DOA -doa Ku... Ya Allah....

... اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله .....YA ALLAH...AMPUNKAN AKU ....Bimbinglah Aku di jalan -MU.. TETAPKAN AKU DALAM KASIH SAYANGMU, ......AMPUNKAN SEGALA KESALAHAN dan DOSA-DOSAKU..DOSA DAN KESALAHAN KEDUA IBU BAPAKU..DAN SEMUA MUSLIMIN MUSLIMAT....KUMPULKAN AKU BERSAMA PARA NABI DAN RASUL...YA ALLAH ...KEKALKAN AKU DAN KETURUNANKU DALAM ISLAM DAN BERIMAN KEPADAMU....YA ALLAH.YA ALLAH, HIDUPKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI, MATIKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI DAN BANGKITKAN AKU (PADA HARI QIAMAT) DI DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG MERENDAH DIRI.. استغفر الله العظيم ASTAGFIRULLAHALAZZIM....سبحان الله...SUBHANALLAH ...الحمد لله..ALHAMDULILLAH...الله أكبر..ALLAHUAKHBAR.....ALLAHUMA SOLLIALA SAYIDINA MUHAMMAD....WAALA ALIMUHAMMAD..........

Rabu, 20 Februari 2013

Teladan 34 - Sifat Malu Asma’ Abu Bakar

Teladan 34 - Sifat Malu Asma’ Abu Bakar
Gambar hiasan
Ketika Rasulullah saw. sampai di Madinah, Zubair telah diberi hadiah oleh Rasulullah berupa sebidang tanah, lebih kurang 2 mil jauhnya dari kota. Di kebun itu Asma’ dan Zubair menanam pohon-pohon kurma.

Suatu hari, ketika Asma’ sedang berjalan sambil membawa kurma di atas kepala yang diambil dari kebun tersebut, dia bertemu Rasulullah dan beberapa sahabat Ansar yang sedang menunggang unta. Rasulullah menghentikan untanya lalu meminta Asma’ naik ke atas unta tersebut.

Asma’ merasa malu dengan Rasulullah dan sahabat yang lain. Tambahan pula dia merasa risau tentang Zubair yang sangat cemburu dan dia takut jika Zubair memarahinya. Rasulullah bagaikan memahami perasaan Asma’, lalu meninggalkannya. Asma’ segera pulang ke rumah.

Setibanya di rumah, dia menceritakan peristiwa tersebut kepada Zubair tentang perasaan malunya dan perasaan risau terhadap cemburu Zubair yang boleh bertukar menjadi marah. Namun, Zubair berkata, “Demi ALLAH aku lebih cemburu kepadamu yang selalu membawa isi-isi kurma di atas kepalamu sementara aku tidak dapat membantumu.”

Selepas peristiwa itu, Abu Bakar, ayah Asma’ memberikan seorang hamba sahaya kepadanya. Dengan adanya pembantu di rumah, maka segala kerja menjadi lebih mudah baginya.

Norziati binti Mohd Rosman

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Follow by Email