DOA -doa Ku... Ya Allah....

... اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله .....YA ALLAH...AMPUNKAN AKU ....Bimbinglah Aku di jalan -MU.. TETAPKAN AKU DALAM KASIH SAYANGMU, ......AMPUNKAN SEGALA KESALAHAN dan DOSA-DOSAKU..DOSA DAN KESALAHAN KEDUA IBU BAPAKU..DAN SEMUA MUSLIMIN MUSLIMAT....KUMPULKAN AKU BERSAMA PARA NABI DAN RASUL...YA ALLAH ...KEKALKAN AKU DAN KETURUNANKU DALAM ISLAM DAN BERIMAN KEPADAMU....YA ALLAH.YA ALLAH, HIDUPKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI, MATIKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI DAN BANGKITKAN AKU (PADA HARI QIAMAT) DI DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG MERENDAH DIRI.. استغفر الله العظيم ASTAGFIRULLAHALAZZIM....سبحان الله...SUBHANALLAH ...الحمد لله..ALHAMDULILLAH...الله أكبر..ALLAHUAKHBAR.....ALLAHUMA SOLLIALA SAYIDINA MUHAMMAD....WAALA ALIMUHAMMAD..........

Isnin, 11 Mei 2015

KEUTAMAAN KALIMAH LA ILAHA ILLALLAH

Oleh ALy Muhammad 
Kajian Islam

i Dalam penulisan kali ini alfaqir akan memberikan/ membahas tentang keutamaan dari LAA ILAAHA ILLALLAAH yang alfaqir ambil/kutip dari kitab-kitab kuning salafunash sholeh terdahulu, iaitu sebagai berikut:

 ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺃﻓﻀﻞ ﻣﺎﻗﻠﺖ ﺃﻧﺎ ﻭﺍﻟﻨﺒﻴﻮﻥ ﻣﻦ ﻗﻠﺒﻲ : ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ 

Nabi Saw. bersabda : Seutama-utama ucapan yang pernah kusebutkan, begitu pula para Nabi sebelumku ialah LAA ILAAHA ILLALLAAH. (Kitab An Nashaaih Ad Diniyah)

 ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺯُﻫَﻴْﺮُ ﺑْﻦُ ﺣَﺮْﺏٍ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺟَﺮِﻳﺮٌ ﻋَﻦْ ﺳُﻬَﻴْﻞٍ ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﺩِﻳﻨَﺎﺭٍ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺻَﺎﻟِﺢٍ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻟْﺈِﻳﻤَﺎﻥُ ﺑِﻀْﻊٌ ﻭَﺳَﺒْﻌُﻮﻥَ ﺃَﻭْ ﺑِﻀْﻊٌ ﻭَﺳِﺘُّﻮﻥَ ﺷُﻌْﺒَﺔً ﻓَﺄَﻓْﻀَﻠُﻬَﺎ ﻗَﻮْﻝُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺃَﺩْﻧَﺎﻫَﺎ ﺇِﻣَﺎﻃَﺔُ ﺍﻟْﺄَﺫَﻯ ﻋَﻦْ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻖِ ﻭَﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺀُ ﺷُﻌْﺒَﺔٌ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺈِﻳﻤَﺎﻥِ 

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Jarir dari Suhail dari Abdullah bin Dinar dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 

“Iman itu ada tujuh puluh tiga sampai tujuh puluh sembilan, atau enam puluh tiga sampai enam puluh sembilan cabang. Yang paling utama adalah perkataan, LAA ILAAHA ILLALLAHU (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah). Dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu itu adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim No.51) 


ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻔﺎﻛﻬﺎﻧﻲ : ﺇﻥ ﻣﻼﺯﻣﺔ ﺫﻛﺮﻫﺎ ﻋﻨﺪ ﺩﺧﻮﻝ ﺍﻟﻤﻨﺰﻝ ﺗﻨﻔﻲ ﺍﻟﻔﻘﺮ، ﻭﻗﺪ ﻭﺭﺩ ﺃﻥ : ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻻ ﺍﻟﻪ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﻣَﺪَّﻫﺎ ﻫُﺪِﻣَﺖْ ﻟَﻪُ ﺃﺭْﺑَﻌَﺔ ﺁﻻﻑٍ ﺫَﻧْﺐٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻜَﺒَﺎﺋِﺮِ. ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻳﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﺈﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻟَﻪُ ﺷَﻲْﺀٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻜَﺒَﺎﺋِﺮ؟ ﻗﺎﻝ : ﻳُﻐْﻔَﺮُ ﻷﻫْﻠِﻪِ ﻭﻟِﺠﻴﺮَﺍﻧِﻪِ، ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ  Al Fakihani berkata:

 “Bahwasanya membiasakan (membaca LAA ILAAHA ILLALLAHU) ketika memasuki rumah, maka dapat menolak kefaqiran. Disebutkan bahawa barangsiapa yang membaca LAA ILAAHA ILLALLAHU dengan memanjangkannya (saat membaca laa), maka gugurlah baginya empat ribu dosa besar. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah saw. jika ia tiak mempunyai suatu dosa besar?” Baginda bersabda: “Dapat mengampuni keluarganya dan tetangga-tetangganya”. Hadits diriwayatkan oleh Al Bukhori. (Kitab Tanqihul Qaul)

 ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻛُﻞَّ ﻳَﻮْﻡٍ ﻻ ﺇﻟٰﻪَ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪ ﻣَﺎﺋَﺔَ ﻣَﺮَّﺓ ﺟَﺎﺀَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻭَﻭَﺟْﻬُﻪُ ﻛَﺎﻟﻘَﻤَﺮِ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟﺒَﺪْﺭِ 

Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa setiap hari membaca LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH (Tidak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah) sebanyak seratus (100) kali, maka ia datang pada hari kiamat mukanya bagaikan bulan purnama”. (Kitab Lubabul Hadits)

 ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ ﻻَ ﺇﻟٰﻪَ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭَﺃَﻓْﻀَﻞُ ﺍﻟﺪُﻋَﺎﺀِ ﺍﻟﺤَﻤْﺪُ ﻟﻠﻪِ 

Nabi saw. bersabda: “Dzikir yang paling utama adalah LAA ILAAHA ILLALLAHU dan do’a yang paling utama adalah ALHAMDULILLAAH”. (Kitab Lubabul Hadits)

 ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﻼﻣﻲ ﻭﺃﻧﺎ ﻫﻮ، ﻣﻦ ﻗﺎﻟﻬﺎ ﺩﺧﻞ ﺣﺼﻨﻲ، ﻭﻣﻦ ﺩﺧﻞ ﺣﺼﻨﻲ ﺃﻣﻦ ﻣﻦ ﻋﻘﺎﺑﻲ 

Nabi saw. bersabda: Allah Ta’ala berfirman dalam hadits qudsi: “LAA ILAAHA ILLALLAHU ucapan-Ku, dan Aku adalah Allah, barangsiapa membacanya maka ia masuk benteng-Ku, dan barangsiapa masuk benteng-Ku maka ia aman dari siksa-Ku”. (Kitab Tanqihul Qaul)

 ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻻ ﺍﻟﻪ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﺣِﺼْﻨِﻲ ﻭَﻣَﻦْ ﺩَﺧَﻞَ ﺣِﺼْﻨِﻲ ﺃﻣِﻦَ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ ﺍﻟﻠﻪ 

Nabi saw. bersabda: “LAA ILAAHA ILLALLAHU adalah benteng-Ku, dan barangsiapa masuk benteng-Ku maka ia aman dari siksa Allah”. (Kitab Lubabul Hadits)

 ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺃَﺩُّﻭﺍ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺃﺑْﺪَﺍﻧِﻜُﻢْ ﺑِﻘَﻮْﻝِ ﻻَ ﺇﻟٰﻪَ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ 

Nabi saw. bersabda: “Sampaikanlah zakat badan-badanmu dengan ucapan: LAA ILAAHA ILLALLAHU (Tiada Tuhan selain Allah)”. (Kitab Lubabul Hadits)

 ﻭﺃﺧﺮﺝ ﺍﺑﻦ ﻋﺴﺎﻛﺮ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺇﻥَّ ﻗَﻮﻝَ ﻻ ﺍﻟﻪ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗَﺪﻓَﻊُ ﻋَﻦ ﻗَﺎﺋِﻠﻬﺎ ﺗِﺴﻌَﺔً ﻭَﺗِﺴﻌِﻴﻦَ ﺑﺎﺑﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺒَﻼﺀِ ﺃﺩﻧَﺎﻫَﺎ ﺍﻟﻬَﻢُّ 

Dikeluarkan oleh Ibnu Asakir dari Abnu Abbas ra. Berkata Rasululllah saw.: “Sesungguhnya ucapan LAA ILAAHA ILLALLAHU dapat menolak dari pembacanya sembilanpuluh Sembilan pintu bencana yang terendah adalah kedukaan”. (Kitab Tanqihul Qaul) 

ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻻ ﺍﻟﻪ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﺧَﺮَﺝَ ﻣِﻦْ ﻓِﻴﻪِ ﻃﺎﺋِﺮٌ ﺃﺧْﻀَﺮُ ﻟَﻪُ ﺟَﻨَﺎﺣَﺎﻥِ ﺃﺑْﻴَﻀَﺎﻥِ ﻣُﻜَﻠَّﻼﻥِ ﺑِﺎﻟﺪُّﺭِّ ﻭَﺍﻟﻴﺎﻗُﻮﺕِ ﻳَﺼْﻌَﺪُ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻓَﻴُﺴْﻤَﻊُ ﻟﻪ ﺩَﻭِﻱٌّ ﺗَﺤْﺖَ ﺍﻟﻌَﺮْﺵِ ﻛَﺪَﻭِﻱِّ ﺍﻟﻨَّﺤْﻞِ، ﻓَﻴُﻘَﺎﻝُ ﻟَﻪُ ﺍﺳْﻜُﻦْ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﻻ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻐْﻔِﺮ ﻟِﺼَﺎﺣِﺒﻲ ﻓَﻴُﻐْﻔَﺮُ ﻟِﻘَﺎﺋِﻠِﻬﺎ، ﺛُﻢَّ ﻳُﺠْﻌَﻞُ ﺑَﻌْﺪَ ﺫﺍﻟِﻚَ ﻟِﻠﻄَّﺎﺋِﺮِ ﺳَﺒْﻌُﻮﻥَ ﻟِﺴَﺎﻧﺎ ﺗَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﻟِﺼَﺎﺣِﺒِﻪِ ﺇﻟﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻓﺈﺫَﺍ ﻛﺎﻥَ ﻳَﻮْﻡُ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺟَﺎﺀَ ﺫﺍﻟِﻚَ ﺍﻟﻄَّﺎﺋِﺮُ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﻗَﺎﺋِﺪَﻩُ ﻭَﺩَﻟِﻴﻠَﻪُ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔِ 

Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa membaca LAA ILAAHA ILLALLAHU maka keluarlah dari mulutnya seekor burung hijau dengan dua sayap putih yang berkulit dengan mutiara dan yakut, ia naik kelangit dan diperdengarkan padanya suara di bawah arasy bagaikan suara lebah, lalu dikatakan kepadanya: “Diamlah” sahutnya: “Tidak, sehingga Engkau mengampuni saudaraku”, Maka ia mengampuni pembacanya. Kemudian sesudah itu dijadikanlah pada burung itu tujuh puluh mulut yang memohonkan ampun pada sahabatnya sampai hari kiamat. Maka jika terjadi kiamat burung itu datang sebagai penuntunnya dan penunjuknya ke syurga. (Kitab Lubabul Hadits)

 ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻋَﺒْﺪٍ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻻ ﺇﻟٰﻪَ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻻَّ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠﻪ ﺗَﻌَﺎﻟﻰ ﺻَﺪَﻕَ ﻋَﺒْﺪِﻱ ﺃﻧﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﺇﻟٰﻪَ ﺇﻻَّ ﺃﻧﺎ ﺃُﺷْﻬِﺪُﻛُﻢْ ﻳﺎ ﻣَﻼﺋَﻜَﺘِﻲ ﻗَﺪْ ﻏَﻔَﺮْﺕُ ﻟَﻪُ ﻣَﺎ ﺗَﻘَﺪَّﻡَ ﻣِﻦْ ﺫَﻧْﺒِﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﺗَﺄَﺧَّﺮ 

Nabi saw. bersabda: “Tiadalah dari seorang hamba yang membaca LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH melainkan Allah Ta’ala berfirman: “Benarlah hamba-Ku, Aku adalah Allah, tiada Tuhan melainkan Aku, Aku menjadikan saksi kamu semua hai para malaikat- Ku, Aku benar-benar telah mengampuninya dari dosanya yang telah berlalu dan akan datang”. (Kitab Lubabul Hadits) 

Penjelasan: Maksudnya dosa yang diampuni adalah dosa kecilnya (sedangkan dosa besarnya harus bertaubat nasuhah agar dapat diampuni sama Allah). 

ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻻ ﺇﻟٰﻪَ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﺧَﺎﻟِﺼﺎ ﻣُﺨْﻠِﺼﺎ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔَ 

Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa membaca LAA ILAAHA ILLALLAHU dengan ikhlas semata-mata karena Allah, maka dia masuk syurga”. (Kitab Lubabul Hadits) 

ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻣَﻦْ ﻛﺎﻥَ ﺃﻭَّﻝُ ﻛَﻼَﻣِﻪِ ﻻ ﺇﻟٰﻪَ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺁﺧِﺮُ ﻛَﻼﻣِﻪِ ﻻ ﺇﻟٰﻪَ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﻋَﻤِﻞَ ﺃﻟْﻒَ ﺳَﻴِّﺌَﺔٍ ﺇﻥْ ﻋَﺎﺵَ ﺃﻟْﻒَ ﺳَﻨَﺔٍ ﻻ ﻳَﺴْﺄَﻟُﻪُ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻦْ ﺫَﻧْﺐٍ ﻭَﺍﺣِﺪٍ 

Nabi Saw. bersabda: “Barangsiapa ucapan permulaannya LAA ILAAHA ILLALLAHU dan pada akhir ucapannya LAA ILAAHA ILLALLAHU dan ia melakukan seribu kejelekan, jika ia hidup seribu tahun, maka Allah tidak akan menanyakan dosanya sama sekali”. (Kitab Lubabul Hadits).

Penjelasan: Seribu kejelekan dalam hadits tersebut adalah dosa-dosa kecil. Anjuran dari alfaqir: Jadi biasakanlah setiap pagi atau sehabis bangun tidur sebelum membaca amalan/doa bangun tidur agar membaca LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH 3x dan juga membacanya sebelum tidur, setelah membaca amalan sebelum tidur agar juga membaca LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH 3x (lalu tidur dan jangan berkata-kata lagi) agar kita menjadikan di awal dan di akhir perkataan kita LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH.

 ﻭﺭﻭﻱ ﺃﻧﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ ﻟﺴﻴﺪﻧﺎ ﺯﻳﺪ ﺍﻷﻧﺼﺎﺭﻱ : ﻓﺈﻥ ﺻﻌﺐ ﻟﻚ ﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﺃﻣﻮﺭ ﺍﻟﺪﻳﻨﺎ ﻓﺄﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﻗﻮﻝ ﻻ ﺍﻟﻪ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻻ ﺣﻮﻝ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﻠﻲ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ 

Diriwayatkan bahwasanya Nabi saw. bersabda kepada Zaid Al Anshariy: “ Jika kamu kesulitan sesuatu dari urusan dunia, maka perbanyaklah membaca LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH, WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM”. (Kitab Tanqihul Qaul) 

ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻻ ﺇﻟٰﻪَ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﻋَﺠَﺐٍ ﻃَﺎﺭَ ﺑِﻬَﺎ ﻃَﺎﺋِﺮٌ ﺗَﺤْﺖَ ﺍﻟﻌَﺮْﺵِ، ﻳُﺴَﺒِّﺢُ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻤُﺴﺒِّﺤِﻴﻦَ ﺇﻟﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻭَﻳُﻜْﺘَﺐُ ﻟَﻪُ ﺛَﻮَﺍﺑُﻪُ 

Nabi saw. Bersabda: “Barangsiapa mengucap LAA ILAAHA ILLALLAHU tanpa ujub (membanggakan diri), maka ucapan itu menjadikan terbangnya burung di bawah arasy bertasbih bersama orang- orang yang bertasbih sampai hari kiamat dan pahala tasbih itu ditetapkan untuknya”. (Kitab Lubabul Hadits).

 ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻣَﻦْ ﻗﺎﻝَ ﻻ ﺇﻟٰﻪَ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪ ﻣَﺮَّﺓً ﻏُﻔِﺮَ ﻟَﻪُ ﺫُﻧُﻮﺑُﻪُ ﻭَﺇﻥْ ﻛﺎﻧَﺖْ ﻣِﺜْﻞَ ﺯَﺑَﺪِ ﺍﻟﺒَﺤْﺮِ 

Nabi Saw. bersabda: “Barangsiapa mengucap LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH satu kali, maka dosa (kecil) nya diampuni sekalipun dosa-dosa itu seperti buih lautan”. (Kitab Lubabul Hadits)

 ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻟﻴﺲ ﻋﻠﻰ ﺃﻫﻞ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺸﺔ ﻓﻲ ﻗﺒﻮﺭﻫﻢ ﻭﻻ ﻓﻲ ﻧﺸﻮﺭﻫﻢ ﻛﺄﻧﻲ ﺃﻧﻈﺮ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺼﻴﺤﺔ ﻳﻨﻔﻀﻮﻥ ﺭﺅﻭﺳﻬﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﺮﺍﺏ ﻭﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﺫﻫﺐ ﻋﻨﺎ ﺍﻟﺤﺰﻥ ﺇﻥ ﺭﺑﻨﺎ ﻟﻐﻔﻮﺭ ﺷﻜﻮﺭ 

Nabi saw. Bersabda: “Tidak ada kegelisahan di dalam atas ahli LAA ILAAHA ILLALLAHU di dalam kubur mereka dan kebangkitan mereka seolah- olah aku melihat mereka ketika ditiupkan sangkakala, mereka menebarkan kepala mereka dari debu dan mereka membaca ALHAMDULILLAAHIL LADZII IDZHABA ‘ANNALHAZANA INNA ROBBANAA LAGHOFUURON SYAKURON (Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka dari kami, sesungguhnya Tuhan kami Maha Pengampun Lagi Maha Syukur)”. (HR. Abu Ya’la, Ath Thabarani dan Al Baihaqi dari hadits Ibnu Umar, Kitab Ihya Ulumiddin)

 ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻳﻀﺎ ﻷﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻳﺎ ﺃﺑﺎ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺇﻥ ﻛﻞ ﺣﺴﻨﺔ ﺗﻌﻤﻠﻬﺎ ﺗﻮﺯﻥ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺇﻻ ﺷﻬﺎﺩﺓ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﺈﻧﻬﺎ ﻻ ﺗﻮﺿﻊ ﻓﻲ ﻣﻴﺰﺍﻥ ﻷﻧﻬﺎ ﻟﻮ ﻭﺿﻌﺖ ﻓﻲ ﻣﻴﺰﺍﻥ ﻣﻦ ﻗﺎﻟﻬﺎ ﺻﺎﺩﻗﺎ ﻭﻭﺿﻌﺖ ﺍﻟﺴﻤﻮﺍﺕ ﺍﻟﺴﺒﻊ ﻭﺍﻷﺭﺿﻮﻥ ﺍﻟﺴﺒﻊ ﻭﻣﺎ ﻓﻴﻬﻦ ﻛﺎﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺭﺟﺢ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ 

Nabi saw. bersabda: “Wahai Abu Hurairah, sesungguhnya setiap kebaikan yang kamu lakukan itu pada hari kiamat ditimbang, kecuali kesaksian (mengucap LAA ILAAHA ILLALLAHU) bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, Maka itu tidak diletakkan didalam timbangan karena seandainya kalimat itu diletakkan pada timbangan orang yang mengucap dengan jujur dan diletakkan tujuh langit dan tujuh bumi dan apa yang ada padanya maka LAA ILAAHA ILLALLAAHU itu lebih unggul daripada itu (tujuh langit, tujuh bumi dan apa yang ada padanya)”. (HR. Al Mustaghfiri dari hadits Abu Sa’id, Marfu. Didalam Kitab Ihya Ulumiddin)

 ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﺘﺪﺧﻠﻦ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻛﻠﻜﻢ ﺇﻻ ﻣﻦ ﺃﺑﻰ ﻭﺷﺮﺩ ﻋﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺷﺮﺍﺩ ﺍﻟﺒﻌﻴﺮ ﻋﻦ ﺃﻫﻠﻪ ﻓﻘﻴﻞ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺄﺑﻰ ﻭﻳﺸﺮﺩ ﻋﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﻘﻞ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ 

Nabi saw. Bersabda: “Masing-masing kamu masuk surge, kecuali orang-orang yang enggan dan lari dari Allah ‘Azza Wa Jalla seperti larinya unta dari pemiliknya”, maka ditanyakan: “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan dan lari dari Allah?”, Beliau bersabda: “Orang yang tidak mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAAHU (Tidak ada Tuhan melainkan Allah)”. (HR. Bukhori dari hadits Abu Hurairah ra., Didalam Kitab Ihya Ulumiddin)

 ﻋﻦ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺃﺑﻲ ﺯﻳﺪ ﺍﻟﻘﺮﻃﺒﻲ ﻗﺎﻝ : ﺳﻤﻌﺖ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ ﺍﻵﺛﺎﺭ ﺃﻥ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ : ﻻ ﺍﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﻌﻴﻦ ﺃﻟﻒ ﻣﺮﺓ ﻛﺎﻧﺖ ﻟﻪ ﻓﺪﺍﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ، ﻓﻌﻤﻠﺖ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﺭﺟﺎﺀ ﺑﺮﻛﺔ ﺍﻟﻮﻋﺪ ﻓﻌﻤﻠﺖ ﻣﻨﻬﺎ ﻷﻫﻠﻲ ﻭﻋﻤﻠﺖ ﻣﻨﻬﺎ ﺃﻋﻤﺎﻻً ﺍﺩﺧﺮﺗﻬﺎ ﻟﻨﻔﺴﻲ ﻭﻛﺎﻥ ﺇﺫ ﺫﺍﻙ ﻳﺒﻴﺖ ﻣﻌﻨﺎ ﺷﺎﺏ ﻳﻘﺎﻝ ﺇﻧﻪ ﻳﻜﺎﺷﻒ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ ﺍﻷﻭﻗﺎﺕ ﺑﺎﻟﺠﻨﺔ ﻭﺍﻟﻨﺎﺭ، ﻭﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺗﺮﻯ ﻟﻪ ﻓﻀﻼً ﻋﻠﻰ ﺻﻐﺮ ﺳﻨﻪ، ﻭﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻲ ﻣﻨﻪ ﺷﻲﺀ، ﻓﺎﺗﻔﻖ ﺃﻥ ﺍﺳﺘﺪﻋﺎﻧﺎ ﺑﻌﺾ ﺍﻹﺧﻮﺍﻥ ﺇﻟﻰ ﻣﻨﺰﻟﻪ، ﻓﻨﺤﻦ ﻧﺘﻨﺎﻭﻝ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ﻭﺍﻟﺸﺎﺏ ﻣﻌﻨﺎ ﺇﺫ ﺻﺎﺡ ﺻﻴﺤﺔ ﻣﻨﻜﺮﺓ، ﻭﺍﺟﺘﻤﻊ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﻫﻮ ﻳﻘﻮﻝ : ﻳﺎ ﻋﻢ ﻫﺬﻩ ﺃﻣﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ، ﻭﻫﻮ ﻳﺼﻴﺢ ﺑﺼﻴﺎﺡ ﻋﻈﻴﻢ ﻻ ﻳﺸﻚ ﻣﻦ ﺳﻤﻌﻪ ﺃﻧﻪ ﻋﻦ ﺃﻣﺮ، ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺃﻳﺖ ﻣﺎ ﺑﻪ ﻣﻦ ﺍﻻﻧﺰﻋﺎﺝ ﻗﻠﺖ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻲ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺃﺟﺮﺏ ﺻﺪﻗﻪ ﻓﺄﻟﻬﻤﻨﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺴﺒﻌﻴﻦ ﺃﻟﻔﺎً، ﻭﻟﻢ ﻳﻄﻠﻊ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﺃﺣﺪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ، ﻓﻘﻠﺖ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻲ : ﺍﻷﺛﺮ ﺣﻖ، ﻭﺍﻟﺬﻳﻦ ﺭﻭﻭﻩ ﺻﺎﺩﻗﻮﻥ : ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻥ ﺍﻟﺴﺒﻌﻴﻦ ﺃﻟﻔﺎً ﻓﺪﺍﺀ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺃﻡّ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺸﺎﺏ، ﻓﻤﺎ ﺍﺳﺘﺘﻤﺖ ﺍﻟﺨﺎﻃﺮ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻲ ﺇﻻ ﺃﻥ ﻗﺎﻝ : ﻳﺎ ﻋﻢّ ﻫﺎ ﻫﻲ ﺃﺧﺮﺟﺖ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ 

Asy-Syaikh Abu Zaid Al Qurtubi ia berkata: Saya telah mendengar hadits (ada yang mengatakan atsaar) yang menerangkan bahwa: siapa yang membaca LAA ILAAHA ILLALLAH tujuhpuluh ribu (70.000) kali, maka akan jadi tebusan dari api neraka, maka saya kerjakan itu karna mengharap berkat janji itu, juga saya kerjakan untuk keluargaku, juga saya telah berbuat lain-lain amal untuk tabunganku di hari kiamat. Bertempatan di tempat kami, bermalamlah seorang pemuda ahli kasyaf, bahkan adakalanya (sewaktu-waktu dibuka hijabnya sama Allah) ia menerangkan kasyafnya mengenai surga dan neraka, orang-orangpun mengakui kelebihan pemuda itu meski usianya masih muda, bahkan saya juga menaruh kepercayaan terhadapnya. Bertepatan kami di undang oleh kawan untuk makan minum di rumahnya, dan pemuda itu juga bersama kami dalam undangan itu, tiba-tiba ia menjerit sekeras-kerasnya, lalu ia berkata : ya ammi (paman), itu ibuku berada dalam api neraka, lalu ia menjerit kembali sekeras-kerasnya. Ketika saya melihat keadaan itu, timbul perasaan dalam hati, akan saya uji kebenarannya, maka saya membaca LAA ILAAHA ILLALLAH tujuhpuluh ribu (70.000) kali dan tiada seorangpun mengetahui bahwa saya sedang membaca itu, kecuali Allah, dan saya percaya bahwa hadits itu benar, dan orang-orang yang meriwayatkannya semua benar, lalu saya berdoa: “ALLAAHUMMA INNA HADZIHIS-SAB’INA ALFAN FIDA’A HADZIHIL MAR’ATI UMMI HADZASY-SYAAB (Ya Allah, sesungguhnya tujuhpuluh ribu (LAA ILAAHA ILLALLAH 70.000) ini, aku hadiahkan untuk tebusan ibu pemuda ini).”. maka belum selesai perasaan dalam hatiku, tiba-tiba pemuda itu berkata: ya ammi (paman), ibuku telah keluar dari api Walhamdulillah. (Didalam Kitab Irsyadul ‘Ibad Ilasabilirrasyad => Asy-Syaikh Zainuddin Al Malibari dan Kitab Raudhur Rayahin => Asy- Syaikh Imam Abdullah bin Asad Ali bin Fallah al- Yafii)

 ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺇﺫﺍ ﻣَﺮَّ ﺍﻟﻤُﺆْﻣِﻦُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻤَﻘَﺎﺑِﺮِ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻻ ﺇﻟٰﻪَ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ ﻟَﻪُ ﺍﻟﻤُﻠْﻚُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟﺤَﻤْﺪُ ﻳُﺤْﻴِﻲ ﻭَﻳُﻤِﻴﺖُ ﻭَﻫُﻮَ ﺣَﻲٌّ ﻻ ﻳَﻤُﻮﺕُ. ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﺍﻟﺨَﻴْﺮُ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ ﻧَﻮَّﺭ ﺍﻟﻠﻪ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟﻘُﺒُﻮﺭَ ﻛُﻠِّﻬَﺎ ﻭَﻏَﻔَﺮَ ﻟِﻘَﺎﺋِﻠﻬَﺎ ﻭَﻛَﺘَﺐَ ﻟَﻪُ ﺃﻟْﻒَ ﺃﻟْﻒِ ﺣَﺴَﻨَﺔٍ ﻭَﺭَﻓَﻊ ﻟَﻪُ ﺃﻟْﻒَ ﺃﻟْﻒِ ﺩَﺭَﺟَﺔٍ ﻭَﺣَﻂَّ ﻋَﻨْﻪُ ﺃﻟْﻒَ ﺃﻟْﻒِ ﺳَﻴِّﺌَﺔٍ 

Nabi saw. Bersabda: “Apabila seorang mukmin melewati makam/kubur lalu membaca: LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHUU LAA SYARIIKALAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYII WA YUMIITU WA HUWA HAYYUN LAA YAMUUTU BIYADIHIL KHAIRU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAIIN QADIIR (Tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah semata, tidak ada serikat bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian, yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha hidup dan tidak akan mati. Di tangan-Nya segala kebaikan, Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu), maka Allah menerangi seluruh kubur itu dan mengampuni pembacanya, menulis baginya sejuta kebaikan, mengangkat baginya sejuta derajat, dan menghapus baginya sejuta kejelekan (dari dosa- dosa kecil)”. (Kitab Lubabul Hadits)

 ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺑِﺸْﺮُ ﺑْﻦُ ﻣُﻌَﺎﺫٍ ﺍﻟﻀَّﺮِﻳﺮُ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺣَﻤَّﺎﺩُ ﺑْﻦُ ﺯَﻳْﺪٍ ﻋَﻦْ ﻋَﻤْﺮِﻭ ﺑْﻦِ ﺩِﻳﻨَﺎﺭٍ ﻣَﻮْﻟَﻰ ﺁﻝِ ﺍﻟﺰُّﺑَﻴْﺮِ ﻋَﻦْ ﺳَﺎﻟِﻢِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ ﻋَﻦْ ﺟَﺪِّﻩِ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﺣِﻴﻦَ ﻳَﺪْﺧُﻞُ ﺍﻟﺴُّﻮﻕَ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻳُﺤْﻴِﻲ ﻭَﻳُﻤِﻴﺖُ ﻭَﻫُﻮَ ﺣَﻲٌّ ﻟَﺎ ﻳَﻤُﻮﺕُ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮُ ﻛُﻠُّﻪُ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻪُ ﺃَﻟْﻒَ ﺃَﻟْﻒِ ﺣَﺴَﻨَﺔٍ ﻭَﻣَﺤَﺎ ﻋَﻨْﻪُ ﺃَﻟْﻒَ ﺃَﻟْﻒِ ﺳَﻴِّﺌَﺔٍ ﻭَﺑَﻨَﻰ ﻟَﻪُ ﺑَﻴْﺘًﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ 

Telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Mu’adz Adl Dlarir berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Amru bin Dinar - mantan budak keluarga Az Zubair- dari Salim bin Abdullah bin Umar dari Bapaknya dari Kakeknya ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa ketika masuk pasar mengucapkan; “LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHUU LAA SYARIIKALAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYII WA YUMIITU WA HUWA HAYYUN LAA YAMUUTU BIYADIHIL KHAIRU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAIIN QADIIR (Tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah semata, tidak ada serikat bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian, yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha hidup dan tidak akan mati. Di tangan-Nya segala kebaikan, Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu). Maka Allah akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, dihapuskan darinya satu juta keburukan, dan Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ibnu Majah No.2226, At Tirmidzi No.3350, 3351, Ad Darimi No.2576)

 ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺑﻼ ﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭ ﺍﻻﺳﺘﻐﻔﺎﺭ ﻓﺄﻛﺜﺮﻭﺍ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻓﺎﻥ ﺍﺑﻠﻴﺲ ﻗﺎﻝ : ﺍﻫﻠﻜﺖ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﺎﻟﺬﻧﻮﺏ ﻭ ﺍﻫﻠﻜﻮﻧﻰ ﺑﻼ ﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭ ﺍﻻﺳﺘﻐﻔﺎﺭ ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺍﻳﺖ ﺫﻟﻚ ﺍﻫﻠﻜﺘﻬﻢ ﺑﺎﻻﻫﻮﺍﺀ ﻭﻫﻢ ﻳﺤﺴﺒﻮﻥ ﺍﻧﻬﻢ ﻣﻬﺘﺪﻭﻥ

 Abubakar As Siddiq ra., Nabi Muhammad saw. bersabda : Pentingkanlah untuk banyak-banyak membaca LAA ILAAHA ILLALLAAH dan ISTIGHFAR, karena Iblis pernah berkata : saya merusak manusia dengan dosa-dosa, dan mereka merusak aku dengan LAA ILAAHA ILLALLAAH dan ISTIGHFAR, manakala aku melihat bacaan tersebut (dibacanya), maka saya rusak mereka dengan HAWA NAFSU sehingga mengira bahwa telah memperoleh hidayah. (HR. Ahmad dan Abu Ya’la, Didalam Kitab Nashoihul Ibad)

ﻭ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻛَﺎﻣِﻞٍ ﺍﻟْﺠَﺤْﺪَﺭِﻱُّ ﻓُﻀَﻴْﻞُ ﺑْﻦُ ﺣُﺴَﻴْﻦٍ ﻭَﻋُﺜْﻤَﺎﻥُ ﺑْﻦُ ﺃَﺑِﻲ ﺷَﻴْﺒَﺔَ ﻛِﻠَﺎﻫُﻤَﺎ ﻋَﻦْ ﺑِﺸْﺮٍ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑُﻮ ﻛَﺎﻣِﻞٍ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺑِﺸْﺮُ ﺑْﻦُ ﺍﻟْﻤُﻔَﻀَّﻞِ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋُﻤَﺎﺭَﺓُ ﺑْﻦُ ﻏَﺰِﻳَّﺔَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﺑْﻦُ ﻋُﻤَﺎﺭَﺓَ ﻗَﺎﻝَ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺃَﺑَﺎ ﺳَﻌِﻴﺪٍ ﺍﻟْﺨُﺪْﺭِﻱَّ ﻳَﻘُﻮﻟُﺎ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻟَﻘِّﻨُﻮﺍ ﻣَﻮْﺗَﺎﻛُﻢْ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎﻩ ﻗُﺘَﻴْﺒَﺔُ ﺑْﻦُ ﺳَﻌِﻴﺪٍ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﻌَﺰِﻳﺰِ ﻳَﻌْﻨِﻲ ﺍﻟﺪَّﺭَﺍﻭَﺭْﺩِﻱَّ ﺡ ﻭ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺑَﻜْﺮِ ﺑْﻦُ ﺃَﺑِﻲ ﺷَﻴْﺒَﺔَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺧَﺎﻟِﺪُ ﺑْﻦُ ﻣَﺨْﻠَﺪٍ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺳُﻠَﻴْﻤَﺎﻥُ ﺑْﻦُ ﺑِﻠَﺎﻝٍ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﺑِﻬَﺬَﺍ ﺍﻟْﺈِﺳْﻨَﺎﺩِ 

Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil Al Jahdari Fudlail bin Husain dan Utsman bin Abu Syaibah keduanya dari Bisyr – Abu Kamil berkata- Telah menceritakan kepada kami Umarah bin Ghaziyyah telah menceritakan kepada kami Yahya bin Umarah ia berkata, saya mendengar Abu Sa’id Al Khudri berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tuntunlah orang yang sedang berada di penghujung ajalnya (sekratul maut) agar membaca (kalimat), ‘LAA ILAAHA ILLALLAH.’” Dan telah menceritakannya kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz Ad Darawardi -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal semuanya menggunakan isnad ini. (HR. Muslim No.1523, 1524, Abudaud No.2710, Ahmad No.10570, Ibnu Majah No.1434, 1435, An Nasa’I No.1803)

 ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠَّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ : ﻣﻦ ﻟﻘﻦ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠَّﻪ ﺩﺧﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ 

Dari Nabi Saw. bersabda : Barangsiapa yang dituntun dengan kalimat Laa Ilaaha Illallaah ketika akan mati (membaca kalimat tersebut) pasti masuk surga. (Kitab Tanbihul Ghofilin)

 ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠَّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ : ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﺁﺧﺮ ﻛﻼﻣﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠَّﻪ ﺩﺧﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ 

Dari Nabi Saw. bersabda : Barangsiapa yang akhir katanya dari dunia ini (saat meninggal membaca) LAA ILAAHA ILLALLAAH pasti masuk surga. (Kitab Tanbihul Ghofilin). 

Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang berhubungan dengan keutamaan kalimat LAA ILAAHA ILLALLAHU tersebut. Wahai sahabat dan murid-muridku, alfaqir berpesan kepada kalian dan khususnya untuk diri alfaqir agar memperbanyak membaca LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH sebelum terhalang antara kalian dan kalimat itu, karena kalimat itu adalah kalimat Tauhid, kalimat ikhlas, kalimat taqwa, kalimat baik dan kalimat itu adalah seruan kebenaran, kalimat itu adalah tali yang kuat, dan kalimat itu adalah harga dan kunci syurga. Alfaqir (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) ijazahkan semua amalan tersebut di atas bagi siapa saja yang mau mengamalkannya.. 

Dikutip dari :
* Kitab Hadits Kutubu Tis’ah.
* Riyadhus Shalihin => Al Imam An Nawawi.
* Irsyadul ‘Ibad Ilasabilirrosyad => Asy Syaikh Zinuddin Al Maribariy.
* An Nashaaih Ad Diniyah wal washaaya Al Imaaniyah => Al Imam Al Habib Abdullah bin Alwi    Al Haddad.
* Risalatul Mu’awanah => Al Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad.
* Tanbihul Ghafilin => Al Imam Abul Laits As Samarqandi.
* Lubabul Hadits => Al Imam Al Hafidz Jalaluddin Abdurrahman bin Abii Bakar As Suyuthi.
* Tanqihul Qaul => Asy Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar Al Bantani Oleh: Habib
    Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus.

Inilah Keutamaan Kalimat Laa Ilaaha Illallaah

Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

http://m-aly.mywapblog.com/keutamaan-kalimah-la-ilaha-illallah.xhtml



Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Follow by Email