DOA -doa Ku... Ya Allah....

... اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله .....YA ALLAH...AMPUNKAN AKU ....Bimbinglah Aku di jalan -MU.. TETAPKAN AKU DALAM KASIH SAYANGMU, ......AMPUNKAN SEGALA KESALAHAN dan DOSA-DOSAKU..DOSA DAN KESALAHAN KEDUA IBU BAPAKU..DAN SEMUA MUSLIMIN MUSLIMAT....KUMPULKAN AKU BERSAMA PARA NABI DAN RASUL...YA ALLAH ...KEKALKAN AKU DAN KETURUNANKU DALAM ISLAM DAN BERIMAN KEPADAMU....YA ALLAH.YA ALLAH, HIDUPKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI, MATIKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI DAN BANGKITKAN AKU (PADA HARI QIAMAT) DI DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG MERENDAH DIRI.. استغفر الله العظيم ASTAGFIRULLAHALAZZIM....سبحان الله...SUBHANALLAH ...الحمد لله..ALHAMDULILLAH...الله أكبر..ALLAHUAKHBAR.....ALLAHUMA SOLLIALA SAYIDINA MUHAMMAD....WAALA ALIMUHAMMAD..........

Isnin, 27 Mei 2019

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞
"Aku meminta agar dijauhkan dari perbuatan dosa maka aku temukan melalui solat Dhuha. 
Aku meminta cahaya kelak di dalam kubur, maka aku temukan dari membaca Al-Quran. 
Aku meminta agar mudah melalui sirath, maka aku temukan melalui puasa dan bersedekah. 
Aku meminta naungan dari ArasyNya Allah kelak, maka aku temukan melalui mencintai para kekasihnya Allah."
[Imam Asy-Syaf’i ‎رحمه الله تعالى]

Selasa, 21 Mei 2019

KALAM ULAMA

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞
“Aku perhatikan semua keadaan manusia dan kudapati tiap orang mempunyai kekasih, tetapi apabila mereka sampai ke alam kubur pasti harus berpisah dengan kekasihnya. Maka aku sedar, dan aku akan jadikan amal solehku sebagai kekasih, agar dia selalu bersamaku sampai kelak di alam kubur.”
[Imam Hatim Al-Asham ‎رحمه الله تعالى]

Jumaat, 19 April 2019

MUTIARA PAGI

*Ketika Allah belum mengizinkan kita mendapatkan apa yang kita minta, Sesungguhnya Dia tengah menyuruh kita mensyukuri apa yang sedang kita punya.*

*Bersabarlah Dalam Menaruh Pengharapan Pada Allah, Sebab Allah Tahu Yang Terbaik Untukmu, Termasuk Waktu Yang Tepat Dikabulkannya Permintaanmu.*
*Andaikan manusia bisa menggali setiap hikmah Allah yang terkandung dalam penciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah akan ia raih. Kenyataannya, akal manusia sangatlah terbatas, pengetahuannya pun terlampau sedikit, sedangkan ilmu Allah sangatlah luas.*
*Bagaikan sinar lampu yang sia sia di bawah sinar terangnya matahari. Dan ini hanyalah permisalan yang kira kira, gambaran aslinya tentu jauh lebih dari itu~*
*Allahﷻ berfirman: “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan 'tidak pula' pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab 'Lauh Mahfuzh' sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. (QS. Al Hadid : 22)*
*Rasulullah ﷺ bersabda:* *“Allah ﷻ telah menetapkan semua takdir seluruh makhluk sejak 50 ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi”. (HR. Muslim)*
*Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegalauan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebahagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari)*
Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah menyukai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang redho maka baginya keredhoan, dan barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan”. (HR. Tirmidzi)*
*Pertolongan Allah mungkin tidak datang terlalu cepat, tidak juga terlalu lambat. Pertolongan Allah selalu datang di saat yang tepat.*
*~Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah nescaya Allah akan mencukupkan 'keperluan' nya.” (QS. Ath Tholaq: 3)*
*Ikhlas bukan pada saat kehilangan sahaja, tapi juga pada mimpi dan harapan yang belum terwujud.*
*Yakinlah bahawa takdir Allah jauh lebih baik dibandingkan khayalan kita.*
*Takdir adalah pertemuan antara ikhtiar manusia dengan kehendak Allah. Redha akan takdir, tanda cinta seorang hamba kepada Robbnya."*
*Teruslah Berhusnudzan Kepada Allah, Kerana Allah Selalu Memberi Yang Terbaik Untuk Setiap Hamba-Hambanya.*
*Tiada daya dan kekuatan melainkan pertolonganNya.*

 *ALLAH Yang MAHA AGUNG.*

Rabu, 13 Mac 2019

KISAH PARA AHLULLAH DAN ZIKIR

Cinta Rasulullah ﷺ:

KISAH 1 -Hadrat Syeikhul Masyaikh Haji Imdadullah Muhajir Makki Rahimahullah berkata pada fasa akhir kehidupan beliau;
"Sekarang usia aku sudah lanjut. Aku tidak lagi mampu menahan nafas panjang. Kini aku bernafas pendek-pendek sahaja, kerana itu aku hanya mampu berzikir ALLAH sebanyak 180 kali sahaja pada satu nafas dengan dharb".

KISAH 2- Imam Rabbani Syeikh Maulana Rashid Ahmad Gangohi Rahimahullah ditanya seseorang mengenai bilangan zikir hariannya. Beliau menjawab;
"Usia untuk berzikir telah berlalu. Setiap organ dan anggota badan semakin melemah. Namun, aku berzikir sebanyak 125000 setiap hari".

Semoga Allah berikan Taufiq dan Hidayah kepada kita semua untuk mengikuti jejak langkah para Ahlullah.

Jumaat, 15 Februari 2019

Kumpulan Kata Mutiara dan Kata Bijak Islam Ibnu Athaillah


Banyak sekali untaian kata kata hikmah penuh nasihat dari Ibnu Athaillah yang sangat bagus untuk disemak. Berikut ini kumpulan quote, kata kata Mutiara Islam dan kata kata bijak Islam dari Ibnu Athaillah yang sarat dengan nasihat untuk kehidupan seorang muslim.

Engkau merdeka dari apa yang tak kau inginkan. Engkau budak dari apa yang kau serakahi
. – Ibnu Athaillah

Kadang umur berlangsung panjang namun manfaat kurang. Kadang pula umur berlangsung pendek namun manfaat melimpah. – Ibnu Athaillah

Sebodoh-bodoh manusia adalah orang yang meninggalkan keyakinannya kerana mengikuti sangkaan orang-orang. – Ibnu Athaillah

Jangan sampai tertundanya karunia Tuhan kepadamu, setelah kau mengulang-ulang doamu, membuatmu putus asa. Kerana Dia menjamin pengabulan doa sesuai pilihan-Nya, bukan sesuai pilihanmu; pada waktu yang diinginkan-Nya, bukan pada waktu yang kau inginkan. – Ibnu Athaillah

Bisa jadi bukan orang yang benar-benar baik. Kamu kelihatan baik hanya karena kamu di antara orang-orang yang lebih buruk dibanding dirimu. – Ibnu Athaillah

Engkau lebih memerlukankan belas kasih-Nya ketika taat daripada ketika bermaksiat. – Ibnu Athaillah

Barangsiapa yang tidak mengetahui nilai sebuah kenikmatan ketika ada, maka ia akan mengetahuinya ketika sudah tidak ada (lenyap). – Ibnu Athaillah

Sebaik-baik waktumu adalah saat engkau menyadari kekuranganmu, dan engkau pun kembali mengakui kerendahanmu. – Ibnu Athaillah

Shalat adalah pembersih hati dari kotoran dosa dan pembuka pintu keghaiban. – Ibnu Athaillah

Siapa yang merasa dirinya tawadhu, bererti ia sombong, kerana tawadhu tidak muncul dari orang yang merasa mulia. Maka dari itu, ketika kau merasa mulia, bererti kau telah sombong. – Ibnu Athaillah

Jika engkau melihat seseorang selalu menjawab segala apa yang ditanyakan kepadanya, mengungkapkan segala apa yang disaksikannya, dan menyebut segala apa yang diketahuinya, maka ketahuilah bahwaa itu tanda-tanda kejahilan (kebodohan) pada dirinya. – Ibnu Athaillah

Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab segala sesuatu yang tidak ditanam maka hasilnya tidak akan sempurna. – Ibnu Athaillah

Seseorang tidak disebut mencintai kalau masih meminta sesuatu dari yang dicintai, namun orang-orang yang betul-betul mencintai ialah orang yang mau berkorban untukmu. Maka sesungguhnya orang yang mencintai ialah orang yang memberimu, bukan orang-orang yang minta diberi pemberianmu. – Ibnu Athaillah

Keinginanmu agar orang lain mengetahui keistimewaanmu adalah bukti ketidakjujuranmu dalam menghambakan diri kepada Allah. – Ibnu Athaillah

Siapa yang tidak mendekat kepada Allah, padahal sudah dihadiahi berbagai kenikmatan, maka akan diseret (agar mendekat) kepada-Nya dengan rantai cobaan. – Ibnu Athaillah

Di antara tanda matinya hati adalah tidak adanya perasaan sedih atas ketaatan yang kau lewatkan, dan tidak adanya perasaan menyesal atas kesalahan yang kau lakukan. – Ibnu Athaillah

Lipatan hakiki adalah kau melipat jarak dunia sehingga kau melihat akhirat lebih dekat ketimbang dirimu sendiri. – Ibnu Athaillah

Di antara tanda-tanda orang yang senantiasa bersandar kepada amal-amalnya adalah kurangnya ar-raja’ (rasa harap kepada rahmat Allah) di sisi alam yang fana. – Ibnu Athaillah

Apabila Allah telah membuatmu jemu dengan makhluk, maka ketahuilah bahwa Dia hendak membukakan pintu kemesraan dengan-Nya. – Ibnu Athaillah

Jangan kau temani atau kau jadikan guru orang-orang yang perilakunya tidak membangkitkan kamu kepada Tuhan dan kata-katanya tidak menunjukkan kamu kepada Tuhan. – Ibnu Athaillah


Kau harus tetap menghadiri majlis ilmu meskipun masih melakukan maksiat. Jika hari ini tidak mendapatkan manfaat, mungkin esok kau akan mendapatkannya. Ketahuilah, satu kali duduk di majelis seorang ulama yang tulus, dapat membuatmu berubah dari sosok pelaku maksiat menjadi hamba yang taat dan takut kepada Allah. – Ibnu Athaillah

Persahabatanmu dengan orang awam yang tidak merestui hawa nafsunya lebih baik dibandingkan persahabatan dengan pemuka agama yang merestui nafsunya. – Ibnu Athaillah

Istirahatkan dirimu atau fikiranmu dari kesibukan mengatur kebutuhan duniamu. Sebab, apa yang sudah dijamin diselesaikan oleh selain kamu, tidak usah engkau sibuk memikirkannya. – Ibnu Athaillah

Kau tunduk kepada alam selama belum melihat Penciptanya. Jika kau telah menyaksikan-Nya maka alam akan tunduk kepadamu. – Ibnu Athaillah

Amal yang kosong dari ikhlas sama sekali tidak berarti, bagaikan jasad tanpa ruh. Keikhlasan merupakan ruh yang menjadikan setiap amal bermakna. – Ibnu Athaillah

Menunda beramal shalih untuk menantikan kesempatan yang lebih lapang termasuk tanda kebodohan jiwa. – Ibnu Athaillah

Kelezatan hawa nafsu yang sudah bersarang di kalbu merupakan penyakit kronis. – Ibnu Athaillah

Jika pagi datang, orang yang lalai akan berpikir apa yang harus dikerjakannya. Sedangkan orang yang berakal akan berpikir apa yang akan dilakukan Allah kepadanya. – Ibnu Athaillah

Beraneka ragamnya jenis amal perbuatan itu adalah karena bermacam-macamnya kondisi spiritual yang datang di dalam hati. – Ibnu Athaillah

Jika kau tidak ingin dipecat, jangan memangku jabatan yang tidak kekal. – Ibnu Athaillah

Jangan kau tuntut Tuhanmu kerana tertundanya keinginanmu, tetapi tuntutlah dirimu karena engkau telah menunda adabmu kepada Allah. – Ibnu Athaillah

Maksiat yang melahirkan rasa hina pada dirimu hingga engkau menjadi perlukan kepada Allah, itu lebih baik daripada taat yang menimbulkan perasaan mulia dan sombong, atau membanggakan dirimu. – Ibnu Athaillah

Pada setiap tarikan nafas, terdapat takdir Allah yang berlaku atas dirimu. – Ibnu Athaillah

Di antara tanda seseorang mengikuti nawa nafsu adalah bersegera melakukan amaliyah-amaliyah yang sunnah namun malas menegakkan yang bersifat wajib. – Ibnu Athaillah

Harapan adalah yang diikuti dengan tindakan. Jika tidak, maka itu hanyalah angan. – Ibnu Athaillah

Salah satu tanda seseorang hanya bergantung pada amal, bukan rahmat Allah, adalah berkurangnya harapan kepada Allah saat berbuat kesalahan. – Ibnu Athaillah

Tatkala berkurang apa yang membuatmu senang, maka berkuranglah pula apa yang kau sedihkan. – Ibnu Athaillah

When Allah inspires your tongue to ask, know that He wants to give. – Ibnu Athaillah

Bilamana Allah menggerakkan lidahmu untuk meminta, maka ketahuilah bahwa Allah ingin memberi. – Ibnu Athaillah

Nothing is difficult if you seek it through your lord. Nothing is easy if you seek it through yourself. – Ibnu Athaillah

Tak ada yang sulit jika engkau mencarinya melalui Tuhanmu. Tak ada yang mudah jika engkau mencarinya melalui dirimu sendiri. – Ibnu Athaillah

God made you to be in the middle between the natural material nature and God’s angelic to introduce high foothold among creatures. You are pearl hidden in the skin of God’s creations. – Ibnu Athaillah

Allah menjadikanmu berada di alam pertengahan antara alam materi dan malakut-Nya guna memperkenalkan tingginya kedudukanmu di antara makhluk. Kau adalah mutiara yang tersembunyi dalam kulit ciptaan-Nya. – Ibnu Athaillah

https://mutiaraislam.net/kata-bijak-mutiara-islam-ibnu-athaillah/

PERBUATAN YANG MEWARISI KEPAPAAN


Dipetik dari kitab Taalim Mutaallim (m/s 43) dan kitab Jauhar Al-Mauhub Wa Minabbahatil Qulub (m/s 102) karangan Syeikh Ali bin Abdul Rahman Al-Kelantani

1) Mengerjakan dosa
2) Melebihkan tidur
3) Tidur bertelanjang
4) Tidur selepas solat subuh
5) Membiarkan makanan yang jatuh. (tidak diambil @ dibersihkan)
6) Mengeringkan anggota badan(termasuk peluh) dengan tepi kain(pakaian) yang sedang dipakai. Untuk penyelesaian, gunakanlah sapu tangan

7) Membakar kulit bawang (merah@putih)

8) Menyapu rumah pada malam hari
9) Meninggalkan sampah pada rumah (tidak dibuang@dibersihkan)
10) Berjalan di hadapan guru (tidak tunduk@hormat)
11) Membasuh tangan dengan tanah
12) Memanggil kedua ibu bapa dengan namanya
13) Meringankan sembahyang. (solat tidak sempurna tanpa kusyuk dan tawaduk)
14) Menjahit pakaian ketika sedang dipakai di badan
15) Bersegera keluar dari masjid
16) Pergi ke pasar pada awal-awal pagi, dan melambatkan kepulangan
17) Tidak membasuh bekas makanan
18) Memadam pelita dengan mulut
19) Menyisir rambut dengan sikat yang patah-patah
20) Meninggalkan berdoa untuk kedua ibu bapa
21) Memakai serban ketika duduk
22) Memakai seluar ketika berdiri
23) Terlalu boros atau bakhil dalam berbelanja
24) Membuang kahak ketika qada hajat
25) Menyapu rumah dengan kain (pakaian)
26) Cungkil gigi dengan pencungkil kayu (gunalah tali)
27) Duduk di bendul rumah
28) Duduk di antara belahan pintu
29) Berwudhu di tempat tidur
30) Makan sesuatu ketika berjunub


wallahua'alam

http://jamaluddinab.blogspot.com/2009/08/perbuatan-yang-mewarisi-kepapaan.html

SEGERA MENCAPAI PINTU TAUBAT - Syaikh Abdul Qadir al-Jailani

(Ahad,10 Syawal 545 H)

Sabda Rasulullah SAW :
“Barangsiapa yang dibukakan pintu kebaikan, maka hendaklah dia mencapainya, kerana sesungguhnya ia tidak mengetahui, bila pintu itu akan tertutup baginya”
Wahai pemuda. “Bertaubatlah kamu. Bukankah kamu telah melihat, bahawa Allah akan menguji kamu dengan berbagai dugaan hingga kamu bertaubat…? Sementara engkau tidak berfikir, mlahan engkau bertahan dalam kederhakaanmu itu.

-
Syaikh Abdul Qadir al-Jailani berkata : “Tetaplah engkau untuk sentiasa redha dengan Allah, dalam keadaan petaka atau sengsara, dalam keadaan miskin atau kaya, dalam keadaan susah atau senang, dalam keadaan sihat atau sakit, dalam keadaan buruk atau baik, ketika memperoleh yang engkau kehendaki atau tidak. Aku tidak tahu ubat apa yang sesuai untukmu, selain daripada menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah yang Al-Haq. Jika dia menetapkan sesuatu yangmerugikan kamu, janganlah kamu benci kepada-NYA serta jangan pula kamu menjauhkan diri daripadanya.Kerana semua itu adalah ujian dan cubaan terhadapmu.

-jika sedar dan berubah,pasti Allah menukarkan kegelisahmu dengan ketenangan dan jiwamu akan menjadi tenang,tenteram dalam mentauhidkan-Nya.

Jika Al-Haq menghendaki agar hambanya menjadi baik, maka Dia akan memberikan Hidayah, mengajar mereka, mengawasi mereka, menerangi mereka, memberikan kesempatan kepada mereka, mendekatkan mereka kepada-Nya dan memberikan sinar kedalam hati mereka.

Celakalah kamu, kamu membaca dan menghafal sunnah Rasulullah, tetapi kamu tidak mengamalkannya. Engkau menyuruh manusia mengerjakan kebaikan sedangkan engkau sendiri tidak melakukannya.
Seperti Firman Allah SWT dalam surah Al-Shaf ayat 3 yang bermaksud :
“Sebesar-besar kebencian Allah, ialah bahawa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”

Sesiapa yang telah beramal sehingga kemudian mereka mencapai satu kedudukan(maqam) dimana tiada lagi perintah ataupun larangan. Tidak henti-henti mereka menyendiri(khalwat) bersama ALLAH. Kerana meninggalkan ibadah-ibadah wajib, bermakna seorang itu telah jatuh Zindiq. Tidak ada kewajipan yang gugur dari seseorang, walau dalam keadaan bagaimana juapun dia, atau apa pun tahap dan maqamnya.

Wahai kaumku, Ambillah nasihat dari Al-Quran itu dengan mengamalkannya, bukan dengan mendiskusi, memperdebat, atau menseminarkannya.

“Tidak akan ada kebahagiaan di hatimu, apabila disana bersemayam sesuatu selain Allah, bahkan seandainya kamu sujud selama seribu tahun diatas bara api sekalipun, sementara hatimu kepada selain Allah, maka hal itu tidak bermanfaat kepadamu.

Hati..! Hatilah yang beriman…! Hatilah yang mengesakan Allah…! Hatilah yang memurnikan aqidah..! Hatilah yang ikhlas…! Hatilah yang bertakwa…! Hatilah yang memelihara diri daripada yang Haram dan Syubhat…! Hatilah yang yakin…! Hatilah yang zuhud…! Hatilah yang arif…! Hatilah yang beramal…! Hatilah yang memimpin seluruh tubuh manusia, sementara seluruh anggota adalah anggota pasukan dan pengikutnya. Oleh itu, jika kamu ingin menyucapkan LAILA HAILLALLAH, maka lebih dulu hendaklah kamu ucapkan dengan hatimu, kemudian kamu iringinya dengan lidah.

Jihad Batin – Lebih berat dari jihad zahir kerana jihad batin adalah satu jihad yang berterusan. Bermaksud memutuskan semua kehendak dan dorongan hawa nafsu untuk melakukan perkara-perkara yang terlarang serta mengekang keinginan terhadapnya.

Wahai hamba…! Setiap yang engkau pandang sebagai kebaikan dan engkau mencintainya, maka cintamu itu adalah bukan cinta yang sejati. Engkau sedang terpedaya. Cinta yang hakiki adalah cinta yang tidak berubah, iaitu cinta kepada Allah, yakni cinta yang engkau lihat dengan dua mata hatimu, iaitu cinta para Al-Shiddiqin Ruhaniyyin. Mereka tidam menyintai dengan keimanan mereka, tetapi dengan keyakinan dan mata hati mereka. Terbukalah hijab yang menyelubungi mata hati mereka, sehingga mereka mampu melihat apa yang ada di alam ghaib, melihat sesuatu yang tidak mungkin bagi mereka untuk menjelaskannya.


Seorang yang berzuhud dan berada pada tahap permulaan, mesti menghindarkan diri daripada semua manusia dan orang-orang fasiq yang melakukan maksiat. Tetapi setelah mencapai tahap kesempurnaan, dia tidak akan menghindarkan,diri bahkan dia akan mencari mereka kerana penawar mereka itu ada padanya. Kerana apabila seseorang itu telah mengenal Allah, dia tidak akan menghindar dari sesuatu apapun dan tidak akan takut selain daripada Allah. Barangsiapa yang sudah sempurna ma’rifatnya kepada Allah, maka ma’rifat itulah yang akan menjadi pemandu baginya.

Seseorang bertanya kepada Syeikh bagaimana untuk mengeluarkan cinta kepada dunia.
“Hendaklah engkau melihat dengan kedua-dua mata hatimu kepada cacat-cela dunia ini. Perangilah hawa nafsumu hingga ia menjadi tenang. Jika nafsumu telah tenang, maka engkau akan mampu melihat cacat-cela dunia ini dan kamu akan bersikap zuhud terhadap dunia ini. Ketenangan itu akan wujud jika engkau memandang dari hati dan menyesuaikannya dengan bisikan batinmu. 


“Jika engkau menginginkan kema’rifatan kepada Allah, maka engkau redhalah dengan qada dan qadar-Nya, dan janganlah engkau jadikan nafsu, syahwat, perangai, dan keinginanmu sebagai sekutu bagi-Nya dalam kedua-dua hal tersebut.”

Ketahuilah bahawa para guru amal dan guru ilmu akan menunjukkan engkau jalan menuju Allah. Langkah tahap pertama ialah dengan perkataan, dan pada tahap kedua ialah dengan mengamalkannya. Dengan cara ini, engkau akan bertemu dengan Allah.
Beramallah engkau kepadanya dan janganlah engkau mengharapkan pahala yang banyak. Beramallah dengan tujuan untuk mencapai dan meraih keredhaannya serta kedekata kepadanya. Pahala adalah keredhaan-Nya kepadamu dan kedekatanmu kepada-Nya dunia dan akhirat.

Peringkat pertama ialah engkau belajar kepada makhluk berkenaan hokum. Kemudian pada peringkat kedua hendaklah engkau belajar dari Khaliq mengenai ilmu Ladunni, Yakni ilmu-ilmu yang khusus untuk hati dan batin. Oleh itu carilah guru yang mursyid, kerana engkau tidak dapat belajar tanpa guru.

Barangsiapa di antara kamu yang ingin menghidupkan hatinya, maka hendaklah dia membiasakan berzikir kepada Allah didalam hatinya itu dan hendaklah dia merasakan ketenteraman bersama-Nya.Wahai hamba…! Berzikirlah engkau kepada Allah dengan hatimu sebanyak seribu kali dan dengan lisanmu sekali.

Berzikir yang dilakukan hanya dengan lisan tanpa menggunakan hati, tidak memberikan kemuliaan kepadamu. Zikir adalah zikir hati dan zikir batin, kemudian zikir lisan. Berzikirlah kamu kepada-Nya, sehingga zikir itu melebur dosa-dosamu, dengan demikian engkau tidak menanggung dosa sama sekali.

Follow by Email