DOA -doa Ku... Ya Allah....

... اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله .....YA ALLAH...AMPUNKAN AKU ....Bimbinglah Aku di jalan -MU.. TETAPKAN AKU DALAM KASIH SAYANGMU, ......AMPUNKAN SEGALA KESALAHAN dan DOSA-DOSAKU..DOSA DAN KESALAHAN KEDUA IBU BAPAKU..DAN SEMUA MUSLIMIN MUSLIMAT....KUMPULKAN AKU BERSAMA PARA NABI DAN RASUL...YA ALLAH ...KEKALKAN AKU DAN KETURUNANKU DALAM ISLAM DAN BERIMAN KEPADAMU....YA ALLAH.YA ALLAH, HIDUPKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI, MATIKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI DAN BANGKITKAN AKU (PADA HARI QIAMAT) DI DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG MERENDAH DIRI.. استغفر الله العظيم ASTAGFIRULLAHALAZZIM....سبحان الله...SUBHANALLAH ...الحمد لله..ALHAMDULILLAH...الله أكبر..ALLAHUAKHBAR.....ALLAHUMA SOLLIALA SAYIDINA MUHAMMAD....WAALA ALIMUHAMMAD..........

Rabu, 14 September 2016

FIRASAT MUKMIN BUKAN RAMALAN


*عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا * إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِنْ رَسُولٍ*

Dia mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan pada siapa pun,  kecuali pada rasul diridai-Nya. [QS. Al-Jin 26-27].

Ayat di atas menunjukkan bahawa Allah mengabarkan pada orang-orang yang dikehendaki tentang masalah ghaib.

Hadis-hadis berikut cukup jelas dalam mengukuhkan adanya ilham dan pengabaran perkara-perkara ghaib. Dalam Sunan At-Tirmidzi dan lainnya dari Abu Said RA bahawa ia mengatakan; Rasulullah SAW bersabda:

*اتَّقُوْا فِرَاسَةَ اْلمُؤْمِنِ، فَإِنَّهُ يَنْظُرُ بِنُوْرِ اللهِ*.

"Waspadalah terhadap firasat mukmin, kerana ia memandang dengan cahaya Allah." Kemudian beliau membaca, "Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang memperhatikan tanda-tanda." (Al-Hijr: 75)

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Tsauban secara marfu':

*احْذَرُوْا فِرَاسَةَ اْلمُؤْمِنِ، فَإِنَّهُ يَنْظُرُ بِنُوْرِ اللهِ، وَبِتَوْفِيْقِ اللهِ.*

"Waspadalah terhadap firasat mukmin, kerana sesungguhnya memandang dengan cahaya Allah dan dengan taufik Allah."

Al-Bazzar meriwayatkan dari Anas RA bahwa Nabi SAW bersabda:

*إِنَّ لِلهِ عِبَادًا يَعْرِفُوْنَ النَّاسَ بِالتَّوَسُّمِ*.

"Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang mengenali manusia dengan tawasum (memperhatikan tanda-tanda)."

Contohnya adalah kisah Utsman bin Affan RA saat ditemui oleh orang yang sebelumnya telah memandang perempuan yang bukan mahramnya. Utsman berkata kepadanya; *seseorang dari kalian menemui kami sementara di kedua matanya ada bekas zina!*

Orang itu bertanya; Apakah ada wahyu setelah Rasulullah wahai Amirul Mukminin? Utsman menjawabnya; *Tidak, akan tetapi firasat mukmin itu benar.*

Sebagaimana kita dilarang untuk mengingkari keberadaan kekuatan firasat mukmin, tidak lah boleh seseorang mengklaim dirinya sebagai orang yang selalu mendapat ilham, lalu meramal dan meneka-neka hati orang lain. Mengingat pemberian kekuatan firasat bukan sesuatu yang boleh diandalkan setiap saat, tetapi itu semua pemberian Allah SAW. Sebagaimana perkataan para ulama tentang hal-hal seperti ini

 *(من الغيب لا مِن الجَيْب)*

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Follow by Email