DOA -doa Ku... Ya Allah....

... اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله .....YA ALLAH...AMPUNKAN AKU ....Bimbinglah Aku di jalan -MU.. TETAPKAN AKU DALAM KASIH SAYANGMU, ......AMPUNKAN SEGALA KESALAHAN dan DOSA-DOSAKU..DOSA DAN KESALAHAN KEDUA IBU BAPAKU..DAN SEMUA MUSLIMIN MUSLIMAT....KUMPULKAN AKU BERSAMA PARA NABI DAN RASUL...YA ALLAH ...KEKALKAN AKU DAN KETURUNANKU DALAM ISLAM DAN BERIMAN KEPADAMU....YA ALLAH.YA ALLAH, HIDUPKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI, MATIKAN AKU DALAM KEADAAN MERENDAH DIRI DAN BANGKITKAN AKU (PADA HARI QIAMAT) DI DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG MERENDAH DIRI.. استغفر الله العظيم ASTAGFIRULLAHALAZZIM....سبحان الله...SUBHANALLAH ...الحمد لله..ALHAMDULILLAH...الله أكبر..ALLAHUAKHBAR.....ALLAHUMA SOLLIALA SAYIDINA MUHAMMAD....WAALA ALIMUHAMMAD..........

Jumaat, 15 Februari 2013

Teladan 5 - Kejujuran Abdullah bin Rawahah

Teladan 5 - Kejujuran Abdullah bin Rawahah
Gambar hiasan
Abdullah bin Rawahah merupakan seorang sahabat Nabi yang ditugaskan untuk mengira hasil kurma di kampung orang-orang Yahudi Bani Quraidhah pada setiap tahun. Mengikut perjanjian, hasil tersebut perlu dibahagi kepada dua dan diberikan kepada kaum muslimin di Madinah dan orang-orang Yahudi itu.

Abdullah terkenal dengan sifatnya yang begitu teliti dalam membuat taksiran hasil kurma itu. Dari situ, dia boleh membahagikan kurma-kurma itu sama rata. Keadilannya ini tidak disukai oleh orang-orang Yahudi. Maka pada suatu hari, orang-orang Yahudi ini berusaha menyogok Abdullah supaya mereka boleh menerima bahagian kurma dengan lebih banyak.

Apabila Abdullah mengetahui akan hal ini, dia menjadi berang. Lalu dia berkata kepada mereka, “Wahai musuh-musuh ALLAH, kamu berhasrat untuk memberi makanan yang haram kepadaku? Demi ALLAH, aku datang dari sisi orang yang paling aku cintai (Rasulullah) dan kamu adalah orang-orang yang paling aku benci, lebih besar dari kebencianku terhadap kera dan babi. Tapi kebencianku kepada kamu dan kecintaanku kepada Rasulullah tidak mempengaruhiku untuk tidak berbuat adil terhadap kamu semua.”

Orang-orang Yahudi itu terdiam lalu memuji sikap Abdullah. Mereka kemudian berkata, “Kerana perbuatan seperti inilah maka langit dan bumi menjadi tegak.”

norziati@gmail.com
http://kisahseributeladan.blogspot.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Follow by Email