DOA -doa Ku... Ya Allah....

... اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله .....YA ALLAH...AMPUNKAN AKU ....Bimbinglah Aku di jalan -MU.. TETAPKAN AKU DALAM KASIH SAYANGMU, ......AMPUNKAN SEGALA KESALAHAN dan DOSA-DOSAKU..DOSA DAN KESALAHAN KEDUA IBU BAPAKU..DAN SEMUA MUSLIMIN MUSLIMAT....KUMPULKAN AKU BERSAMA PARA NABI DAN RASUL...YA ALLAH ...KEKALKAN AKU DAN KETURUNANKU DALAM ISLAM DAN BERIMAN KEPADAMU....YA ALLAH.YA ALLAH, HIDUPKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI, MATIKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI DAN BANGKITKAN AKU (PADA HARI QIAMAT) DI DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG MERENDAH DIRI.. استغفر الله العظيم ASTAGFIRULLAHALAZZIM....سبحان الله...SUBHANALLAH ...الحمد لله..ALHAMDULILLAH...الله أكبر..ALLAHUAKHBAR.....ALLAHUMA SOLLIALA SAYIDINA MUHAMMAD....WAALA ALIMUHAMMAD..........

Sabtu, 14 Januari 2017

KETURUNAN NABI MUHAMMAD ﷺ BERTEBARAN DI MUKA BUMI

Prof.Dr. Syaikh Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah atau biasa dikenal dengan Buya Hamka, menjelaskan di dalam kitab tafsir karya beliau, kitab Tafsir al-Azhar mengenai tafsir surat al-Kausar, Ayat; 3,"Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus." (QS. Al-Kausar: Ayat 3)

Dikisahkan mengenai sebab-sebab turunnya ayat ini bahwasanya kaum kafir Quraisy di antaranya Abu Lahab, Al-Ash bin Wail, Oqbah bin Abi Mu'ith dan orang-orang musyrikin lainya gembira ria dan menghina serta mencemuh nabi Muhammad ﷺ sebab semua anak laki-laki nabi meninggal di waktu kecil, mereka beranggapan bahawa habislah dan telah putus keturanan nabi Muhammad ﷺ dan tidak akan ada sebutannya lagi.

Maka turunlah surat Al-Kausar: Ayat: 3."Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus."

Prof. Dr Buya Hamka juga menjelaskan di akhir tafsir ayat ini:

"Abul Fadhl Al-Arudhiy mentafsirkan pula bahawa Al-Kautsar, pemberian yang sangat banyak itu dianugerahkan Allah juga bagi nabi Muhammad ﷺ dengan keturunan dari pihak anak perempuan, iaitu keturunan Fatimah, yang sampai sekarang sudah 14 abad masih saja bertebaran di muka bumi ini, ada yang menjadi raja-raja besar di negeri-negeri besar, ada yang menjadi ulama dan berpolitik, sedang orang yang membencinya itu maka putuslah berita mereka, tidak ada khabarnya lagi. 

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Follow by Email