DOA -doa Ku... Ya Allah....

... اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله .....YA ALLAH...AMPUNKAN AKU ....Bimbinglah Aku di jalan -MU.. TETAPKAN AKU DALAM KASIH SAYANGMU, ......AMPUNKAN SEGALA KESALAHAN dan DOSA-DOSAKU..DOSA DAN KESALAHAN KEDUA IBU BAPAKU..DAN SEMUA MUSLIMIN MUSLIMAT....KUMPULKAN AKU BERSAMA PARA NABI DAN RASUL...YA ALLAH ...KEKALKAN AKU DAN KETURUNANKU DALAM ISLAM DAN BERIMAN KEPADAMU....YA ALLAH.YA ALLAH, HIDUPKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI, MATIKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI DAN BANGKITKAN AKU (PADA HARI QIAMAT) DI DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG MERENDAH DIRI.. استغفر الله العظيم ASTAGFIRULLAHALAZZIM....سبحان الله...SUBHANALLAH ...الحمد لله..ALHAMDULILLAH...الله أكبر..ALLAHUAKHBAR.....ALLAHUMA SOLLIALA SAYIDINA MUHAMMAD....WAALA ALIMUHAMMAD..........

Jumaat, 14 Oktober 2016

Inilah Rahsia Kicauan Burung di Dalam Al-Quran


KETAHUILAH, seluruh makhluk yang ada di muka bertasbih kepada Allah swt. termasuk burung. Baik burung kicau, burung hiasan, bahkan burung hantu sekalipun. Suara dan kepakan sayapnya adalah tanda-tanda kebesaran Allah di muka bumi. Allah swt memberitahukan kepada manusia di dalam Al-Quran yang mulia, bahawa burung pun bertasbih dan shalat menyembah Allah swt.

Hal ini ditegaskan Allah swt di dalam surat An-Nur ayat 41 sampai 42.
Allah swt berfirman: Tidakkah kamu tahu bahawa, kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk). Masing-masing makhluk mengetahui cara shalat dan tasbih kepada Allah dengan ilham dari Allah.” 
(QS. An-Nuur, 24: 41-42).

Ayat di atas sangat jelas memberitahukan kepada kita umat manusia dan jin, bahawa suara burung dan kepakan sayapnya mengandung tasbih dan shalat kepada Allah swt. Masing-masing makhluk memiliki cara tersendiri untuk menyembah Yang Maha Kuasa. Sesuai dengan apa yang diilhamkan kepada makhluk tersebut.

Dalam tafsir Al-Jami’ Li Ahkaam Al-Quran karya Imam Al-Qurthubi, dijelaskan bahawa Sufyan berkata, burung juga shalat, namun shalatnya tidak mengandung ruku dan sujud.[1] Imam Al-Qurthubi berkata, menurut suatu pendapat, kepakan sayap yang dilakukan burung adalah shalatnya, dan suaranya adalah tasbihnya. Inilah pendapat yang diriwayatkan oleh An-Naqqasy.[2]

Para makhluk itu adalah Malaikat, manusia, jin, haiwan, bahkan benda-benda mati sekalipun. Sebagaimana firman-Nya: “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS Al-Israa’: 44).

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata, di saat burung terbang burung itu bertasbih kepada Rabb-nya. Ia menyembah-Nya dengan bertasbih dengan cara yang Allah ilhamkan dan Allah ajarkan kepadanya. Allah Maha Mengetahui apa saja yang dikerjakan oleh burung itu. Oleh sebab itu, Allah berfirman: “Masing-masing telah mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya,” Maksudnya, masing-masing dari makhluk itu telah Allah ajarkan etika dan cara mereka dalam beribadah kepada-Nya.[3]

Hikmah yang bisa kita petik dari ayat yang mulia ini adalah, kita jangan sampai lupa menyembah kepada Allah swt, dan jangan sampai kita melupakan waktu-waktu shalat, sebab semua makhluk berlumba-lumba bertasbih dan shalat kepada Allah swt. Termasuk burung yang kita pelihara.

[1] Tafsir Al-Jami’ Li Ahkaam Al-Quran karya Imam Al-Qurthubi, QS An-Nuur ayat 41-42. Jilid 12 Hal. 719. Pustakan Azzam, Maret 2008.
[2] Tafsir Al-Jami’ Li Ahkaam Al-Quran karya Imam Al-Qurthubi, QS An-Nuur ayat 41-42. Jilid 12 Hal. 719. Pustakan Azzam, Maret 2008.
[3] Tafsir Imam Ibnu Katsir, QS. An-Nuur, 24: 41. Jilid 6, Hal. 415. Pustaka Ibnu Katsir, Juni 2011.


Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Follow by Email