mata kerana mencintai-Nya. Asasnya adalah firman Allah SWT, “Dan di antara manusia ada orang-orang yang mengambil selain Allah untuk dicintainya; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Sedangkan orang-orang yang beriman amat dalam (taat) cintanya kepada Allah”.
(Surah al-Baqarah : Ayat 165).
Islam mengajar manusia tentang pengurusan cinta, iaitu bagaimana manusia seharusnya menyusun skala prioriti cintanya. Urutan tertinggi perasaan cinta adalah kepada Allah SWT, kemudian kepada Rasul-Nya . Cinta pada sesama makhluk diuruskan sesuai dengan firman-Nya iaitu kedua orang ibu-bapa, kaum kerabat , anak-anak yatim, orang-orang miskin, jiran tetangga yang dekat dan jiran tetangga yang jauh, rakan sekerja, ibnu sabil (musafir di jalan Allah) dan hamba sahaya. Sedangkan harta, tempat tinggal, dan kekuasaan mendapat posisi untuk dicintai pada tempat yang lebih rendah. Maha Suci Allah, Allah Maha Hebat!
Perasaan cinta adalah abstrak. Namun perasaan cinta mampu diwujudkan dengan tindakan yang nampak oleh mata. Di antara tanda-tanda cinta seseorang kepada Allah SWT adalah memperbanyakkan bermunajat, mendirikan solat sunat, membaca al-Quran dan berzikir kerana dia ingin selalu bersama dan mencurahkan semua perasaan hanya kepada-Nya. Apabila suara azan dilaungkan maka dia bersegera menuju ke tempat solat untuk berjumpa dengan-Nya. Bahkan bila malam tiba, dia ikhlas bangun tidur untuk berduaan dengan Tuhan kekasihnya melalui Solat Tahajjud. Betapa indahnya jalinan cinta itu!
Ini dapat dilihat daripada kata-kata di bawah:
“Seseorang tidak akan memiliki kebaikan, meraih kemenangan, merasakan kenikmatan dan kesenangan hakiki kecuali mengesakan cintanya kepada Allah SWT semata, dan Allah lebih dicintainya daripada yang lainnya”
(Ibnu Qayyim al-Jauziah).
Namun hati-hati juga dengan cinta, kerana cinta juga dapat membuat orang sihat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, jika cintanya itu disambut oleh para pencinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah para pencinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni.
Ramai yang mengaku mencintai Allah dan sering mengatakan mencintai Rasulullah, namun mustahil semua itu diterima Allah tanpa ada bukti yang diberikan. Contohnya, ketika Allah menguji cintanya, dengan memisahkannya daripada apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah, selalunya manusia sukar menerimanya. Ketika Allah memisahkan seorang gadis daripada kekasih hatinya, selalunya si gadis itu akan lemah, lesu, sedíh, kecewa dan terbaring sakit. Pada ketika seorang isteri dipanggil menghadap Ilahi, si suami pun tidak mempunyai semangat untuk meneruskan kehidupan.
Ketika harta yang dimiliki hangus terbakar, ramai yang masuk ke hospital sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian daripada Allah, kerana Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya pada-Nya. Allah menginginkan bukti, namun manusia kadangkala tidak berdaya membuktikannya, justeru cintanya pada Allah selalu kecundang ketika Allah menarik sedikit nikmat yang telah diberikan-Nya. Itu semua adalah bentuk cinta palsu. Sedangkan semuanya sudah diatur oleh Allah, rezeki, maut, jodoh, dan setiap tarikan nafas kita, itu semuanya sudah ada suratannya pada Allah, kita hanya harus berusaha untuk merealisasikannya.
Sungguh merugikan apabila manusia hanya diletihkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta dengan segala cara, dan tidak mahu membantu orang yang memerlukan pertolongan. Sedangkan nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh amalannya ketika hidup di dunia. Bersungguh-sungguh mencintai Allah, atau terlena oleh dunia yang fana ini. Hanya orang yang bertakwa sahaja yang mampu membuktikan cintanya yang sejati kepada Allah SWT.
Kata-kata yang tepat untuk itu seperti di bawah :
“Aku mencintaimu kerana agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu”.
( Imam Nawawi ).
Yakinlah wahai saudaraku, kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta Allah kepada hambanya yang beriman. Kesusahan yang diberi Allah adalah tarbiyah terhadap ruhiyah kita daripada Allah SWT, agar kita sedar bahawa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak mampu berbuat apa-apa kecuali atas izin-Nya. Akhirnya tinggal bagi kita membuktikan dan berjuang bersungguh-sungguh untuk memperlihatkan cinta kita pada Allah, agar kita terhindar daripada cinta palsu.
Dan Allah tidak akan mengsia-siakan hambanya yang betul-betul berkorban untuk-Nya. Untuk membuktikan cinta kita pada Allah, ada beberapa perkara yang perlu kita persiapkan iaitu iman yang kuat, ikhlas dalam beramal, berusaha bersungguh-sungguh untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah seperti qiyamullail, puasa sunat, membaca al-Quran dan menuntut ilmu. Buah daripada ibadah yang kita lakukan pada Allah, dengan keistiqamahan mengamalkannya dalam setiap hembusan nafas dan langkah hidup ini, InsyaAllah kita akan dapat menggapai cinta dan keredhaan-Nya.
Cinta dan kasih sayang membawa kepada kebahagiaan. Isteri menyayangi suami, ibu bapa menyayangi anak-anak, anak-anak menyayangi ibu bapa, jiran-jiran menyayangi jirannya, maka hasilnya masyarakat akan hidup dengan berkasih sayang dan dunia pun akan aman dan damai.
Kasih sayang penuh dengan rasa ikhlas kerana mencari redha Allah. Kasih kepada seorang saudara mencegahnya daripada menderhakai Allah, sayang dalam persahabatan dalam memburu kejayaan yang diredhai Allah Maha Pencipta, kasih kepada masyarakat dengan seruan ke arah kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat. Itulah kasih sayang yang sejati.
Islam menggalakkan umatnya hidup berkasih sayang. Haram hukumnya membenci serta memutuskan kasih sayang sesama manusia kerana ia mengundang azab Allah.
Antara kekuatan kasih sayang adalah :
1. Hidup dalam berkasih sayang membawa kepada keamanan masyarakat.
2. Cinta dan kasih sayang merupakan motivasi paling hebat dalam diri manusia.
3. Tanpa kasih dan sayang hidup tidak bermakna dan bahagia.
4. Suburkan kasih sayang sesama manusia dengan mengamalkan segala yang diredhai Allah.
Sabtu, 21 Mei 2011
FADHILAH MEMBACA AL QUR’AN
Alfan Bainofi, S.Pd
Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:
"Al-Qur'an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup paraNabi danRasul, dengan perantaraanMalaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas.
"Al-Qur'an mempunyai 114 surat, dengan surat terpanjang terdiri atas 286 ayat, yaitu Al Baqarah, dan terpendek terdiri dari 3 ayat, iaitu Al-'Ashr ,Al- Kautsar, dan An-Nashr.
Sebahagian ulama menyatakan jumlah ayat di Al-Qur'an adalah 6.236, sebahagian lagi menyatakan 6.666. Perbezaan jumlah ayat ini disebabkan karena perbezaan pandangan tentang kalimah Basmalah pada setiap awal surat ( kecuali At –Taubah ), kemudian tentang kata-kata pembuka surat yang terdiri dari susunan huruf-huruf seperti Yaa Siin, Alif Lam Miim,Ha Mim dll. Ada yang memasukkannya sebagai ayat, ada yang tidak mengikut sertakannya sebagai ayat.
Ayat Al-Qur'an yang pertama diterima Nabi Muhammad SAW adalah 5 ayat pertama surat Al-'Alaq, di Gua Hira, pada tanggal 17 Ramadhan ( 6 Ogos 610 ) pada usia Nabi SAW 40 tahun.
Salah satu tujuan Al Qur’an diturunkan dinyatakan dalam Surat Yunus : Ayat 57 ;
“Hai Manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada di dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
KERANA ITULAH SEBAGAI UMAT MUHAMMAD, adalah dituntut bagi kita setelah beriman kepada Kitab Allah ini, kemudian mempelajari, membaca, mengamalkan dan mengajarkannya.
Adapun keutamaan mempelajari, membaca, mengamalkan dan mengajarkan Al Qur’an di antaranya sebagai berikut :
1. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian daripada rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. (QS Al Fathir:29)
2. Perumpamaan orang Mukmin yang membaca Al Qur’an adalah seperti buah Utrujjah ( sejenis limau / jeruk, baunya harum dan rasanya lazat ), orang mukmin yang tidak suka membaca Al Qur’an adalah seperti buah Kurma ( baunya tidak begitu harum, tapi manis rasanya), orang munafiq yang membaca Al Qur’an ibarat sekuntum bunga ( berbau harum, tetapi pahit rasanya ), orang munafiq yang tidak suka membaca Al Qur’an seperti buah Hanzalah ( sejenis pare, tidak berbau dan rasanya pahit sekali ).( HR.Bukhari & Muslim ).
3. Dari Abu Amamah ra, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda,
“Bacalah Al-Qur’an,karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” ( HR. Muslim )
4. Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw. bersabda yang bermaksud;
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
( HR. Bukhari )
5. Dari Aisyah ra, berkata; bahwa Rasulullah saw. Bersabda :“Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah.”
Dan orang yang membaca Al-Qur’an, sedang ia masih terbata-bata lagi berat dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” ( HR. Bukhari Muslim ).
6. Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul disalah satu rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, akan dilingkupi pada diri mereka dengan rahmat, akan dilingkari oleh para malaikat, dan Allah pun akan menyebut (memuji) mereka di hadapan makhluk yang ada di dekat-Nya.”
( HR.Muslim )
7. Rasulullah SAW bersabda, yang bermaksud, “ (Salah satu ) ibadah utama dari umatku adalah membaca Al-Quran.” ( H.R.Ibnu Majah )
8. “Umatku yang paling mulia adalah penghafal (huffazh) Al-Qur’an”.
( H.R. Tirmidzi ).
9. “Allah SWT berfirman: “Barang siapa disibukkan dengan Al-Qur’an sehingga ia tidak sempat berdoa dan memohon kepada-KU, Maka ia akan AKU anugerahi terbaiknya pahala orang-orang yang bersyukur.” ( H.R. At-Tirmidzi ).
10. “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” ( H.R. At-Tirmidzi )
11. “Sesungguhnya seseorang yang dalam jiwanya tidak ada sedikitpun dari Al Qur’an, ibarat sebuah rumah yang rosak ,” (HR Tirmidzi)
12. Al Hafizh Abu Bakar al-Bazzar meriwayatkan, Yusuf bin Musa memberitahu kami, dari Anas bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Qur’an akan mendatangkan banyak kebaikan, dan rumah yang di dalamnya tidak dibacakan Al-Qur’an akan sedikit kebaikannya.”
13. Dari Abu Hurairah r a, bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah tidak akan dimasuki syaitan.”. At-Tirmidzi mengatakan, “hadits ini hasan shahih.”
14. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Umamah, ia berkata, aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Bacalah Al-Qur’an, kerana sesungguhnya Al-Qur’an itu akan memberi syafaat bagi pembacanya pada hari kiamat kelak. Dan bacalah az-Zahrawain, iaitu surat Al-Baqarah dan Ali-‘Imran, karena kedua surat itu payung yang menaungi atau bagai dua kelompok burung yang mengembangkan sayapnya. Keduanya akan berdalih untuk membela pembacanya pada hari kiamat ,”.
” Kemudian beliau bersabda : ”Bacalah Al-Baqarah, karena membacanya akan mendatangkan berkah dan meninggalkannya berarti kerugian. Dan para tukang sihir tidak akan sanggup menjangkau (pembacanya).”
Hadits ini diriwayatkan juga oleh Muslim dalam kitab ash-Shalah.
ADAB MEMBACA AL QUR’AN
1. Berwudhu, lalu mengambilnya dengan tangan kanan, dan memegangnya dengan ke dua-dua belah tangan.
2. Disunatkan membacanya di tempat yang bersih, (surau , rumah, mushallah), yang paling utama di Masjid.
3. Disunatkan menghadap ke kiblat, khusuk dan tenang, sebaiknya dengan pakaian yang sesuai.
4. Ketika membaca, mulut hendaknya bersih.
5. Sebelum membaca disunatkan membaca Ta ‘awwudz dan Basmalah.
6. Membaca Al Quran dengan tartil / perlahan-lahan (Q.S. 73:4)
7. Bagi orang yang sudah mengerti erti dan maksud ayat-ayat Al Quran disunatkan membacanya dengan penuh perhatian dan pemikiran tentang ayat tersebut dan maksudnya.
8. Disunatkan membaca Al Quran dengan suara yang bagus lagi merdu
(Zayyinul Quraana biaswaatikum) .
9. Janganlah diputuskan hanya karena hendak berbicara dengan orang lain.
By ; Alfan Bainofi
Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:
"Al-Qur'an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup paraNabi danRasul, dengan perantaraanMalaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas.
"Al-Qur'an mempunyai 114 surat, dengan surat terpanjang terdiri atas 286 ayat, yaitu Al Baqarah, dan terpendek terdiri dari 3 ayat, iaitu Al-'Ashr ,Al- Kautsar, dan An-Nashr.
Sebahagian ulama menyatakan jumlah ayat di Al-Qur'an adalah 6.236, sebahagian lagi menyatakan 6.666. Perbezaan jumlah ayat ini disebabkan karena perbezaan pandangan tentang kalimah Basmalah pada setiap awal surat ( kecuali At –Taubah ), kemudian tentang kata-kata pembuka surat yang terdiri dari susunan huruf-huruf seperti Yaa Siin, Alif Lam Miim,Ha Mim dll. Ada yang memasukkannya sebagai ayat, ada yang tidak mengikut sertakannya sebagai ayat.
Ayat Al-Qur'an yang pertama diterima Nabi Muhammad SAW adalah 5 ayat pertama surat Al-'Alaq, di Gua Hira, pada tanggal 17 Ramadhan ( 6 Ogos 610 ) pada usia Nabi SAW 40 tahun.
Salah satu tujuan Al Qur’an diturunkan dinyatakan dalam Surat Yunus : Ayat 57 ;
“Hai Manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada di dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
KERANA ITULAH SEBAGAI UMAT MUHAMMAD, adalah dituntut bagi kita setelah beriman kepada Kitab Allah ini, kemudian mempelajari, membaca, mengamalkan dan mengajarkannya.
Adapun keutamaan mempelajari, membaca, mengamalkan dan mengajarkan Al Qur’an di antaranya sebagai berikut :
1. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian daripada rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. (QS Al Fathir:29)
2. Perumpamaan orang Mukmin yang membaca Al Qur’an adalah seperti buah Utrujjah ( sejenis limau / jeruk, baunya harum dan rasanya lazat ), orang mukmin yang tidak suka membaca Al Qur’an adalah seperti buah Kurma ( baunya tidak begitu harum, tapi manis rasanya), orang munafiq yang membaca Al Qur’an ibarat sekuntum bunga ( berbau harum, tetapi pahit rasanya ), orang munafiq yang tidak suka membaca Al Qur’an seperti buah Hanzalah ( sejenis pare, tidak berbau dan rasanya pahit sekali ).( HR.Bukhari & Muslim ).
3. Dari Abu Amamah ra, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda,
“Bacalah Al-Qur’an,karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” ( HR. Muslim )
4. Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw. bersabda yang bermaksud;
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
( HR. Bukhari )
5. Dari Aisyah ra, berkata; bahwa Rasulullah saw. Bersabda :“Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah.”
Dan orang yang membaca Al-Qur’an, sedang ia masih terbata-bata lagi berat dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” ( HR. Bukhari Muslim ).
6. Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul disalah satu rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, akan dilingkupi pada diri mereka dengan rahmat, akan dilingkari oleh para malaikat, dan Allah pun akan menyebut (memuji) mereka di hadapan makhluk yang ada di dekat-Nya.”
( HR.Muslim )
7. Rasulullah SAW bersabda, yang bermaksud, “ (Salah satu ) ibadah utama dari umatku adalah membaca Al-Quran.” ( H.R.Ibnu Majah )
8. “Umatku yang paling mulia adalah penghafal (huffazh) Al-Qur’an”.
( H.R. Tirmidzi ).
9. “Allah SWT berfirman: “Barang siapa disibukkan dengan Al-Qur’an sehingga ia tidak sempat berdoa dan memohon kepada-KU, Maka ia akan AKU anugerahi terbaiknya pahala orang-orang yang bersyukur.” ( H.R. At-Tirmidzi ).
10. “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” ( H.R. At-Tirmidzi )
11. “Sesungguhnya seseorang yang dalam jiwanya tidak ada sedikitpun dari Al Qur’an, ibarat sebuah rumah yang rosak ,” (HR Tirmidzi)
12. Al Hafizh Abu Bakar al-Bazzar meriwayatkan, Yusuf bin Musa memberitahu kami, dari Anas bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Qur’an akan mendatangkan banyak kebaikan, dan rumah yang di dalamnya tidak dibacakan Al-Qur’an akan sedikit kebaikannya.”
13. Dari Abu Hurairah r a, bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah tidak akan dimasuki syaitan.”. At-Tirmidzi mengatakan, “hadits ini hasan shahih.”
14. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Umamah, ia berkata, aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Bacalah Al-Qur’an, kerana sesungguhnya Al-Qur’an itu akan memberi syafaat bagi pembacanya pada hari kiamat kelak. Dan bacalah az-Zahrawain, iaitu surat Al-Baqarah dan Ali-‘Imran, karena kedua surat itu payung yang menaungi atau bagai dua kelompok burung yang mengembangkan sayapnya. Keduanya akan berdalih untuk membela pembacanya pada hari kiamat ,”.
” Kemudian beliau bersabda : ”Bacalah Al-Baqarah, karena membacanya akan mendatangkan berkah dan meninggalkannya berarti kerugian. Dan para tukang sihir tidak akan sanggup menjangkau (pembacanya).”
Hadits ini diriwayatkan juga oleh Muslim dalam kitab ash-Shalah.
ADAB MEMBACA AL QUR’AN
1. Berwudhu, lalu mengambilnya dengan tangan kanan, dan memegangnya dengan ke dua-dua belah tangan.
2. Disunatkan membacanya di tempat yang bersih, (surau , rumah, mushallah), yang paling utama di Masjid.
3. Disunatkan menghadap ke kiblat, khusuk dan tenang, sebaiknya dengan pakaian yang sesuai.
4. Ketika membaca, mulut hendaknya bersih.
5. Sebelum membaca disunatkan membaca Ta ‘awwudz dan Basmalah.
6. Membaca Al Quran dengan tartil / perlahan-lahan (Q.S. 73:4)
7. Bagi orang yang sudah mengerti erti dan maksud ayat-ayat Al Quran disunatkan membacanya dengan penuh perhatian dan pemikiran tentang ayat tersebut dan maksudnya.
8. Disunatkan membaca Al Quran dengan suara yang bagus lagi merdu
(Zayyinul Quraana biaswaatikum) .
9. Janganlah diputuskan hanya karena hendak berbicara dengan orang lain.
By ; Alfan Bainofi
Khamis, 19 Mei 2011
PESANAN RASULULLAH SAW TERHADAP WANITA DAN LELAKI
Pesanan Rasulullah SAW Terhadap Wanita
1. Dunia ini ialah perhiasan dan SEBAIK-BAIK perhiasan ialah wanita (isteri) yang solehah. (Riwayat Muslim).
2. Mana-mana perempuan yang memakai bau-bauan kemudian ia keluar melintasi kaum lelaki ajnabi, agar mereka mencium bau harumnya maka ia adalah perempuan ZINA,dan tiap-tiap mata yang memandang itu adalah zina. (Riwayat Ahmad, Thabarani dan Hakim)
3. Dikahwini wanita itu kerana empat perkara: kerana hartanya, kerana keturunannya, kerana kecantikannya dan kerana agamanya, maka carilah yang kuat beragama nescaya kamu BERUNTUNG.
4. Wanita apabila ia sembahyang lima waktu, puasa sebulan Ramadhan, memelihara kehormatan serta taat pada suami, maka MASUKLAH mana-mana pintu syurga yang ia kehendaki. (Riwayat dari Ahmad Ibnu Hibban, Thabarani, Anas bin Malik).
5. Perempuan yang melabuhkan pakaian dalam keadaaan berhias BUKAN untuk suami nya dan muhrimnya adalah seumpama gelap gelita di hari kiamat, tiada nur baginya. (Riwayat Tarmizi)
6. Apabila lari seorang wanita dari rumah suaminya, TIDAK diterima sembahyangnya, sehingga ia kembali dan menghulurkan tangan kepada suaminya (meminta maaf). (Riwayat dari Hassan).
7. Wanita yang TAAT pada suami, semua burung-burung di udara, ikan di air,malaikat di langit, matahari dan bulan semuanya beristigfar baginya selama ia masih taat pada suaminya dan diredainya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).
8. Dari Muaz bin Jabal bersabda Rasululllah SAW: Mana-mana wanita yang berdiri di atas kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api, maka diHARAMkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.
9. Tiap-tiap wanita yang menolong suaminya di dalam URUSAN agama, maka Allah memasukkanya dalam syurga lebih dahulu dari suaminya (sepuluh ribu tahun) kerana dia memuliakan suaminya di dunia maka mendapat pakaian dan bau-bauan syurga untuk turun ke mahligai suaminya dan
mengadapnya.
10. Ya, FATIMAH, jika seorang wanita meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya dan memotong kumisnya dan mengerat kukunya, diberi minum Allah akan dia sungai syurga, diiringi Allah baginya sakaratul maut dan akan didapati kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga serta dicatatkan Allah baginya kelepasan dari neraka dan selamatlah ia melintasi titian Siratul-mustaqim.
11.Mana-mana wanita yang berkata kepada suaminya "tidak pernah aku dapat dari engkau satu kebajikan pun". Maka Allah akan HAPUSKAN amalannya selama 70 tahun, walaupun ia berpuasa siang hari dan beribadah pada malamnya.
12.Apabila wanita mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para MALAIKAT untuknya, Allah mencatatkan baginya setiap hari seribu kebajikan dan menghapus baginya seribu kejahatan.
13.Apabila wanita mulai sakit untuk bersalin, Allah mencatatkan baginya PAHALA orang yang berjihad pada jalan Allah (perang sabil).
14.Apabila wanita melahirkan anak KELUARlah dosa-dosa darinya seperti keadaan ibunya melahirkannya.
PESANAN UNTUK LELAKI:
"JANGAN engkau kahwini wanita yang enam, jangan yang ananah, yang mananah,dan yang hananah,dan jangan engkau kahwini yang hadaqah, yang baraqah dan yang syadaqah".
1. Wanita Ananah: Banyak mengeluh dan mengadu, dan tiap saat memperalatkan sakit atau buat-buat sakit.
2. Wanita Mananah: Suka membangkit-bangkit tentang sesuatu terhadap suami. Wanita ini sering mengatakan 'aku buat tu keranamu'.
3. Wanita Hananah: Menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain, yang dikahwininya sebelum ini atau kepada anaknya dari suami yang lain.
4. Wanita Hadaqah: Melemparkan pandangan dan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya utk memiliki barang itu dan memaksa suaminya untuk membelinya.
5. Wanita Baraqah: Ada dua makna, pertama yang sepanjang hari mengilatkan dan menghias mukanya, kedua dia marah ketika makan dan tidak mahu makan kecuali sendirian dan diasingkannya bahagiannya.
6. Wanita Syadaqah: Banyak cakap tidak menentu lagi bising.
Oleh Imam Al-Ghazalli
Wallahu'alam.
TIGA PERKARA KESEMPURNAAN IMAN
RASULULLAH bersabda, “Ada tiga perkara yang barang siapa yang dapat mengumpulkan ketiga hal itu dalam dirinya, maka ia telah dapat mengumpulkan keimanan secara sempurna. Iaitu, memperlakukan orang lain sebagaimana engkau suka dirimu diperlakukan oleh orang lain; memberi salam terhadap setiap orang ( yang engkau kenal mahupun yang tidak engkau kenal ), dan mengeluarkan infak di jalan Allah, meskipun hanya sedikit.”
(HR Bukhari, 9).
Hadis Sahih
(HR Bukhari, 9).
Hadis Sahih
Langgan:
Catatan (Atom)
Kisah Juha Dan Setengah Cambukan
Suatu hari, Juha berhasil menangkap seekor ikan besar yang sangat langka. Ia pun berniat untuk mempersembahkan ikan tersebut kepada sultan d...
-
Biodata & Kisah Hidupnya · by Nabilah Rumainor · Muawiyah bin Abu Sufyan, pengasas Daulah Umawiyah. Artikel ini a...






