DOA -doa Ku... Ya Allah....

... اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله .....YA ALLAH...AMPUNKAN AKU ....Bimbinglah Aku di jalan -MU.. TETAPKAN AKU DALAM KASIH SAYANGMU, ......AMPUNKAN SEGALA KESALAHAN dan DOSA-DOSAKU..DOSA DAN KESALAHAN KEDUA IBU BAPAKU..DAN SEMUA MUSLIMIN MUSLIMAT....KUMPULKAN AKU BERSAMA PARA NABI DAN RASUL...YA ALLAH ...KEKALKAN AKU DAN KETURUNANKU DALAM ISLAM DAN BERIMAN KEPADAMU....YA ALLAH.YA ALLAH, HIDUPKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI, MATIKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI DAN BANGKITKAN AKU (PADA HARI QIAMAT) DI DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG MERENDAH DIRI.. استغفر الله العظيم ASTAGFIRULLAHALAZZIM....سبحان الله...SUBHANALLAH ...الحمد لله..ALHAMDULILLAH...الله أكبر..ALLAHUAKHBAR.....ALLAHUMA SOLLIALA SAYIDINA MUHAMMAD....WAALA ALIMUHAMMAD..........

Sabtu, 22 Oktober 2016

CINTA KASIH SAYYIDINA ALI BIN ABI THALIB KEPADA SAYYIDINA UMAR BIN KHATTAB

Oleh : Ustadz Abdul Muhshi حفظه الله
Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu adalah orang pertama (المستشار الأول) yang diajak berunding oleh sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahuanhu dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab. Bahkan tidaklah sayyidina Ali bin Abi Thalib mengusulkan suatu hal kecuali Sayyidina Umar segera melaksanakan-nya.

Dikisahkan pernah sayyidina Umar mengutarakan keinginannya untuk memimpin sendiri peperangan melawan Persia akan  tetapi Sayyidina Ali menasihatinya agar beliau tidak berangkat namun dengan melimpahkan tugas berat itu pada yang lain dan beliau tetap konsentrasi menjaga pusat pemerintahan dengan alasan jika beliau memimpin langsung peperangan, khawatir di belakang terjadi gelombang serangan yang lebih besar dari musuh yang dihadapi, dan akhirnya Sayyidina Umar menerima usul tersebut dan tidak jadi berangkat.

Beginilah kecintaan Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu kepada Sayyidina Umar radhiyallahu anhu sehingga terlontarlah pengakuan suci yang keluar dari lubuk hati Sayyidina Umar :

"لولا علي لهلك عمر" 
 "Seandainya tidak ada Ali, celakalah Umar".

📚 Dikutip dari Buku karya Syekh DR. Muhammad Said Ramadhan aL-Buty
فقه السيرة النبوية مع موجز لتاريخ الخلافة الراشدة

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Follow by Email