Khamis, 22 November 2012

MENGINGAT KEMBALI NASIHAT IMAM IBNU ATHAILLAH

MENGINGAT KEMBALI NASIHAT IMAM IBNU ATHAILLAH


Gambar hiasan ..
Jika engkau telah berusia empat puluh tahun, maka segeralah untuk memperbanyak amal soleh siang mahupun malam. Sebab, waktu pertemuanmu dengan Allah ‘Azza wa Jalla semakin dekat. Ibadah yang kau kerjakan saat ini tidak mampu menyamai ibadah seorang pemuda yang tidak menyia-nyiakan masa mudanya. Bukankah selama ini kau sia-siakan masa muda dan kekuatanmu. Andaikata saat ini kau ingin beramal sekuat-kuatnya, tenagamu sudah tidak menampung lagi”.

Oleh kerana itu beramallah sesuai kekuatanmu. Perbaikilah masa lalumu dengan banyak berzikir, sebab tidak ada amal yang lebih mudah dari zikir. Zikir dapat kamu lakukan ketika berdiri, duduk, berbaring mahupun sakit. Zikir adalah ibadah yang paling mudah.

Rasulullah saw bersabda :
Dan hendaklah lisanmu basah dengan berzikir kepada Allah swt.”

Bacalah secara berkesinambungan doa’ dan zikir apa pun yang mudah bagimu. Pada hakikatnya engkau dapat berzikir kepada Allah swt adalah kerana kebaikanNya. Dia akan mengurniaimu”.

“Ketahuilah, sebuah umur yang awalnya disia-siakan, sewajarnya sisanya dimanfaatkan. Jika seorang ibu memiliki sepuluh anak dan sembilan di antaranya meninggal dunia. Tentu ia akan lebih mencintai satu-satunya anak yang masih hidup itu. Kamu telah menyia-nyiakan sebahagian besar umurmu, oleh kerana itu jagalah sisa umurmu yang sangat sedikit itu. Demi Allah, sesungguhnya umurmu bukanlah umur yang dihitung sejak engkau lahir, tetapi umurmu adalah umur yang dihitung sejak hari pertama engkau mengenal Allah swt”.

“Seseorang yang telah mendekati ajalnya ( berusia lanjut ) dan ingin memperbaiki segala kekurangannya di masa lalu, hendaknya dia banyak berzikir yang ringkas tetapi berpahala besar. Zikir semacam itu akan membuat sisa umur yang pendek menjadi panjang.

Jika sebelumnya kau sedikit melakukan solat dan puasa sunah, maka perbaikilah kekuranganmu dengan banyak berselawat kepada Rasulullah saw. Andaikata sepanjang hidupmu engkau melakukan segala jenis ketaatan dan kemudian Allah swt berselawat  kepadamu sekali saja, maka satu selawat  Allah ini akan mengalahkan semua amalmu itu. Sebab, engkau berselawat  kepada Rasulullah sesuai dengan kekuatanmu, sedangkan Allah swt berselawat  kepadamu sesuai dengan kebesaran-Nya. Ini jika Allah swt berselawat  kepadamu sekali, lalu bagaimana jika Allah swt membalas setiap selawatmu dengan sepuluh selawat sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah Hadits Shahih?

Betapa indah hidup ini jika kau isi dengan ketaatan kepada Allah swt, dengan berzikir kepada-Nya dan berselawat  kepada Rasulullah saw.”

“Orang yang menggunakan masa sihatnya untuk bermaksiat kepada Allah swt adalah seperti seorang anak yang mendapat warisan dari ayahnya sebesar seribu dinar, kemudian ia gunakan semua wang itu untuk membeli ular dan kalajengking yang sangat berbisa yang kemudian mengelilingi dan menggigitnya. Bukankah ular dan kalajengking tersebut akan membunuhnya? Kamu gunakan masa sihatmu untuk bermaksiat kepada Allah swt, maka nilaimu adalah seperti burung pemakan bangkai yang terbang berkeliling mencari bangkai, di mana pun ia dapatkan, maka ia segera mendarat.

http://kisahislami.com/mengingat-kembali-nasehat-imam-ibnu-athaillah/

Tiada ulasan:

Catat Ulasan