DOA -doa Ku... Ya Allah....

... اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله .....YA ALLAH...AMPUNKAN AKU ....Bimbinglah Aku di jalan -MU.. TETAPKAN AKU DALAM KASIH SAYANGMU, ......AMPUNKAN SEGALA KESALAHAN dan DOSA-DOSAKU..DOSA DAN KESALAHAN KEDUA IBU BAPAKU..DAN SEMUA MUSLIMIN MUSLIMAT....KUMPULKAN AKU BERSAMA PARA NABI DAN RASUL...YA ALLAH ...KEKALKAN AKU DAN KETURUNANKU DALAM ISLAM DAN BERIMAN KEPADAMU....YA ALLAH.YA ALLAH, HIDUPKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI, MATIKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI DAN BANGKITKAN AKU (PADA HARI QIAMAT) DI DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG MERENDAH DIRI.. استغفر الله العظيم ASTAGFIRULLAHALAZZIM....سبحان الله...SUBHANALLAH ...الحمد لله..ALHAMDULILLAH...الله أكبر..ALLAHUAKHBAR.....ALLAHUMA SOLLIALA SAYIDINA MUHAMMAD....WAALA ALIMUHAMMAD..........

Isnin, 21 Januari 2013

Akibat Buruk Bagi Orang Yang Mencela Shahabat Nabi, Mati Seakan Disembelih

Akibat Buruk Bagi Orang Yang Mencela Shahabat Nabi, Mati Seakan Disembelih

Imam Ibnul Qayim Rahimahullah menceritakan dari Al-Qairuwani di dalam kitab Al-Bustan, ada seorang dari kaum salaf yang me­ngisahkan:

“Aku memiliki tetangga yang suka mencela Abu Bakar dan Umar Ra­ dhiyallahu Anhuma. Suatu kali dia semakin menjadi-jadi dalam men­cela mereka, lantas aku memukulnya dan ia juga memukulku.

Kemudian aku pulang ke rumah dengan penuh kecewa dan sedih. Aku langsung tidur dan tidak sempat makan malam. Tiba-tiba aku bermimpi melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, aku pun mengadu kepada Beliau, “Wahai Rasulullah, si fulan telah mencela para sahabatmu.” Beliau bertanya, “Sahabatku siapa yang kau maksud?” Aku menjawab, “Abu Bakar dan Umar.” Lalu beliau berkata, ‘Ambillah pisau ini lalu sembelih orang itu dengannya.”

Dengan segera aku mengambilnya lalu kubaringkan orang itu dan aku sembelih. Aku melihat seakan-akan tanganku bersimbah darah. Kemudian aku lemparkan pisau tersebut dan langsung ke tanah untuk mengusapnya. Tak lama kemudian aku terbangun dari tidur, secara bersamaan aku mendengar suara teriakan dari rumah orang tersebut. Aku bertanya, “Suara teriakan apa ini?” Orang-orang mengatakan, “Si fulan telah mati mendadak!” Pagi harinya aku mendatangi rumahnya, aku amati orang tersebut, ternyata di lehernya ada garis bekas sembelihan.

Aku katakan, “Maha benar Allah ketika berfirman dalam hadits qudsi [1], “Barangsiapa yang memusuhi wali (kekasih)-Ku, maka Aku akan umumkan peperangan dengannya.”

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Takutlah kepada Allah mengenai para sahabatku, janganlah kalian menjadikan mereka sasaran sepeninggalku. Siapa pun yang mencintai mereka, maka dengan cintaku aku akan mencintai mereka. Siapapun yang membenci mereka, maka dengan kebencianku, aku akan membenci mereka. Siapa pun yang menyakiti mereka, berarti menyakitiku juga. Siapapun yang menyakitiku, berarti menyakiti Allah. Dan barang siapa menyakiti Allah, dikhawatirkan Dia akan mengadzabnya.” [2]

Ayyub As-Sikhtiyani berkata, “Siapa yang mencintai Abu Bakar berarti telah menegakkan. menara Agama, barangsiapa yang mencintai Umar berarti telah memperjelas jalan agamanya, siapa yang mencintai Utsman berarti telah memperoleh penerangan dari Allah. Siapa yang mencintai Ali berarti telah berpegang pada tali agama yang kokoh. Dan siapa yang menyatakan kebaikan dalam diri para sahabat berarti telah terbebas dari kemunafikan.”

Imam Adz-Dzahabi berkata, “Barang siapa yang mencela para sahabat berarti telah keluar dari Agama serta melenceng dari millah kaum muslimin.” [3]

Foot Note:

[1] Hadits Shahih disriwayatkan oleh al Imam Bukhari dan Muslim
[2] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan at-Tirmidzi (5/696) beliau mengomentari: hadits ini hasan shahih
[3] Lihat al-Kaba’ir, hal.293, karya adz-Dzahabi.
Sumber: Kisah Orang Zhalim, Hamid Ahmad ath-Thahir, Penerbit Darussunnah
Sumber:kisahislam.net

http://inilah-bukti-kesesatan-syiah.blogspot.com/

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Follow by Email