DOA -doa Ku... Ya Allah....

... اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله .....YA ALLAH...AMPUNKAN AKU ....Bimbinglah Aku di jalan -MU.. TETAPKAN AKU DALAM KASIH SAYANGMU, ......AMPUNKAN SEGALA KESALAHAN dan DOSA-DOSAKU..DOSA DAN KESALAHAN KEDUA IBU BAPAKU..DAN SEMUA MUSLIMIN MUSLIMAT....KUMPULKAN AKU BERSAMA PARA NABI DAN RASUL...YA ALLAH ...KEKALKAN AKU DAN KETURUNANKU DALAM ISLAM DAN BERIMAN KEPADAMU....YA ALLAH.YA ALLAH, HIDUPKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI, MATIKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI DAN BANGKITKAN AKU (PADA HARI QIAMAT) DI DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG MERENDAH DIRI.. استغفر الله العظيم ASTAGFIRULLAHALAZZIM....سبحان الله...SUBHANALLAH ...الحمد لله..ALHAMDULILLAH...الله أكبر..ALLAHUAKHBAR.....ALLAHUMA SOLLIALA SAYIDINA MUHAMMAD....WAALA ALIMUHAMMAD..........

Sabtu, 27 Mei 2017

MELIHAT NABI DALAM MIMPI DAN JAGA

Dinukil dari kitab Tahdzir al-Ikhwan karya al-'Allamah al-Imam al-Faqih Zen bin Ibrahim bin Sumaith hafidhahullah.

Melihat Rasulullah SAW baik dalam mimpi mahupun di saat terjaga benar adanya secara ilmiah. Banyak sekali orang yang memiliki hati dan jiwa bersih jernih melihat Rasulullah SAW dan sekelompok wali pilihan juga melihatnya dalam keadaan sedar sebagai bentuk karamah dari Allah SWT untuk mereka.

Karamah para wali benar adanya, hanya ahli bid’ah sesat saja yang memungkirinya. Disebutkan dalam Al-Jauharah; Akuilah karamah untuk para wali.

Siapapun yang menafikannya, campakkan kata-katanya.

Imam At-Tirmidzi, dalam kitabnya yang berjudul Asy-Syama`il Al-Muhammadiyyah menyebutkan salah satu bab tersendiri terkait karamah para wali. Imam Al-Bukhari dalam kitab shahihnya menyebutkan lima hadits, di antaranya sabda Rasulullah SAW “Barangsiapa bermimpi melihatku dalam tidur, ia akan melihatku dalam keadaan sadar, kerana syaitan tidak boleh meniru wujudku.”
Abu Abdullah menuturkan, “Ibnu Sirin berkata, ‘Saat melihat Rasulullah SAW dalam wujud sebenarnya’.”

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shahihnya, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa bermimpi melihatku, mimpinya benar adanya.”

Imam As-Suyuthi menuturkan, “Dari sejumlah hadits tentang mimpi melihat Rasulullah SAW dapat disimpulkan bahawa baginda tetap hidup dengan jasad dan ruh. Beliau berkelana ke berbagai belahan bumi dan alam manapun seperti yang ia kehendaki. Rasulullah SAW. tetap berada dalam keadaan seperti sedia kala ketika sebelum wafat, baginda tidak terlihat oleh mata telanjang, seperti halnya malaikat yang tidak bisa dilihat secara kasat mata.

Ketika Allah SWT. berkehendak menyingkap tabir dari seorang hamba yang hendak diberi karamah untuk melihat sosok Rasulullah SAW., ia akan melihat baginda dalam wujud sebenarnya.
Dinukil dari Al-Hawi li Al-Fatawa.

Sebahagian ulama menjelaskan, kemungkinan melihat sosok Rasulullah SAW. dalam keadaan sadar adalah sebagai bentuk karamah bagi wali dan orang shalih. Karamah adalah kejadian luar biasa yang tidak lazim.

Faktor yang membuat orang mengingkari sosok Rasulullah SAW. bisa dilihat adalah ketidaktahuan akan kuasa Allah SWT. yang berkuasa atas segala-galanya. Abu Abbas Al-Mursi pernah menyatakan, “Andai Rasulullah SAW. terhalang dari pandangan mataku barang sekejap mata saja, tentu aku tidak menganggap diriku sebagai orang mukmin.”

Salah satu manfaat penting melihat sosok Rasulullah SAW. baik melalui mimpi ataupun saat sadar adalah rasa cinta yang sangat tinggi, sibuk memikirkan beliau dengan disertai mengikuti sunnahnya, banyak membaca shalawat secara rutin, menyebarkan dakwah dan syariatnya untuk seluruh manusia. Allah SWT akan menganugerahkan penutup usia yang baik melalui perantara wibawa Rasulullah SAW berteman dan melihat sosok baginda di syurga, negeri keselamatan.

Semoga shalawat dan salam terlimpah kepadanya, keluarga dan para sahabatnya, para pemimpin mulia.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Follow by Email