DOA -doa Ku... Ya Allah....

... اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله .....YA ALLAH...AMPUNKAN AKU ....Bimbinglah Aku di jalan -MU.. TETAPKAN AKU DALAM KASIH SAYANGMU, ......AMPUNKAN SEGALA KESALAHAN dan DOSA-DOSAKU..DOSA DAN KESALAHAN KEDUA IBU BAPAKU..DAN SEMUA MUSLIMIN MUSLIMAT....KUMPULKAN AKU BERSAMA PARA NABI DAN RASUL...YA ALLAH ...KEKALKAN AKU DAN KETURUNANKU DALAM ISLAM DAN BERIMAN KEPADAMU....YA ALLAH.YA ALLAH, HIDUPKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI, MATIKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI DAN BANGKITKAN AKU (PADA HARI QIAMAT) DI DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG MERENDAH DIRI.. استغفر الله العظيم ASTAGFIRULLAHALAZZIM....سبحان الله...SUBHANALLAH ...الحمد لله..ALHAMDULILLAH...الله أكبر..ALLAHUAKHBAR.....ALLAHUMA SOLLIALA SAYIDINA MUHAMMAD....WAALA ALIMUHAMMAD..........

Sabtu, 10 Mei 2014

MUTIARA KaTa 2~ Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani

Gambar hiasan saja
Apabila engkau menjauhkan hatimu daripada semua makhluk dan mendekatlah engkau kepada Allah swt, maka engkau akan melihat apa yang belum pernah dilihat oleh mata, engkau akan mendengar apa yang belum pernah didengarkan oleh telinga dan akan terlintas kenikmatan di dalam hatimu, akan suatu hal yang belum pernah terlintas dalam hati seorang anak manusia. (440)

Hakikat TAKWA adalah melaksanakan segala perintah Allah swt, menjauhi segala larangan-Nya dan bersabar terhadap segala takdir yang pahit dan segala malapetaka yang menimpa.  (441)

“Duduk bersama orang yang patut adalah nikmat.
Dan duduk bersama orang yang mendustakan dan munafik adalah seksa.

Tetaplah engkau selalu merasa diawasi oleh Allah dan menuntut kepada dirimu terhadap hak-hak yang wajib dilakukannya kepada Allah dan hak-hak hamba-nya.
Apabila engkau menginginkan kebaikan dunia dan akhirat, maka ingatlah bahawa Allah selalu mengawasimu dan tuntutlah dirimu untuk beramal.
Engkau menuntut dirimu agar melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Engkau mewajibkan dirimu agar selalu bersabar tatkala ditimpa musibah, redha menerima takdir dan bersyukur ketika mendapat nikmat. (442)

Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani
Menjadi Kekasih Allah: Wasiat & Nasihat Kerohanian


Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Follow by Email