DOA -doa Ku... Ya Allah....

... اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله .....YA ALLAH...AMPUNKAN AKU ....Bimbinglah Aku di jalan -MU.. TETAPKAN AKU DALAM KASIH SAYANGMU, ......AMPUNKAN SEGALA KESALAHAN dan DOSA-DOSAKU..DOSA DAN KESALAHAN KEDUA IBU BAPAKU..DAN SEMUA MUSLIMIN MUSLIMAT....KUMPULKAN AKU BERSAMA PARA NABI DAN RASUL...YA ALLAH ...KEKALKAN AKU DAN KETURUNANKU DALAM ISLAM DAN BERIMAN KEPADAMU....YA ALLAH.YA ALLAH, HIDUPKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI, MATIKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI DAN BANGKITKAN AKU (PADA HARI QIAMAT) DI DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG MERENDAH DIRI.. استغفر الله العظيم ASTAGFIRULLAHALAZZIM....سبحان الله...SUBHANALLAH ...الحمد لله..ALHAMDULILLAH...الله أكبر..ALLAHUAKHBAR.....ALLAHUMA SOLLIALA SAYIDINA MUHAMMAD....WAALA ALIMUHAMMAD..........

Isnin, 17 Mac 2014

SEMAT AL-QURAN DALAM DIRI

Semat al-Quran dalam diri -Posted by epondok

BAGI orang -orang yang dalam dirinya sudah terpahat ayat-ayat ALLAH SWT pasti sudah ada sebuah kebahagiaan tersendiri. Bagi mereka, persoalan di atas sudah tidak memberi apa-apa ukuran untuk sebuah kebahagiaan.

Mereka tetap menjadi orang-orang yang bersyukur terhadap apa yang terjadi dalam hidupnya. Andai ada musibah yang menimpanya, ia akan beristighfar. Andai nikmat yang diperolehnya, pasti ucapan yang keluar di bibir adalah ucap syukur Alhamdulillah.

Jika al-Quran sudah dijadikan petunjuk hidup, ia akan membuat seseorang menjadi tenang. Ia sudah mempunyai penyelesaian terhadap segala persoalan. Cara pandang juga pasti berbeza dari orang-orang kebanyakan yang tidak merujuk kepada al-Quran.

Orang yang menjadikan ayat-ayat al-Quran sebagai panduan hidupnya, tidak akan berasa takut ketika perjalanan hidupnya membawa kepada keadaan yang paling sulit sekalipun.

Mungkin pada awalnya hati mereka bergetar terhadap ujian yang dihadapi. Namun, ketika kembali mengingati ALLAH, mereka bersangka baik padaNya. Walau di mana keadaan kita, apakah sedang berada di bawah, di tengah atau di atas, sentiasalah bersangka baik terhadap takdir ALLAH.

Jika seseorang itu sudah mencapai tahap mencari keredaan ALLAH, maka dia pasti sudah tidak berfikir lagi apakah perintah ALLAH itu mampu memuaskan akal dan nafsunya atau tidak. Bagaikan melihat sebuah lukisan, dia sudah tidak perlu berfikir apakah lukisan itu abstrak atau realistik.

Pandangan hidup sehari-hari bagaikan pergantian siang dan malam. Hal yang membezakan antara seorang Muslim dengan orang kafir adalah cara pandangnya dalam melihat pergantian hari daripada terang ke gelap atau sebaliknya. Lalu bagaimana supaya cara pandang kita terhadap Quran berbeza?

Pertama, ayat-ayat al-Quran yang ALLAH turunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah ayat yang sama yang kita baca hingga kini. Kedua, kita harus menggunakan secara maksimum indera pendengaran dan penglihatan kita sebagai salah satu cara memasukkan al-Quran dalam diri kita.

Hasilnya adalah sebuah kesedaran bahawa dalam ayat ALLAH terdapat sebab dan akibat yang harus ditanggung. Akhirnya kita akan bersedia dari awal agar tidak menanggung azab hasil dari perbuatan sekarang.

Apabila kita cuba melihat al-Quran memalui sudut pandang seorang Rasul yang bernama Muhammad, ia akan memberi suntikan semangat.

Dengan cara ini akan membawa kita lebih memahami dan menghayati firman ALLAH. Menjadi manusia hebat di mata ALLAH dan RasulNya seharusnya dijadikan motivasi bagi setiap manusia.

Juara di akhirat

Di saat ramai orang berlumba mendapatkan pengiktirafan dan penghargaan sesama sendiri dengan pelbagai ganjaran dan limpahan kekayaan, ada yang hadir dengan pemikiran untuk tampil hebat di mata ALLAH.

Kalimah ‘Menjadi Juara Akhirat’, adalah suatu cara pandang baru yang dilontarkan. Menurut salah seorang ulama Indonesia, Ustaz Bachtiar Nasir, sesiapa yang menjadikan ayat-ayat ALLAH sebagai panduan dalam kehidupan, maka dia adalah seorang yang hebat. Manusia merupakan sebaik-baik penciptaan, dan jika kehidupannya dilandasi al-Quran dan as-Sunnah pasti akan menjadi lebih hebat.

Firman ALLAH: “Sesungguhnya, Kami telah ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (Surah Al-Tin: 4)

Tiga ayat dalam Surah Al-Qasas (ayat 71 hingga 73) adalah bukti kebenaran mengenai kebergantungan dan penyerahan hidup sepenuhnya kepada al-Quran. Dalam ayat 71 yang membawa maksud “Katakanlah (Muhammad), “Apa pendapatmu, jika ALLAH menjadikan malam itu terus menerus sehingga hari kiamat. Siapakah Tuhan selain ALLAH yang akan mendatangkan cahaya terang kepadamu? Adakah kamu tidak mendengar?”

Kalimah “Maka, apakah kamu tidak mendengar?” ini menunjukkan bahawa al-Quran perlu dipasakkan di dalam diri. Ayat ini menunjukkan kepada kita tentang al-Quran yang berkait rapat dengan alam semesta.

Ayat ini juga menunjukkan tingkat ketertundukkan kita pada ALLAH. Semua yang disaksikan di alam semesta  menjadi saksi. Ayat-ayat ALLAH digunakan untuk kita lebih mengenal ALLAH Yang Maha Khaliq sebagai pencipta.

Kecintaan terhadap ALLAH akan terlihat saat hati kita mula bergetar ketika ayat-ayat ALLAH ini dibacakan. Getarannya akan bertambah bila mana nama ALLAH disebut. Hal ini akan menambah ketakwaannya.

Di sebalik pergantian siang dan malam terdapat satu rahsia besar. Hadirnya siang menunjukkan tentang kekuasaan ALLAH yang mampu menghadirkan sinar mentari.

Sedangkan di sebalik kelamnya malam, terdapat kejahatan yang tersembunyi. Dalam surah Al-Falaq ada menyatakan tentang kejahatan malam apabila telah gelap gelita.

Al-Quran adalah kitab hidayah. Ia diturunkan oleh ALLAH kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umatnya. Dalamnya terkandung panduan bagi menjalani kehidupan di dunia hingga ke alam akhirat.

Bagi sesiapa yang mengikuti panduan al-Quran pasti akan berjaya dan selamat. Bagi mereka yang menolak dan menjauhi al-Quran, hidupnya pasti akan gagal dan menemui kesengsaraan.

Kejayaan bersama dengan al-Quran, di situlah letaknya kebahagiaan yang sebenar. Saat mendengarnya pun sudah merasa ketenangan dan kebahagiaan, bagaimana pula yang indah didengar lalu dapat dirasai oleh setiap anggota tubuh dengan melaksanakan panduan yang terkandung dalamnya.

Ibarat makanan yang kelihatan lazat di mata, ia tidak mampu diketahui melainkan dengan merasa untuk dinikmati dan disyukuri.

Namun, andai ada yang membenci dan menjauhkan diri  darinya, masih adakah buku panduan lain selain dari al-Quran yang lebih tepat dan dijamin mampu merawat derita jiwa yang bergelojak?

Itulah al-Quran sumber kekuatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

http://epondok.wordpress.com/2014/03/17/semat-al-quran-dalam-diri/

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Follow by Email